4

206 9 0
                                        

Mulai nyaman beranjak remaja.

Dua bulan sudah aku menjadi siswa SMA.
Sudah mulai banyak yang tahu bahwa aku adalah adik mas Yoga.
Banyak kakel cewek yang naksir mas Yoga berusaha meminta bantuanku dengan sok baik padaku.
Pun sebaliknya, teman teman mas Yoga banyak yang meminta di ijinkan mengajak aku jalan.
Lucu....

Aku dan Sarah juga sangat akrab. Tak jarang ketika orang tua Sarah pergi keluar kota, dia menginap dirumah bersamaku.
Kami hampir selalu berempat. Aku, Sarah, mas Yoga dan mas Attar.

Mas Yoga dan mas Attar belum terlalu sibuk les karena masih semester awal. Mungkin nanti semester depan baru akan padat jadwal tambahan pelajarannya.

Aku juga sudah kenal baik dengan kedua orang tua Sarah. Papanya seorang pejabat instansi negara. Dan mamanya ibu rumah tangga saja.
Sarah selalu berangkat dan pulang sekolah bareng.

"Hasna, Sarah, kalian tunggu bentar ya. Aku ada tambahan satu jam pelajaran. Kalian tunggu di kantin aja." Kata mas Yoga saat istirahat siang berakhir.

"Oke deh. Pinter pinter ya kalian. Bangku fakultas teknik sipil sudah menanti." Balasku memberi semangat mereka.

Disinilah kami sekarang, kantin sekolah. Menunggu dengan setia kedua satpamku.

"Sar kita pesen makan aja lagi yuk?"

"Aku bakso aja deh Na."

"Oke." Aku pun lalu memesan dua porsi bakso pada pakde penjualnya. Dan mengambil dua botol air mineral.

Awalnya Sarah kurang suka minum air putih. Namun karena terbiasa dekat denganku, jadi ketularan akhirnya juga suka air putih. Air mineral lebih tepatnya.

Kami berduapun menikmati semangkok bakso kami. Dan mas Yoga tiba di kantin tepat setelah kami melahap habis isi mangkok di hadapan kami.

"Yahhhh habis." Keluh mas Attar

"Lama sih kalian. Udah tar makan dirumah aja Mas." Sahutku.

"Ayolah balik." Putus mas Yoga. Dan kami menuju parkiran mobil.

Sarah turun di depan rumahnya. Lalu mas Yoga kembali melaju menuju rumah.
Mas Attar seperti biasa,ikut kerumah juga.
Sarah sih juga mau kerumah, nanti malam katanya. Sarah biasa kerumah dengan motor. Karena dia memang bisa mengendarai motor.

"Hasna, Papa ada proyek ke Kalimantan. Mungkin sekitar satu sampe dua minggu. Kalo kamu mau nyusul pas weekend ajak Yoga."

Aku masuk rumah bertepatan dengan Papa yang sudah bersiap dengan kopernya.

"Kayanya enggak deh Pa. Aku mau istirahat aja. Papa jaga kesehatan, jangan telat makan ya?" Balasku.

"Iya Na. Kamu juga ya. Yoga jaga adikmu ya."

"Siap Pa. Pasti. Tenang aja."

Papa berangkat ke bandara di antar pak Aspar. Dan aku masuk kamarku untuk membersihkan diri.

Selesai mandi dan solat, sudah dengan pakaian santaiku, setelan kaos dan celana pendek. Aku turun kebawah. Ternyata mas Yoga dan mas Attar sedang makan. Tanpa mengganti seragam mereka.

"Gak ikutan makan Na?" Tanya mas Attar

"Gak Mas. Masih kenyang. Mau makan buah aja nih." Jawabku sambil menyambar satu buah pear di piring buah.

Belakangan, aku merasa mas Attar lebih perhatian ke aku. Dia lebih peduli padaku.

Akhir pekan tiba. Papa masih di luar kota.
Beberapa hari lalu Mama sempat mengirim pesan, bahwa ada yang minta dibuatkan rancangan gaun pesta yang sederhana namun elegant.

terima kasih nafas ku     (selesai)  ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang