Yasha menekuk wajahnya mood nya hancur berantakan. Siapa saja pasti tidak tahan di marahin, apalagi ini Hanna.
Sungguh di ceramahin Hanna itu tidak enak, apalagi kalau ceramahnya panjang hingga kuping Yasha terasa panas.
Ini sudah subuh dan Yasha baru bangun berniat untuk ikut sahur dan pergi ke masjid untuk shalat jamaah.
Yasha dapat tugas dari sekolah untuk menulis ceramah subuh seperti yang di lakukan oleh Yoda tempo hari.
"Makanannya di makan dek!" Yasir menegur ketika melihat piring Yasha yang masih utuh dengan Nasi juga makanan empat sehat lima sempurna nya.
"Belum napsu untuk makan Yasha, Pih."
Yasha mengaduk nasi, mengingat percakapan semalam dengan Mamihnya lagi.
"Dek..." Hanna yang kali ini menegur. Karena gregetan metelihat Yasha yang malah memainkan makanannya.
"Iyah-iyah ini Yasha makan."
Yasha menyuapkan nasinya dengan malas ke dalam mulutnya. Sebenarnya bisa saja membantah tapi mengingat omongan semalam sebaiknya Yasha urungkan lebih baik menurut dulu dan mengistirahatkan telinga Yasha dari Omelan Hanna.
"Ge,Yoda kemana kenapa belum ada?"
Hanna bertanya pada anak sulungnya, Gerdylan yang semula melahap semangat makanannya seketika berhenti ketika mendapat pertanyaan, dan kembali mengingat perkataan adiknya semalam.
"Kayaknya gak akan sahur Mih, dia punya ayam Chicken jadi makan sahurnya tadi malam."
"Beneran kuat emangnya cuman makan malam tadi, nanti malah nangis lagi gak di bangunin sahur. Terus siangnya ngerengek minta batal karena lapar engga sahur."
Hanna mencoba meyakinkan Gerdylan, sebab dia tidak mau mengulang kejadian tahun lalu dimana Yoda tidak sahur karena tidur lagi setelah di bangunkan.
Akhirnya anak itu kelaparan di tengah hari dan menangis ingin batal puasa.
"Ya udah kalau sampai dia marah gak di bangunin bukan tanggung jawab Mamih lagi ini yah!"
Gerdylan mengangguk mereka semua menghabiskan makan sahur, lalu adzan subuh berkumandang. Segera masing-masing dari mereka bersiap untuk pergi ke masjid.
Gerdylan pergi ke kamar Yoda berniat untuk membangunkan adiknya itu, suasana kamar itu gelap, jadi Gerdylan menyalakan lampu kamar.
Menghampiri Yoda lalu terkejut ketika melihat semut yang mengerubungi kasur Yoda. Ada ayam crispy yang masih utuh namun di lapisi semut.
Gerdylan menganga, lalu dengan cepat membangunkan Yoda. Anak itu tidak segera membangun, Yoda menggaruk wajahnya berkali kali kala gatal menghinggapi.
"Dek bangun ayamnya di makan semut itu liat!"
Mendengar kata ayam mata Yoda terbuka, mengingat-ingat tentang ayam lalu matanya melotot sembari terduduk dengan refleks.
Yoda melihat Ayam yang berniat di makannya malam tadi belum sempat dia cicipi karena rasa ngantuk yang langsung menguasai hingga lupa menaruh ayamnya terlebih dahulu.
"Ka, gimana ini." Yoda memindahkan ayamnya lalu membawanya ke kamar mandi agar semut nya tidak menyebar kemana-mana.
Gerdylan membantu membersihkan semut yang ada di kasur, mengibas-ngibas hingga tidak ada lagi semut di kasur.
"Makanya dek, jadi orang jangan serakah. Coba semalam ayamnya untuk Kaka aja, kan gak akan nubazir itu ayam."
Yoda menghampiri Gerdylan dengan lesu, hilang sudah kesempatan makan ayam kali ini. "Padahal itu ayam udh berasa di mulut, kenapa gak aku abisin coba semalam." Yoda menyalahkan dirinya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
YASHA
Roman pour Adolescentsini hanya cerita keseharian Yasha dan keluarganya dalam menjalani Ramadhan.
