18

110 8 0
                                        

Menikmati...

Hari ini hari ketiga aku dan mas Attar setelah resmi berubah status. Kami masih di rumah karena memang tidak ada jadwal kerjaan yang terlalu penting untuk mas Attar urus langsung.

Siang ini aku dan mas Attar sudah atur jadwal dengan pak Adam juga mas Yoga untuk membuat surat perlihan kuasa H corp untuk di kuasakan penuh pada suamiku sebagai direktur pelaksana harian.

"Mas ayo kita jalan sekarang, mas Yoga udah sampe kantor pak Adam nih telpon telpon terus."

"Ya bentar aku ganti baju dulu."
Aku tinggalkan suamiku di kamar dan aku turun lebih dulu.

Kami tiba di kantor pak Adam. Di sambut omelan mas Yoga yang gak jelas. Aku tahu maksud dia hanya bercanda menggoda kami saja.

"Mba Hasna ini surat yang Mba minta, bisa di pelajari dulu sebelum tanda tangan. Tadi mas Yoga sudah membacanya juga."

"Kalo mas Yoga sudah oke ya sudah pak Adam aku langsung tanda tangan aja."

"Buru buru amat. Mau proses ponakan ya hahaha...."

"Makanya buruan Yog buruan biar bisa ngerasain indahnya menikah." Balas mas Attar.

Setelah selesai urusan serah terima kuasa perusahaan, aku dan mas Attar lanjut jalan jalan. Sedangkan mas Yoga akan ke RS katanya jemput Sarah yang habis jaga malam.

Kami menikmati waktu berdua kami, kami pergi ke kebun binatang.

"Aku bahagia banget Na, bisa pacaran sama kamu gini dan bisa menyentuh kamu tanpa membuat dosa." Ucapan romantis dari suamiku.

"Aku selalu bersyukur Mas akan apa yang aku hadapi. Meski ada hal yang tidak membahagiakan aku, tapi ternyata hal yang membuat aku bahagia lain ternyata lebih banyak. Dan aku mensyukuri itu mas Attar." Balas ku.

Meski mas Attar seusia dengan mas Yoga, namun karena bawaan mas Attar yang serius dan cenderung kaku, mas Attar terlihat lebih dewasa dari umurnya. Dan aku suka itu.

Satu minggu ini aku benar benar menikmati waktu berdua sama mas Attar.
Dan pagi ini mas Attar akan mulai masuk kerja lagi.

"Sarapan dulu Mas. Aku buat omelet sama nasi goreng nih."

"Makasih sayang. Terus rencana kamu hari ini apa Na?"

"Mau ke butik Mama boleh Mas? Tadi Mama chatt minta aku kesana."

"Bolehlah. Hati hati dan jangan lupa kabari ya. Aku bawa sedan aja, kamu bawa mobil kamu."

Aku memang meminta mas Attar tidak membawa mobilnya kerumah, biar tetap dirumah Papi saja. Karena disini sudah ada dua mobil kan.

Setelah sarapannya habis suamiku pun lalu berpamitan berangkat kantor, yang sudah satu minggu lebih kami tinggalkan.

Aku kembali mengerjakan urusan rumah. Membersihkan rumah. Aku memang sudah meminta mba Siti agar membersihkan rumahku juga selain rumah mas Yoga. Juga membantuku setrika baju. Tapi dia baru akan mulai minggu depan di awal bulan.

Sore hari aku sampai dirumah lebih dulu dari mas Attar. Aku masih sempat memasak untuk makan malam kami.

Aku memaklumi mas Attar pasti akan pulang lebih lambat, mengingat sekarang dia harus menangani 2 kantor sekaligus.

"Na, masak ya, aku sama Sarah mau makan malam dirumah. Oke!"

Suara dari seberang sana.

"Oke. Mas Yoga bawa buah ya nanti."

"Siap. Ya udah Na, bye."

Tanpa menunggu jawaban sambungan terputus.

Dan jadilah sore ini aku menyiapkan masakan untuk makan malam sedikit lebih banyak.

terima kasih nafas ku     (selesai)  ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang