Enjoy the story, and sorry for the typo.
Tubuhku sedikit di geser, dan dapat aku lihat di depanku, terdapat sebuah tubuh yang aku kenal. Mengenakan gaun pengantin Berdiri dengan pose yang Anggun di dalam sebuah lemari kaca. Namun , tubuh yang dulu sedikit berisi kini menyusut, tampak kantung mata yang menghitam juga wajah yan amat pucat.
Lagi-lagi air mataku mengalir dengan jelas melihat pemandangan itu.
Itu Letta ku.
''sungguh indah bukan, dia tak tampak seperti mayat. Dia lebih seperti pengantinku, dia akan bangun kan sam?, aku akan menikahinya kan sam?'' ucapnya yang lalu mendekat pada lemari ka aitu.
Aku terdiam, namun dengan air mata yang tak berhenti mengalir. Setidaknya kali ini biarkan aku berharap pada Max. aku benar-benar membutuhkan nya.
**************
''Apa?!"
Aku berteriak frustasi, jadi selama ini Sam ku adalah anak Asuh Ella?. Tidak sampai disitu saja, aku terkejut dengan hubungan mereka yang jau dari kata hancur. Hubungan mereka sangat harmonis. Bahkan ternyata Sam amat sangat menyayangi Ella-ku.
Setelah semua nya aku pahami, beberapa potongan informasi yang amat sangat terlambat aku terima. Seketika rasa bersalah menyebar ke segala penjuru tubuhku. Bagaimana selama ini aku menyiksa nya. Bukan hanya menyiksa tubuhnya bahkan aku selalu dengan tega membuat mentalnya hancur berantakkan. Suami maam apa aku ini?
Suami? Apakah aku masih pantas menyebut diriku ini uaminya? Suami mana yang begitu tega menghancurkan istrinya sendiri? Bayangan saat kulihat kerlipan di matanya itu hancur begitu saja terlintas di pikiranku. Bagaimana aku dengan teganya membuat mata bulat itu selalu penuh dengan air mata. Aku harap Ella memaafkanku, karen akau sudah menyakiti kesayangannya. Bagaimana aku bisa sebodoh itu bertidak hanya karena aku melohat semua barang bukti dari satu sudut pandang?
Bukan, ini bukan tenang Apakah Ella memaafkanku. Namun Apakah Sam memaafknaku? Apakah istri baik hatiku itu sudai memaafkan, suami biadapnya ini?
Aku sadar, aku sedang berlari menuju kamarnya. Kamar istriu yang amat aku intai. Aku sadar, bahwa slam aini aku hanya ecewa kepadanya. Raa marahku yang begitu besar adalah cerminan dari rasa cintak kepadanya. Dimana aku hanya sangat keewa dia melakukan sebuah kesalahan, karena aku sangat mencintainya. Karena aku percaya padanya bahwa dia adalah yang terbaik dan yang terbaik pasti selalu sempurna tanpa cela kealahan sedikitpun.
''krieeettttt......''
Deritan pintu kamar, beriringan dengan derit hatiku yang amat sangat takut melihatnya. Aku akan sujud memohon ampunan darinya. Aku bahkan bisa memluk kakinya. Yang kubutuhkan sekarang hanya maafnya.
Namun yang kudapati hanya ruangan kosong dengan satu kotak jalinan rotan di atas kasurnya. Kasur using yang sebenarnya sudah cukup tua. Kasur yang hampir keras. Ku dekati Kasur itu, melihat isi dari kotak itu. Beberapa benang wol dan beberapa sarung tangan , kaus kaki juga baju kecil yang amat sangat lucu untuk bayi kami.
Tunggu?!
Air mataku mengalir mengingatnya. Dia bahkan sedang mengandung. Bagaiamana aku melupakan hal itu? Bagaimana selama ini dia mengandung anak monster tanpa aliran Manna yang harusny ak berikan setia waktu. Bagaimana dia bertahan selama ini?
Segera mataku mulai menyisir kamar itu, sama ekali tak kutemukan jejeknya. Aku harus mencarinya. Setidaknya aku harus sujud di kakiny agar dia bisa memaafkanku.
'' Tuan. Kelanjutan dari informasi terbaru itu baru saja saya terima''
Segera aku berlari menuju ruang kerjakuu.
''SIALAN!! LARRY!!''
'' kau tahu Sam? Setelah aku mulai sedikit melupakan Ella karena mu. Kamu tahu? Aku jatuh cinta pdamu Sam, pada tawa polosu dan berbagai tingkah mu. Aku jatuh cinta Sam! Aku jatuh cinta padamu. Namun apa yang aku dapatkan?''
''......''
''ternyata kamu, juga lebih memilih serigala bajingan itu! Kamu tahu Sam, aku sangat membencinya. Amat sanga membencinya. Kenapa dia selalu menang? Mengapa semua yang aku mau lebih memilihnya? Salahku apa Sam? '' perlahan teriakkannya melirih.
''Sam, kenapa Sam, kenapa kamu juga memilih sialan itu? Apa yang kurang dariku Sam? Mengapa moon goodness amat sangat pilih kasih terhadapku. Mengapa seakan segala kebahagiaan tampak tak pernah berpihak kepadaku? Sam, aku berhak Bahagia kan?''
Dia mulai beranjak dari tempatnya berdiri, mendekat selangkah demi selangkah ke arahku.
''........''
Aku melirih, ya tuhan akubahkan bisa merasakan kepedihan darinya. Aku sedih, megapa ada takdir yang ama sangat tidak adail seperti ini? aku kasihan padanya. Aku kasihan pada mantan bossku kini.
''kau kasihan apdaku Sam? ''
Mulutku masih susah untuk di gerakkan
''tak apa Sam aku justru amat sangat menghargai rasa kasihanmu itu. Kau tahu kenapa? Karena sebenarnya rasa kasihan adalah rasa paling tulus. Dia tak pernah mengharapkan balasan apapun.''
''.......''
''TAPI KENAP KAU HARUS SAMPAI MENIKAHINYA!! BAHKAN HINGGA ENGANDUNG ANAKNYA! DIA ITU MONSTER! MENGAPA MONSTER SEPERTINYA JUSTRU MENDAPATKAN SEMUA YANG SEHARUSNYA MENJADI MILIKKU!''
''......'' tangisku kian menderas. Rasa takut yang awalnya mereda kini mulai kembali. Tuhan tolong aku.
''monster kecil di dalam perutmu itu dengan perlahan akan menghirup sari kehidupanmu, tulangmu akan hancur perlahan. Semua organum akan mengalami kelemahan hingga akhirnya tak berfungsi sama sekali. Darahmu akan habis perlahan. Kau itu manusia sayang, sdangkan mahluk dalam perutmu itu....''
Dia diam sejanak sembari mendekati perutku. Wajahnya sudah tepat berada di depan perutku sekarang ini. lalu dengan cepat dia mendongak kearahku. Kini matanya menatap tegas bola mataku. Itu. Menyeramkan.
''MONSTER!!''
Aku masih teriasak ketika menyadari jika mantan bosku itu sedang meraik sesuatu di meja kerjanya. Dai membawa sesuatu ditanganya ketika dia mendekatiku.
''Sam ku yang malang. Bahkan monster itu sudah berkembang terlalu jauh, kau tahu Sam. Aku sedih melihatmu kehilangan tubuhmu yang dulu. Apa ini, tubuh kering kerntang bak tulang terbalut kulit. Jadi Sam, setiap saat aku selalu membuatmu meminum ramuan itu, agar moster dalam perutm itu mati. Aku sengaja tidak memberikan mu dosis penuh. Karena tentu saja itu akan membahayakan tubuh manusiamu, sayang. Aku tak mau kehilangan kekasihku lagi kini.''
''.......''
Apa yang dia katakana? Jaid selama berbulan-bulan di amencekokiku dengan racunnya? Apakabar dengan anakkua di dalam sana?
''jadi sayang, aku akan menjadikanmu permaisuriku, dan permaisuriku tak boleh mati mengenaskan hanya karen amonster, jadi ku harap kamu mau meminumm ini. tenang saja racun ini sudah kusempurnakan, jadi ini tidak akan melukaimu, ini hany aakan membuat onster dalam perutmu itu saja yang mati.''
Mataku terbeallak.
Tolong tuhan kali ini saja, aku memohon untuk suamiku itu datan menyelamatkanku.
''rasa ramua ini enak sayang, seperti ramuan yang biasa kau minum, jadi sayang ayooo mihnumlaaahhh....''
Ujung gelas itu sudah sampai di mulutku, perlahan cairan itu mulai masuk ke dalam mulutku. Namun sebisa mungkin aku tak menelannya. Apa jadinya nanti. Namun, memang sedikit kepayahan, beberapa teguk cairan itu masuk ke kerongkonganku.
Sampai...
''Sammmm!! Kurang ajar kau Larry!!''
Suara yang amat sangat familiar merasuki gendang telingaku. Ya suamiku. Setidaknya sudah ada dia. Aku sedikit tenang. Hingga perlahan, kegelapan memnuhi indra penglihatanku.
very slow update
jangan lupa vomment yaaa gess yaaaaa...
KAMU SEDANG MEMBACA
Eclipse (HIATUS)
FantasyKetika obsesi menggelapkan hati. Dan balas dendam yang berkedok patah hati, membuat ilusi tentang kebahagiaan abadi. Tak akan pernah tercapai. Karena sang kekasih mati. "Ku kira kau alasanku tersenyum di setiap hariku, alasanku, menyalahkan malam y...
