8

148 6 0
                                        

Happy graduation...

Satu tahun telah terlewati, aku menginjak tingkat 2 kuliahku. Aku berniat mengejar percepatan. Agar dapat selesai dalam dua setengah tahun atau setidaknya tiga tahun. Seperti mas Yoga.

Ya, mas Yoga akhirnya akan menyandang gelar S.E nya tahun ini. Setelah menyelesaikan kuliahnya selama tiga tahun.

Mas Yoga akan segera memegang penuh tampu kepemimpinan perusahaan beton peninggalan papanya, pakdeku.

"Ke wisuda sama siapa Mas besok?"

"Papa lah pasti." Jawabnya mantap

"Maksud aku selain Papa sama siapa?"

"Mama gak bisa katanya. Jadi aku ajak bidadariku aja."

"Duhhh yang udah mantep sama bidadarinya..... Aku mah apa atuh..."

"Jelas. Aku punya bidadari dari 18 tahun lalu. Kurang mantep apa coba."

"Haaahhh? Maksudnya?"

"Hasna Althafia Putri. Emang gak pernah peka nih anak ya. Haduhhhh, punya bidadari kok gini amat. Pantes aja Attar sabar banget...

"Kok malah jadi ngledekin aku sih! Udah gak di ajak wisuda. Di ejek lagi. Kakak macam apa yang aku punya ini!" Sela ku

"Nana, yang di maksud Yoga bidadarinya itu ya kamu." Jelas Papa mengakhiri keributanku dan mas Yoga di meja makan pagi ini.

"Sudah. Papa berangkat. Kalian baik baik." Pamit Papa meninggalkan meja makan setelah aku dan mas Yoga bersalim.

"Puas? Jelas? Paham?"

"Hehehe...ya lagian ngomong pake muter muter. Asikkk ikut deh aku jadinya." Girangnya aku.

"Ehh. Tapi Sarah gak marah tuh gak di ajak wusudaan Mas?"

"Enggaklah. Dia juga tau kan ada kamu yang lebih berhak dampingi aku wisuda. Sarah tetep ke gedung kok sama Attar juga. Tapi nyusul aja. Kamu ijin ya besok, nanti temuin dosen pengajar besok."

"Siap. Pastilah. Ya udah aku berangkat ya. Baik baik ya pak pengusaha muda ku."

"Gak usah centil. Inget ada Attar."



Pagi pagi rumah sudah heboh.
Simbok ribet nyiapin sarapan.
Pak Aspar bolak balik buka pintu terima buket bunga ucapan selamat.
Papa juga sibuk mutar jadwal meeting.
Aku mondar mandir cari stelan blazer yang ca'em.
Dan si empu acara pusing pilih stelan jas nya.

Undangan wisuda pukul 09.00 dan sekarang masih kurang dua jam.
Kami bersiap untuk sarapan dulu.

"Ganteng juga ternyata jagoan..." Puji Papa

"Turunan kan... Weisss formal bu...rapih. Udah beneran kaya eksmud Na."

"Baru nyadar...hehehe..."

"Yog, selamat berjuang menghadapi panas terik dunia usaha ya nak."

"Iya Pa. In shaa Allah aku siap lanjutkan perjuangan alm.papa dan Papa juga pastinya. Bimbing aku terus ya Pa."

"Pasti Yog."

Camry putih eklslusif pun akhirnya terparkir di halaman gedung ballroom tempat acara wisuda mas Yoga digelar. Kami turun dari mobil yang di kemudikan pak Aspar.

Kami memasuki gedung dan mengikuti runtutan acara wisuda.
Terdengar nama kakak tercintaku di sebut sebagai wisudawan dengan ipk tertinggi 3,89 dengan cumlaude dan termuda.
Bangga. Aku sangat bangga menjadi adiknya.
Papa juga terlihat terharu. Mungkin Papa merasa telah memenuhi kewajibannya pada alm.kakaknya dengan mendidik dan membesarkan mas Yoga dengan baik.

terima kasih nafas ku     (selesai)  ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang