Kebahagiaan akan selalu berpasangan dengan kesedihan,
Hari ini aku akan melewati moment bersejarah dalam kuliahku.
Aku berhasil menyelesaikannya dalam tiga tahun. Bulan lalu skripsiku berjalan mulus bebas hambatan menuju ruang sidang.
Berkat rekomen notaris terkenal tempat aku magang, akhirnya aku bisa langsung wisuda akhir semester ini.
Amat sangat bahagia rasanya lega.
Aku masih bolak balik berkaca memantaskan penampilanku dengan kebaya di bawah lutut hasil desainku sendiri di padukan kain jarit yang membuatku terlihat semakin ramping dan anggun. Dan hijab pasmina warna bluebaby senada kebaya.
"Udah cantik kok...." Suara Mama berdiri di pintu.
"Mama, udah dateng aja?"
"Iya dong. Pastinya gak akan melewatkan moment bahagia putri mama. Sudah ayo sarapan, tuh semua udah nunggu kamu."
"Makasih Ma, semua juga berkat doa Mama." Aku memeluk Mama yang di balas usapan sayang di pipiku.
Lalu Mama merangkul pundakku dan kami turun menuju ruang makan. Sudah Papa yang selalu gagah dengan stelan jasnya. Dan sama halnya dengan kakak tercintaku, mas Yoga.
Simbok terlihat berkaca kaca. Aku tahu betul apa yang simbok fikirkan. Semalam, simbok sudah menangis mencurahkan semua kasih sayang serta kesedihannya, selama lebih dari dua puluh tahun ini merawatku. Ya sejak aku lahir simboklah yang merawatku. Hingga kini, umurku sudah 20 tahun 4 bulan 13 hari.
14 Mei ini aku mengikuti wisuda S1 ku dengan usaha sangat melelahkan sebelumnya. Namun terbayar dengan hasil yang sangat memuaskan, ipk 3,9 dan akhirnya namaku bertambah gelar, Hasna Althafia Putri, S.H
"Ayo kita berangkat?" Ajak mas Yoga setelah selesai sarapan.
Wish putih hadiah dari Mama saat ultahku beberapa bulan lalu, membawa kami menuju gedung Grha Sabha UGM.
Mas Yoga memang tidak ikut masuk, karena pastinya undangan hanya untuk 2 orang. Namun mas Yoga setia menunggu di luar gedung demi aku, adik yang selalu di jaganya. Dan pastinya akan datang juga mas Attar dan Sarah.
Dengan bangga aku menaiki podium sebagai wisudawati termuda. Peraih ipk tertinggi.
Alhamdulillah, terima kasih Yaa Allah atas segala nikmatMu hingga saat ini.
Tak henti dalam hati aku mengucap syukur padaNya.
Melihat Papa dan Mama sangat bahagia, aku senang, aku merindukan suasana ini, Papa dan Mama bisa tersenyum tertawa bersama. Meski aku tahu, ini hanya sekejap.
"Selamat ya Hasna, jadilah wanita hebat nak. Dengan segala ilmu dan kemampuanmu." Mama memelukku erat membuat air mata bahagia menetes dengan sendirinya.
"Selamat ya Na. Papa sangat bangga padamu. Bersiaplah maju memasuki langkah baru." Berganti Papa memelukku dan menepuk pundak di akhirnya.
💐 "Selamat adikku, sukses ya. Tetap jadi gadis yang kuat Na." Mas Yoga memelukku erat sekali, aku tahu dia menahan tangisnya, gengsi.
💐 "Selamat Na, barakaallah untuk gelarnya. Semoga bermanfaat untuk banyak umat." Mas Attar menyalamiku mantap.
💐 "Congrats my twin.... Sukses selalu ya... Doain aku segera nyusul juga..." Siapa lagi kalau bukan Sarah.
"Buruan makanya bu dokter, bapak boss sudah siap melamar tuh." Balasku.
"Kita makan siang di luar yuk? Mama udah reserved restoran ikan." Dan kami mengiyakan ajakan Mama.
Namun tak lupa kami menyempatkan berfoto ria.
Meski dalam perjalanan akhirnya Papa mengajak untuk ke studio foto mengabadikan moment ini.
Dan aku yakin foto ini akan jadi foto sangat terkesan buatku. Karena fotonya lengkap, ada Papa dan Mama, yang entah sudah berapa lama tak pernah ada lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
terima kasih nafas ku (selesai) ✅
Contokisah seorang gadis selalu bahagia, meski apapun yang ada di hadapannya. kedua orang tuanya yang berpisah tak membuatnya menjadi hancur dalam membayangkan masa depannya. berkali luka yang tergores karena kata cinta tak menjadikan bekas yang dapat te...
