24| L&P

373 53 7
                                        


"Eomma dengarkan aku Eomma"
Mohon Hana saat sang ibu hendak menutup kembali pintu setelah melihatnya.
Wanita itu enggan menyambut kehadiran sang putri yang sempat ia tangisi beberapa bulan lalu.

"Maaf aku tak mengenal mu"
Ucap nyonya Baek.

"Eomma jebal, Mianhe"
Ucap Hana sambil terduduk memegang kaki sang ibu.

"Eomma... "
Ucap Hana sambil menangis sesegukan agar sang ibu menerimanya kembali.

"Agashi, silahkan tinggalkan rumah ini. Saya tidak mengenal anda sama sekali"
Ucap nyonya Baek.

"Eomma, ini aku Baek Hana putri Eomma"
Ucap Hana.

"Lihat aku Eomma, aku putri Eomma"
Ucap Hana sambil membujuk sang ibu untuk melihatnya. Wanita paruh baya itu memang sedari tadi menghindari untuk melihatnya.

"Dengar, agashi putri ku hanya satu Baek Areum sedangkan Putri ku yang lain sudah tiada berbulan lalu karna kecelakaan"
Ucap Nyonya Baek.

"Aniyo, Eomma aku masih hidup Eomma. Aku disini berdiri didepan mu. Aku Baek Hana"
Ucap Hana.

.
.
.

Tangan Areum gemetar, ia duduk termenung berjam-jam memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Hana kembali. Seharusnya ia tahu itu sejak awal. Namun semua keadaan ini sudah terlanjur. Ia sudah menikah dengan Taehyung yang notabennya adalah kekasih kakaknya walau kakaknya yang memutuskan meninggalkan mereka. Apa yang ia harus lakukan sekarang? Sesegera mungkin Taehyung akan tahu. Apa dia harus bersiap jika memang harus ditinggalkan Taehyung setelah semua yang mereka lalui?

Areum sibuk tenggelam dalam pikirannya hingga tak sadar jika Taehyung sudah pulang sedari tadi. Namja itu melihat sang wanitanya yang duduk termenung sendiri. Ia memutuskan menghampiri Areum lebih dekat. Areum masih tak menyadari keberadaannya. Ia putuskan duduk di sebelahnya namun wanita itu tetap tak bergeming.

Cup'

Satu ciuman di pipi Areum Taehyung berikan, akhirnya Areum dengan raut wajah terkejut akhirnya menyadari keberadaan Kim Taehyung di sana.

"Kau? Sejak kapan-"
Ucap Areum.

"Apa yang ada di pikiran mu? Kau terlihat seperti banyak pikiran eoh?"
Ucap Taehyung.

Apa saat ini ia harus jujur?

"Kim Taehyung?"
Ucap Areum.

Taehyung sadar jika Areum ingin membawa pembicaraan yang serius.

"Wae?"
Ucap Taehyung.

"Apa kau mencintai ku?"
Ucap Areum.

Taehyung tersenyum.

"Bukannya sudah aku katakan berulang kali?"
Ucap Taehyung.

Areum mengangguk.

"Lalu, apa kau juga mencintai Baek Hana?"
Ucap Areum, Taehyung terdiam.

"Kenapa-"
Ucap Taehyung.

"Jawab saja"
Ucap Areum memotong.

"Dia meninggal di saat aku masih mencintainya. Jadi kurasa jawabannya iya. Tapi itu semua tak penting karna aku sudah memiliki mu disisi ku sekarang"
Ucap Taehyung.

Areum sedikit tertawa sarkas.

"Bagaimana kau bisa mencintai dua wanita dalam waktu yang sama? Kau pasti hanya mencintai salah satunya. Pikirkan baik-baik"
Ucap Areum.

"Apa maksud mu Areum? Kenapa kau bawa pembicaraan ini jika kau tak suka?"
Ucap Taehyung.

"Di saat kau harus memilih, aku harap pilihan mu adalah yang tepat. Bagaimanapun aku hanya ingin kebahagiaan mu"
Ucap Areum hendak meninggalkan Taehyung dengan sigap Taehyung menahan kepergian Areum. Rasa penasarannya belum tuntas. Ia bertanya-tanya kemana arah pembicaraan ini merujuk.

LOVE AND PAINFUL |On Going|Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang