27

154 11 2
                                        

Amanahmu,

Lima hari sudah Attar berada di dalam ruangan icu dan belum menunjukkan perkembangan.
Hasna dan bayinya sudah di izinkan pulang kemarin lusa. Meski awalnya menolak untuk pulang, namun setelah semua menasihati demi bayinya juga akhirnya Hasna menurut dan mau pulang dengan permintaan akan datang kerumah sakit sehari dua kali pagi dan sore.

Supir rental mobil pengemudi sudah membaik dan menjalani proses hukum, karena kecelakaan di akibatkan kelalaiannya mengantuk saat mengemudi.

Semua karyawan sudah mendengar kabar yang menimpa Attar sekaligus berita persalinan Hasna.
Urusan kantor kembali Yoga serahkan pada Jaka. Dengan bantuan Ardan. Karena Yoga sedang tidak sanggup memikirkan kantor. Dia akan fokus pada adiknya juga adik iparnya.

Papinya Attar sendiri berusaha menguatkan diri agar istrinya tidak rapuh.
Begitupun putra bungsunya, belajar saling menguatkan.

Sore ini Hasna kembali ke rumah sakit bersama Yoga dan kedua mertuanya.
Di dalam ruangan terlihat dokter Tian sedang memberikan tindakan. Mereka dapat melihat melalui jendela kaca saja.

"Om, Tante, Hasna, Yoga, doakan semoga Attar segera sadar. Tadi sempat ada tanda tanda di tunjukkan kesadaran Attar tapi baru sekilas." Terang dokter Tian.

"In shaa Allah, mas Attar pasti kuat. Dia pasti segera bangun. Dia sangat menunggu anaknya lahir." Jawab Hasna.

"Jika kondisinya terus normal, kita bisa pindahkan ke ruangan rawat. Biar bisa lebih mudah untuk keluarga. Dan bisa membawa bayinya, siapa tahu dengan adanya anaknya bisa memberikan respons."

"Betul itu dok, saya setuju."

"Tapi dengan catatan kondisi Attar stabil Om. Saya baru memindahkan."

Hari delapan dokter Tian berani memindahkan Attar ke ruang vip dengan tetap pengawasan intensif. Karena selama tiga hari terakhir kondisinya stabil meski belum bangun dari komanya.

Dan sekarang, Hasna bersama bayinya serta kedua mertuanya berada di ruangan rawat Attar.

Seperti kata dokter Tian, semoga dengan interaksi tangis bayinya dapat membangunkan Attar dari tidurnya.
Astian belum menjelaskan keadaan sebenarnya pada keluarga Attar. Karena memang kondisinya bisa dinyatakan stabil.
Dan analisa Astian akan melakukan pemeriksaan lanjutan setelah Attar sadar saja, agar mengetahui keluhannya juga.
Karena secara kasat mata luka luka yang di alami Attar sudah tertangani baik. Hanya masalah di bagian janntung yang masih menjadi pertanyaan untuk Astian.

"Mas, bangun dong, kamu gak pengen gendong anak kamu emangnya, dia mirip banget sama kamu tau, aku gak kebagian apa apanya." Hasna menyentuhkan telapak tangan mungil putranya pada punggung tangan Attar.
Selalu seperti itu, Hasna berusaha mendekatkan putranya dengan sang Ayah.
Apalagi jika bayinya menangis, Hasna akan segera mendekatkan pada suaminya. Berharap suaminya akan terbangun dengan tangis putra mereka.

Di sisi lain, ada tatapan tak tega dari kedua mertuanya. Bagaimana mereka selalu melihat anak menantunya berusaha kuat di depan semua namun pasti menangis saat hanya bertiga dengan suami juga bayinya.

Hampir dua minggu Attar masih setia terpejam.
Meski beberapa kali menunjukkan pergerakan. Bahkan sempat terlihat meneteskan airmata saat bayinya menangis.

Dokter Astian selalu menjawab semoga Attar segara terbangun, dengan menunjukkan tanda tanda reaksinya itu.

Genap dua puluh hari Attar koma.
Bayi laki lakinya juga sudah berumur dua puluh satu hari. Namun Hasna belum ada jawaban apapun saat di tanya tentang nama putranya. Keluarga juga bingung. Aqiqah yang di adakan bahwa belum bisa menyebut nama, hanya menyertakan nama kedua orang tua bayi.
Aqiqah keluarga serahkan pada panti asuhan saja mengingat keadaan mereka saat ini.

terima kasih nafas ku     (selesai)  ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang