Hanya dapat merencanakan sebaik mungkin,
Satu bulan ini, kantor cabang property yang ada di Surabaya mengalami banyak kendala.
Menurut mas Yoga ada 'kuman' di dalamnya.
Dan mau tak mau, aku memutuskan terbang ke Surabaya di temani pak Ardan notaris kantor.
Kami menggunakan penerbangan terakhir, dengan perhitungan malamnya kami bisa istirahat di hotel dan paginya akan ke kantor dengan fit.
Aku memperkirakan hanya akan berada di sana selama dua sampai tiga hari saja paling lama.
Pukul 20.25 aku dan pak Ardan sudah tiba di hotel tak jauh dari kantor cabang Surabaya.
Mas Yoga sudah reservasi 2 kamar untuk kami.
Terus terang, aku memang bisa di katakan buta dengan kantor cabang ini. Karena menurut mas Yoga ini adalah joint dengan rekan alm.papa namun karena dulu rekan papa itu butuh dana untuk suatu keperluan. Jadilah sahamnya di beli oleh papa, dan dia hanya menjadi karyawan kepercayaan papa.
Dan dari kasus ini, mas Yoga berpendapat bahwa ada sesuatu yang tidak normal dengan pak Rizal, rekan papa yang sekarang di percaya memegang ini.
Paginya setelah sarapan aku di temani pak Ardan bersiap menuju kantor cabang.
Tak ada yang mengenali aku maupun pak Ardan.
Aku memang baru pertama ini mengunjungi cabang ini. Berbeda dengan cabang Jakarta yang sudah sempat beberapa kali aku kunjungi.
Kunjungan hari pertama ini, aku sengaja berpura pura menjadi calon pembeli kavling.
Dan usaha ku tak sia sia.
Pak Ardan menangkap ada kejanggalan memang.
Keterangan yang diberikan bagian marketing berbeda dengan bagian payment.
Hari kedua aku masih dengan penyamaran sebagai calon pembeli. Dan berhasil mendapatkan info yang cukup menarik buat pak Ardan.
Meleset dari perkiraan ku, hari ketiga ku disini, mas Yoga menyusul bersama pak Adam atas permintaanku.
Aku memutuskan untuk melepas saham disini. Aku tidak mau melanjutkan dengan adanya masalah intern perusahaan.
Banyak pegawai dan marketing yang sebelumnya mengenalku hanya sebagai calon pembeli.
Bahkan mereka sempat mengira aku dan pak Ardan adalah suami istri. Tapi gak masalah buatku. Yang penting aku tahu persis seperti apa keadaan disini. Dan aku sudah mantap akan menjual saja saham disini. Dan itu artinya, menjual utuh perusahaan.
Alhamdulillah kemudahan berpihak padaku. Ada kolega papinya mas Attar yang berminat. Dan dia memang orang Surabaya.
Proses peralihan jual beli berjalan lancar. Aku menyerahkan pada pak Adam sebagai pengacaraku. Meski aku sendiri juga seorang sarjana hukum, namun aku memang tak mengurus perijinan untuk dapat menjadi pengacara atau notaris. Aku hanya berniat melanjutkan usaha alm.papa dan berbekal ilmuku itu.
Sepuluh hari sudah aku berada di kota ini. Dan siang ini kami semua akan pulang ke Yogya setelah semua urusan selesai.
H corp cabang Surabaya resmi lepas dari group dan langsung berganti nama.
Owner yang baru juga sangat baik. Karena sepertinya memang sudah mengenal dekat papinya mas Attar.
Aku lega, semoga menjadi lebih baik di tangan pemilik yang baru.
Aku akan lebih fokus saja sama usaha yang lebih mudah di tangani.
Kalau cabang Jakarta memang solid karena di tangani sepupu Mamaku sendiri.
Dan progresnya selalu memuaskan dan berkembang pesat dalam pembangunan cluster cluster terbaru.
"Udah lama nunggu Tar? Sorry delay tadi." Kata mas Yoga pada mas Attar yang menjemput kami di bandara.
"Enggak juga, cuma lima belas menitan kok. Ya udah ayo. Kita anter pak Adam dan pak Ardan dulu kan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
terima kasih nafas ku (selesai) ✅
Short Storykisah seorang gadis selalu bahagia, meski apapun yang ada di hadapannya. kedua orang tuanya yang berpisah tak membuatnya menjadi hancur dalam membayangkan masa depannya. berkali luka yang tergores karena kata cinta tak menjadikan bekas yang dapat te...
