Kamu pasti ikut bahagia,
"Selamat ulang tahun Al, jadi anak soleh dunia akhirat ya nak." Doa tulus yang terucap dari seseorang yang melahirkannya tujuh belas tahun yang lalu.
"Selamat ulang tahun jagoan, jadilah laki laki hebat yang akan selalu membanggakan bunda dan ayah juga almarhum ayah Attar ya Al." Ucap seorang laki laki yang telah menjadi ayahnya.
Hari ini baby Al berulang tahu ke tujuh belas. Sudah remaja, bahkan dewasa.
Tiga bulan setelah kepergian Attar, keluarga memutuskan memenuhi amanatnya. Menikahkan Hasna dengan Astian dewa wijaya meski Hasna menolak dengan keras.
Namun akhirnya menerima sebagai wujud baktinya pada almarhum suaminya, menjalankan amanat.
Terkuak juga, ternyata Attar sudah sempat mengganti semua deposito dan tabungannya menjadi milik Hasna istrinya. Seolah sudah memiliki firasat.
Hanya satu hal yang tak pernah terpecahkan, adalah bagaimana Attar bisa mengetahui jika Astian juga mencintai Hasna sejak dulu.
Namun semua sudah tak mempermasalahkannya.
Kedua orang tua Attar tetap menganggap Hasna sebagai anak mantu mereka. Dan menerima Astian sebagai keluarga.
Papi Malik juga tetap memegang H corp bersama Yoga.
Atala bahkan sudah menjadi dokter juga di RS milik Astian, tempat dimana sang kakak tiada.
Atala sudah menikah juga, dan memiliki dua orang putra putri. Deva berumur 7 tahun dan Devi baru 2 tahun.
Yoga dan Sarah pun memiliki dua anak juga, Vania yang hampir 17 tahun juga, dan Zio yang sepantar dengan Deva.
Mama Rima memutuskan kembali ke Swiss setelah pernikahan Hasna dengan Astian.
"Happy birthday kakak, jangan lupa sering traktir aku ya...." Ucapan centil dan manja dari gadis kecil berusia 7 tahun, Alfisya putri wijaya.
"Siap tuan putri Fisya...." Al lalu mengangkat adik seibunya itu. Meski tahu bahwa dia bukan putra kandung ayah Tian, namun Al sangat menyayanginya juga Fisya.
Karena Al sadar, ayah tirinya sangat menyayangi juga. Bahkan tidak membedakan dirinya dan Fisya. Bahkan selalu mengajarkan untuk tetap mengingat sang ayah Attar.
Di rumah ini, semua sedang berkumpul.
Yang biasanya hanya ada mereka sekeluarga, sekarang ramai karena kehadiran seluruh keluarga. Ada keluarga Yoga, keluarga Atala, nenek kakek Malik, nenek kakek Christian, juga oma opa Wijaya.
Juga ada simbok dan anak cucunya juga.
Di saat semua menikmati makan malam bersama, Astian mencari sosok sang istri yang ternyata sedang duduk menyendiri di gazebo belakang.
"Bun, kok malah menyendiri, kan lagi hari bahagia kakak Al." Tian ikut duduk di sampingnya.
Astian menyadari, bahwa sosok bunda dari anak anaknya mungkin memang tidak akan bisa mencintainya.
Semua yang istrinya lakukan, menurutnya hanya sebatas kewajibannya sebagai istri saja.
Bahkan, setelah dua tahun menikah, Hasna baru mau menyerahkan dirinya kepada Tian.
Jadi tak heran jika baru bisa ada Fisya yang berumur 7 tahun. Karena Hasna seolah tak pernah mau berdekatan dengan Tian saat di dalam kamar. Dan Tian juga bisa mengerti tanpa mau menuntut.
"Enggak apa apa pengen aja...Yah." ucap Hasna ragu,
Tian pun tak kalah kagetnya, dengan apa yang baru saja ia dengar.
"Aku...gak salah denger kan Bun?" Tian memastikan.
"Maafin aku Yah, atas semuanya. Ayah mau maafin Bunda kan?"
Bukan apa, selama ini, kehangatan hanya akan Hasna tampilkan di depan orang saja. Jika mereka sedang berdua, Hasna seolah orang lain bagi Tian. Hasna tak pernah mau di sentuh. Kecuali hanya sebulan sekali saja sebagai kewajiban menurutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
terima kasih nafas ku (selesai) ✅
Historia Cortakisah seorang gadis selalu bahagia, meski apapun yang ada di hadapannya. kedua orang tuanya yang berpisah tak membuatnya menjadi hancur dalam membayangkan masa depannya. berkali luka yang tergores karena kata cinta tak menjadikan bekas yang dapat te...
