Cerita ini aku publish ulang. Aku buatnya udah agak lama jadi maaf kalau agak freak dan tidak sesuai dengan aturan kepenulisan.
Ada beberapa yang aku benahi untuk mengurangi hal-hal yang cringe.
Setelah aku diemin lumayan lama tenyata banyak banget hal menggelikan yang aku tulis di sini. Moga aja sedikit berkurang hehe.
Jangan lupa vote sebelum membaca!
*****
Tala berjalan mondar-mandir di kamarnya. Sesekali ia menatap layar ponsel yang ia pegang. Bingung harus menuruti kemauan Atlantis untuk mengirim alamat rumahnya atau tidak.
Ia pun duduk di tepi ranjangnya. Sebenarnya ia malas jika harus berhadapan dengan Atlantis. Tapi ada baiknya jika ia segera menuntaskan urusannya dengan lelaki itu.
Tala menghidupkan layar ponselnya . menekan aplikasi berwarna hijau lalu mencari nama seseorang yang sejak tadi membuatnya bimbang. Kedua ibu jarinya bergerak lincah di atas papan keyboard ponselnya.
To: Atlantis Regantara
Tala Faghira : perumahan cempaka jl. Patimura no. 9
Send.
Tidak membutuhkan waktu lama ponselnya langsung berdering menandakan ada pesan masuk. Tala menghela nafas kasar saat melihat isi pesan yang dikirim Atlantis.
Atlantis Regantara: oke. Bentar lagi gue jemput lo. Gak usah dandan cantik-cantik, nanti gue suka.
Tala memilih untuk tidak membalas. Ia membiarkan ponselnya tergeletak di atas kasur lalu berjalan menuju lemari pakaiannya. Memilih baju mana yang akan ia pakai. Pilihannya jatuh pada jaket kulit berwarna hitam dan celana jeans highwaist berwarna senada.
Beberapa saat kemudian Tala sudah selesai berganti baju. Ia berdiri di depan cermin samping ranjangnya, bergaya bak model papan atas. Memastikan apakah penampilannya sudah oke apa belum. Dirasanya sudah pas, Tala merapikan rambutnya yang sedikit berantakan. Tak lupa memoles wajah cantiknya dengan sedikit bedak.
Wait, tidak biasanya ia berdandan seperti itu. Apalagi sampai memakai bedak. apakah dirinya sedang berdandan untuk Atlantis?
Tidak. Ia tidak melakukannya untuk Atlantis, melainkan untuk dirinya sendiri. Lagipula sebagian besar perempuan pasti ingin terlihat cantik ketika hendak keluar rumah, kan?
Diambilnya ponsel yang tergeletak di atas kasur. Ia melihat nama Atlantis terpampang di notifikasi ponselnya. Rupanya lelaki itu sudah mengirim pesan sejak setengah jam yang lalu. Selama itukah ia berdandan. Padahal biasanya Tala hanya membutuhkan waktu lima belas menit untuk bersiap-siap.
Atlantis Regantara: Gue udah sampe.
Atlantis Regantara: Lama banget sih. Udah dibilangin gak usah dandan cantik-cantik.
Atlantis Regantara: Cepetan woy. Gue digodain tante-tante gendut nih.
Atlantis Regantara: Ada yang kribo juga.
Tala mendengus malas. Memasukkan ponsel ke dalam saku jaket, ia lantas keluar lalu turun ke lantai bawah.
Tala membuka pintu gerbang rumahnya. Menampilkan Atlantis tengah duduk di atas motor sambil menatapnya dari atas sampai bawah. Ditatap seperti itu membuat Tala salah tingkah. Refleks ia menunduk, menatap penampilannya sendiri. Tidak ada yang salah dengan penampilannya. Lantas mengapa lelaki itu menatapnya seperti itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
AR [SUDAH TERBIT]
Teen Fiction[Tahap publish ulang.] Ini cerita pertama yang aku buat. Bikinnya ngebut (kebelet ending) dan nggak mikir panjang soal dialog maupun alur. Jadi maaf ya kalau agak freak dan tidak sesuai dengan aturan kepenulisan. #1 fiction 2020 #1 gengmotor 2020 #2...
![AR [SUDAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/225399536-64-k360254.jpg)