Aku memang mandiri, tapi......
Kabar kehamilan yang kami bawa pulang kemarin siang, membuat bahagia semua keluarga. Apalagi Mami mertuaku, yang juga berada di rumah dan bisa langsung ikut mendengarnya.
Dan siang ini rencana aku mau melakukan pembayaran catering sesuai janjiku beberapa hari lalu sebelum acara lamaran.
Mas Attar mengantarku, dan menyerahkan semua urusan kantor pada mas Yoga.
Khas beton memang sekarang menjadi satu dalam H corp dengan perhitungan sesuai kesepakatan aku dan mas Yoga berbarengan dengan pengangkatan mas Attar jadi direktur pelaksana waktu itu. Dan aku juga mas Yoga sebagai komisaris utama.
Simbok dan pak Aspar juga kembali tinggal di rumah bahkan juga mas Jaka dan mba Ani. Aku yang memintanya, agar aku bisa banyak belajar dari orang hamil.
Mama dan om Didi pulang semalam, berbarengan dengan Mami dan Papi selepas kita makan malam bersama.
"Kalian mau ke kantor catering jam berapa?" Tanya mas Yoga saat kami sarapan semua bersama.
"Aku janjian jam sepuluh. Nanti kalo dari sana kita mampir kantor deh." Jawabku.
"Mau kerja lagi Na?" Nada sindir mas Attar
"Gak. Iseng aja kangen liat kantor."
"Aku heran, kemaren kamu bisa lemes banget tepar gitu. Sekarang sehat ceria gini...."
"Orang hamil emang gitu mas Yoga, siap siap aja mas Attar sama mas Yoga ngadepinnya."
"Ohh jadi selama ini Mas keberatan?" Sahut mba Ani atas ucapan suaminya.
"Hahahaha...rasain Jak, aku gak ikutan." Ejek mas Yoga.
"Jaka, Yoga, Attar, wanita hamil itu berjuang lho jadi kalian para suami harus mendukung menjaga bukan mengeluh." Nasihat simbok.
"Iya mbok." Jawab ketiga lelaki itu.
"Kamu pengen apa Na?"
"Enggak mbok,gak pengen apa apa. Belum kali ya..."
"Sadar hamil aja enggak, gimana pengen... Lagian kamu bisa ya Na, gak datang bulan kok cuek aja." Kata mas Yoga.
"Ya kan aku emang siklusnya gak teratur Mas. Jadi mana ngerti." Pembelaanku. Padahal aku memang nihil pengetahuan tentang itu.
"Banyak baca buku mba Na, biar bisa banyak tau. Aku juga banyak belajar dari majalah."
"Iya mba Ani. Mau tanya tanya ke mba Ani juga. Tapi mba Ani lahiran masih berapa lama?"
"Perkiraan dua sampe tiga minggu lagi."
"Wahhhh gak lucu nih kalo Yoga lagi nikahan mba Ani lahiran." Ucap mas Attar
"Ya gak apa apa toh, nyatanya Jaka lahir pas pak Hanan sama mba Rima nikah." Jawab simbok.
"Oh iya ya....Papa pernah cerita dulu." Jawabku.
"Yang penting semua sehat. Sudah mas Yoga mau bawa mobil sendiri apa bapak supirin?" Sela pak Aspar
"Aku sama Jaka aja, bapak dirumah aja. Kalo sempet minta tolong liatin rumah,harusnya Siti datang hari ini bersih bersih."
"Beres. Sekalian bapak rapihin taman nanti. Biar besok pas bawa mba Sarah sudah cantik rumahnya."
Mas Yoga berangkat ke kantor bersama mas Jaka. Aku kembali ke kamar dengan mas Attar.
Untuk bersiap siap ke kantor catering. Aku juga meminta mas Attar mengantar ke toko buku di plaza, aku mau mencari buku tentang kehamilan juga merawat bayi.
Jika pada umumnya setiap wanita yang hamil akan memilih melahirkan dan dekat denga ibu kandungnya. Lalu, bagaimana dengan aku?
Aku sih yakin Mami mertuaku akan selalu membantu aku. Karena memang Mami sudah menyayangiku sejak sebelum aku jadi menantunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
terima kasih nafas ku (selesai) ✅
Short Storykisah seorang gadis selalu bahagia, meski apapun yang ada di hadapannya. kedua orang tuanya yang berpisah tak membuatnya menjadi hancur dalam membayangkan masa depannya. berkali luka yang tergores karena kata cinta tak menjadikan bekas yang dapat te...
