Harusnya,
Pagi ini aku mulai belajar menyiapkan sarapan. Meski masih ada simbok, tapi aku sengaja meminta agar aku saja yang masak untuk sarapan.
Hanya aku dan mas Attar. Karena mas Yoga pulang kerumahnya setelah mengantar Sarah pulang semalam. Mama juga pulang dengan om Didi setelah makan kemaren sore. Bersamaan dengan Papi dan Mami juga Atala.
Mas Attar memang masih belum masuk kantor. Kami sengaja mengosongkan jadwal dalam satu minggu ke depan. Meski tak punya rencana honeymoon setidaknya benar benar ingin menikmati waktu berdua bersama meski hanya di rumah.
Setelah ayam masak mentega siap dengan semur telur siap. Aku lalu kembali ke kamar untuk membangunkan mas Attar yang kembali tidur setelah solat subuh tadi.
"Mas, bangun, cuci muka terus sarapan yuk....aku udah masak lho..."
"Hmmhhh.... Jam berapa Na sekarang?"
"Jam enam lewat dua puluh Mas. Kan kemaren kita makan masih sore. Sekarang sarapan yuk, cuci muka aja dulu."
Mas Attar bangkit dari tidurnya dan masuk toilet untuk cuci muka.
Aku sendiri biasanya sudah mandi sebelum sarapan. Namun kali ini aku berniat ingin berenang pagi pagi setelah sarapan jadi aku tak mandi dulu.
"Yuk turun sarapan dulu." Ajakku setelah mas Attar keluar dari toilet.
"Kamu belum mandi Na?"
"Belum Mas. Niatnya pengen berenang habis sarapan nanti. Kenapa?"
"Aku juga mau lah. Lumayan ngademin badan."
Aku sedikit paham akan maksud perkataan mas Attar memang.
Aku dan mas Attar menikmati sarapan pagi kami.
"Nana..."
"Ya mbok, sini yok sarapan bareng sama bapak sekalian." Tawar ku
"Udah Nana sama mas Attar aja sarapan. Na, simbok mau bilang, siang ini simbok pulang kerumah Jaka ya, Nana gak apa apa beneran di tinggal?" Pamitnya meski terlihat jelas simbok tidak tega meninggalkan aku yang sudah di asuhnya sejak lahir.
"Gak apa apa mbok. Kalo aku kangen aku pasti minta simbok nginep sini kok."
"Simbok juga bisa kesini kapan aja simbok mau." Tambah mas Attar.
"Iya. Simbok akan sering kesini. Nana baik baik ya? Mas Attar simbok titip Nana ya."
"Iya mbok pasti. Simbok doakan kami juga ya." Balas suamiku sopan.
"Simbok nanti di jemput apa gimana?"
"Nanti pake bis aja Na. Jaka kan kerja."
"Gak usah mbok. Nanti aku anter aja ya! Sekalian aku mau belanja kok. Simbok siap siap aja dulu. Aku mau renang bentar terus nanti kita jalan."
"Ya Na."
Aku lalu mnyempatkan berenang meski mungkin hanya sekitar satu jam saja.
Mas Attar memilih langsung mandi setelah sarapan.
"Hmmm....wanginya..." Mas Attar memelukku dari belakang saat aku menyisir rambutku agar siap aku ikat.
"Mas...gak ganti baju? Gak mau temenin aku anterin simbok ke rumah mas Jaka?"
"Mau lah sayang. Mas gini aja gak apa apa kan?"
Aku perhatikan penampilan suamiku dari bawah ke atas. Dia hanya mengenakan celana jins dan kaos.
Sangat casual, tapi terlihat sangat tampan dan seperti abg.
"Boleh. Tampil muda ceritanya..." Godaku
"Emengnya suamimu ini udah tua apa?" Balas mas Attar genti menggodaku dengan menciumi pucuk kepalaku yang belum tertutup hijab.
KAMU SEDANG MEMBACA
terima kasih nafas ku (selesai) ✅
Historia Cortakisah seorang gadis selalu bahagia, meski apapun yang ada di hadapannya. kedua orang tuanya yang berpisah tak membuatnya menjadi hancur dalam membayangkan masa depannya. berkali luka yang tergores karena kata cinta tak menjadikan bekas yang dapat te...
