16.
Happy reading enjoy the story, ehehe i hope..
Sorry for typo juga btw..
Samantha POV’s
Aku membuka mataku yang entah kenapa terasa sangat lengket. Kepalaku rasanya pening sekali. Namun, entah kenapa juga tidurku kali ini nyenyak sekali. Sejak kejadian itu, mimpi-mimpi buruk terus menghantuiku. Aku sangat menyesali perbuatan Letta, harusnya aku bisa membawanya pergi dari sana. Harusnya aku masih bersama Letta sekarang,. Harusnya,.. banyak sekali kata seharusnya yang singgah dan mampir di otakku. Namun aku sadar, ini kenyataannya. Jangan menyesalinya, tetaplah berjalan. Berusaha menemukan Letta. Cepatlah ketemu Letta sungguh, aku merindukanmu.
Aku mengerjapkan mata, dan mulai berpikir. Dalam tidurku tadi, aku sama sekali tak bermimpi Letta. Aku malah bermimpi aneh. Amat, sangat aneh. Aku yang datang untuk bekerja malah di kejutkan oleh para pelayan di rumah bos ku.
Mereka membawa cake ulang tahun dan sedikit bernyanyi happy birthday. Mereka bersungguh-sungguh dengan perkataan mereka yang mengatakan aku adalah bagian dari ‘keluarga’. Ah, aku sungguh terharu. Aku juga menganggap mereka sebagi keluargaku.
Hei aku sebatang kara tau di dunia ini. Jika aku tak menganggap orang lain sebagai keluargaku, tentu aku takkan punya ‘keluarga’ paham?.
Karena takut membuat ruang tamu berantakan dan memancing amarah sang pemilik rumah, aku menyarankan pada mereka untuk ke dapur. Lagi pula dapur nya cukup jauh dari ruang utama.
Mereka kembali melakukan ritual sebelum meniup lilin dan memotong kue. Yap menyanyi, jika kalian pikir ini seperti anak-anak. Memang, tapi setidaknya aku tau mereka menyayangiku dengan tulus. Lagi pula bukankah ini menyenangkan,. Ah, mimpi paling indah yang pernah kualami.
Setidaknya sampai pintu dapur yang di dobrak kencang, dan seorang yang ku panggil bos datang dan langsung melihatku dengan mata emasnya.
Tunggu ada yang salah,? Sejak kapan matanya berwarna emas,? Bukannya warna matanya itu hijau,.?. dan tiba tiba para pelayan itu memekik. Entah apa yang terjadi namun tiba-tiba tubuh gempalku ini sudah berada dalam dekapannya.
Astaga, aku bukan seorang wanita sembarangan. Main peluk-peluk tak jelas. Suaranya,. Berubah. Menjadi lebih dalam, lebih pekat, dan lebih berat. Dan apa,.? Dia mengaku kalu dia bukan bos ku,? Dan dia apa? Popo-ku,.? Astaga, dia bercanda kan,?
Sungguh mimpi tadi malam sangat lah konyol.
Ah, rasanya sudah siang, aku harus segera bergegas pergi bekerja, siapa tau mimpi tentang kue itu, menjadi kenyataan. Karena kalau di pikir-pikir sekarang memang hari ulang tahunku. Ah, berat sekali meninggalkan kenyamanan ini.
Namun,.
Sejak kapan aku bisa tidur menghadap ke tembok,.? Inikah, yang membuatku tertidur nyaman seharian,.? Biasanya aku akan gelisah dan amat sangat ketakutan jika tidur dengan menghadap ke tembok. Dan mengapa temboknya hangat,.? Mungkin lebih pantas di sebut panas.?
Owh, mungkin temboknya sudah terpapar sinar matahari.
Berarti sudah siang sekali,.?
Aku memalingkan wajah, tunggu. Kamar siapa ini,.? Ini bukan kamarku di rumah,. Namun kamar ini entah kenapa begitu familier. Ah, ini juga bukan kamarku di kastil Letta.
Kamar siapa ini,.??
Dan eh kenapa temboknya bergerak,.? Dan tangan siapa yang berada di punggungku, dan mengelusnya.?
KAMU SEDANG MEMBACA
Eclipse (HIATUS)
FantasyKetika obsesi menggelapkan hati. Dan balas dendam yang berkedok patah hati, membuat ilusi tentang kebahagiaan abadi. Tak akan pernah tercapai. Karena sang kekasih mati. "Ku kira kau alasanku tersenyum di setiap hariku, alasanku, menyalahkan malam y...
