5. Lira Elfira

44.7K 2.9K 57
                                        

Hari ini adalah pertama kalinya dalam kehamilannya ia merasa mual dan kepalanya sedikit pusing, maka dari itu dia memilih untuk tidak ikut upacara bendera. Gadis itu pastinya tau bahwa yang dia rasakan tadi pagi hingga saat ini adalah gejala kehamilannya.

Selain aborsi, ini lah yang dia takutkan. Dia harus bersikap baik-baik saja walau dia merasa mual atau kepala nya terasa pusing. Seperti saat ini, dijam istirahat dia harus tetap mengikuti Sofiya dan teman-temannya ke kantin.

Mencium berbagai wangi makanan ini membuatnya bertambah mual, ditambah lagi saat ini ia harus mengantri, berdiri lama di antara murid  lainnya untuk mengambilkan makanan Sofiya dan temannya.

"Eukh uekh." Lira benar-benar tidak tahan lagi. Dia menutup mulutnya berusaha untuk tidak nengeluarkan suara. Beberapa siswa pun mengalihkan fokusnya kepada Lira.

"Eukh eukh." Sambil menutup mulutnya rapat ia berusaha keluar dari kerumunan siswa yang mengantri dan dia langsung pergi ke toilet.

"Eh itu Lira ngapain kabur, dari tadi udah ditungguin." ucap Nawang.

"Cepet cepet ikutin dia." pinta Sofiya.

"Ayo Sof sekali-kali kita yang pesen makanan." ajak Wina.

"Ayo deh." jawab Sofiya malas.

Di toilet Lira benar-benar memuntahkan isi perutnya untuk menghilangkan rasa mual yang sudah lama ia tahan. "Eukh eukh." tubuhnya melamas.

Sementara Nawang diam-diam mendegarkan hal itu. Dia juga mengirim pesan ke Sofiya dan menceritakan yang saat ini ia dengar.

"Eh eh baca nih." Sofiya memperlihatkan layar hp nya.

"Sof jangan-jangan dia hamil, kan waktu itu jelas banget kita lihat dia masuk kamar."

"Maybe. Tapi gue masih penasaran siapa yang hamilin dia."

"Pasti pelayan di pesta ulang tahun lo. Gak mungkinkan orang suruhan gue ngasih itu obat ke tamu undangan, yang ada malah seneng si Lira, kan tamu undangan lo orang kaya semua." jawab Wina enteng.

"Wina pinter banget sih. Btw minggu depan Lira ulang tahun loh. Sarah gak sabar mau kasih surprise. " Ucap Sarah yang dari tadi hanya diam menyimak.

"Iya dong harus dikasih surprise, harus lebih seru dari yang tahun lalu pokoknya." Sahut Sofiya tersenyum miring.

***

Hari-hari di sekolah yang memang tidak membahagiakan semakin terasa seperti neraka bagi Lira saat teman- teman sekelasnya curiga dan terus menghujami nya dengan pertanyaan-pertanyaan tentang kehamilannya.

"Kata Sofiya lo hamil ya?"

"Kenapa lo tadi di kantin muntah-muntah?"

"Siapa laki-lakinya?"

"Eits dari sekarang kita panggil Lira dengan mama Lira aja. Hahahaha"

Sementara Lira lebih memilih menundukkan kepalanya dan memejamkan matanya.

Di tengah tekanan seperti ini, keyakinan Lira untuk aborsi pun semakin besar.

***

Setelah menahan rasa mual dan sakit kepalanya berjam-jam di dalam kelas, Lira akhirnya bisa lega saat bel pulang sekolah berbunyi.

Alih-alih cepat beranjak untuk pulang, gadis itu malah tetap diam di tempat duduknya dengan mata sayupnya yang sibuk menggikuti arah jalan teman-teman nya ke keluar kelas. Ingin sekali berterak, "Tunggu aku, jangan tinggalkan aku, tolong bantu aku berdiri."

Teen Unplanned PregnancyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang