26

5.4K 514 14
                                        

• Happy Reading •

.

.

.

Satu hari sebelum hari pernikahan dan Sakura terbangun di pagi hari dengan keadaan yang mengenaskan.

Kakashi berada diambang pintu kamarnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Lelaki setengah abad itu berjalan masuk menghampiri muridnya, hatinya terasa berat melihat kondisi Sakura sekarang. Ternyata kemarin Sakura tidak benar-benar baik-baik saja, dan bodohnya Kakashi tidak menyadarinya. Ia merasa bersalah sekarang.

Pria berambut perak itu duduk melipat kaki diatas tatami, Sakura yang masih duduk didalam gulungan futonnya mengusap mata berkali-kali. Tangan kanan Kakashi bergerak merapihkan helaian rambut Sakura yang terjatuh menutupi wajah ayunya.

Kakashi sudah tahu, semuanya. Shikamaru sudah memberitahunya, semua yang sudah terjadi tak sepenuhnya kesalahan Gaara.

"Mau mendengarkanku?" rokudaime hokage itu membuka suara, Sakura hanya mengangguk sebagai balasan.

"Aku tahu, masalahmu dengan Gaara."

Sesaat gadis itu menahan napasnya, "Ya, tenang saja sensei, aku  akan tetap menikahinya."

Helaan napas lembut keluar dari Kakashi, pria itu tersenyum tulus dibalik maskernya. "Dengan keadaan hubunganmu yang seperti ini kau yakin akan menikahinya?" Sakura mengangguk pelan.

"Apa kau sudah memberi Gaara jeda untuk menjelaskan semua yang terjadi?"

Sakura tak menjawab, tangan Kakashi yang masih menempel dipucuk kepalanya ia tepis pelan. "Pernikahan itu hal yang suci, kau harus menjalankannya dengan ketulusan hati. Kurasa Gaara sudah pernah meberitahu akan hal itu,"

"Ya, tapi kenyataan nya apa sekarang sensei?"

"Kurasa kau juga tahu bahwa Gaara itu orang yang teguh dengan pendiriannya."

Sakura menggigit bibir bawahnya, tangannya meremas selimut kuat-kuat.

"Belum tentu yang kau lihat itu sesuai dengan kenyataannya. Kau tidak bisa menyimpulkan hanya dengan sudut
pandangmu," mendengar ucapan sang guru, Sakura membuang napasnya kasar. Hilang sudah semangatnya dihari terakhir sebelum melepas masa lajangnya.

Kakashi berdiri, "Kurasa kau butuh hiburan, pergilah mengelilingi Suna. Mungkin itu bisa menenangkan pikiranmu,"

Srak!

Pintu kamarnya kembali terutup. Sakura mengusap wajahnya, terlihat frustasi. Kakashi ada benarnya, ia tak bisa menyimpulkan hanya dengan satu sudut pandang, pikirannya terlalu kacau.

"Mungkin aku memang butuh hiburan,"

"Mungkin aku memang butuh hiburan,"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
𝓴𝓪𝔃𝓮𝓴𝓪𝓰𝓮'𝓼 Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang