Chapter 30

173K 22.3K 16.6K
                                        

P E M B U K A A N

P E M B U K A A N

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Aksa Keanu Januar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Aksa Keanu Januar

Sean Bintang Danditya ***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sean Bintang Danditya
***

Belum oleng, kan? Masih di tim masing-masing? (≧∇≦)/ btw, tim siapa nih?

Siap ramein, lagi? 😇

Kasih emot buat part ini, sebelum dibaca ❤
***

Mengabaikan rasa lelahnya, Sean memasuki lift menuju lantai lima belas tempat di mana ruangan sahabatnya berada. Mendapat kabar jika Agatha sakit, Sean sudah tidak bisa diam saja. Ini sudah melewati batas. Ia harus berbicara pada Daniel. Kalau pun nantinya Angel marah, Sean tidak peduli. Ia merasa langkahnya sudah benar.
Terlepas dari masalah Angel, Daniel adalah sahabatnya. Status itulah yang membuat Sean berani untuk mengingatkan.

Baru hendak membuka pintu, pintu dibuka dari dalam. Muncul lah Putri, istri dari Daniel yang tengah hamil muda.

"Sean? Tumben ke sini nggak bilang-bilang," ucap Putri basa-basi.

"Kebetulan ada lo. Boleh gue masuk?"

Perasaan Putri mulai tidak enak. Melihat bagaimana wajah Sean, Putri memiliki firasat jika ada hal buruk yang akan terjadi. "Silakan, tapi Daniel lagi keluar sebentar."

Tears In HeavenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang