Young Mom [Part 3]

810 109 43
                                        

[Banyak kata-kata kasar. Hati-hati.]





















Pintu terbuka dan kim menoleh ke arah sana. Disitu berdiri heeyul dan hwang yang sedang menatap ke arahnya.

"Hei," ucap kim ke heeyul sambil tersenyum.

"Mama cakit?" Heeyul langsung menghampiri kim sambil berlari kecil. Batita itu menaiki kasur yang ditiduri kim dan duduk di pangkuan kim.

"Nggak sayang, mama gak sakit. Mama kelelahan gara-gara gendong kamu. Kamu berat sih." Kim mengusap poni ratanya heeyul sambil tersenyum, sejenak ia melirik ke arah pintu dimana hwang tadinya masih berdiri melihat mereka. Namun, pria itu kembali menutup pintunya dan tidak jadi masuk ke kamar.

Kim berusaha menguping, memastikan kalau hwang sudah benar-benar pergi. Kemudian, ia membawa heeyul ke dalam pelukannya.

"Aku ndak belat mama." Heeyul cemberut sebentar.

"Iya sayang, makanya heeyul jangan cepet besar, nanti heeyul gak bisa digendong mama."

"Iya mama, eung... Heeyul bakal jalan cendili, bial mama ndak cakit path gendong heeyul."

Kim tersenyum, lalu dengan segera ia memeluk heeyul.

"Heeyul, maafin mama ya. Mama bikin kamu takut tadi. Mana yang sakit, nak?" Kim dengan raut wajah khawatir meraba tangan heeyul dan mencium tangan anaknya.

"Ndak mama. Kata papa, mama lagi cakit, jadinya mama ndak cengaja." Tutur batita itu.

Kim hyunjin menghela napasnya pelan. Ya tuhan, kenapa harus secepat ini hwang hyunjin menemukan mereka? Seharusnya heeyul tak boleh tau perihal tentang papanya, seharusnya kim membiarkan heeyul tidak mengenali papanya.

Akan tetapi, takdir terlalu rahasia hingga memberikan dirinya kejutan yang membawanya kembali ke rumah ini lagi. Bersama heeyul pula.

"Heeyul, tadi ngapain aja selama mama gak ada?"

Heeyul menatap kim dengan mata polosnya. Sejenak ia semakin tertegun melihat wajah heeyul yang semakin lama semakin mirip dengan hwang.

"Eung... tadi heeyul main cama papa, telus papa mau beliin boneka balbie. Telus eung... heeyul mau tinggal dicini mama."

Dada kim kian memberat. Ternyata hwang sudah mendoktrin anaknya untuk tinggal disini. Kim tidak mau heeyul meninggalkannya, kim tidak mau heeyul malahan memilih bersama papanya. Di dunia ini yang ia punya hanya heeyul, maka dari itu ia tidak bisa hidup tanpa heeyul.

"Kita harus pergi dari sini. Ini bukan tempat tinggal kita, ini rumah orang. Dan heeyul gak boleh tinggal sama papa disini."

"Emang kenapa mama?" Tanya heeyul.

"Soalnyaㅡ"

Meskipun heeyul tidak mengerti apa yang dibicarakan, akan tetapi sulit sekali mengucapkan kejujuran kalau kim memang tidak mau berlama-lama disini. Hwang pasti sudah tinggal bersama yeona di rumah ini. Wanita pengkhianat itu pasti tidak akan segan-segan untuk menyakiti dirinya dan heeyul.

"Mama gak mau kamu dalam bahaya, heeyul. Kalo kamu di apartemen kamu pasti aman, lagipula nanti mama sama siapa kalo heeyul tinggal disini?" Kim berpura-pura pundung agar heeyul bisa dibujuk untuk pulang.

"Ndak boleh, heeyul mau cama mama aja." Heeyul memeluk leher mamanya.

Kim tersenyum dan membawa heeyul ke dalam pelukannya. Sebenarnya ia harus pergi dari sini secepatnya, ia tidak mau heeyul malah cepat-cepat tergiur dengan ajakan hwang. Apalagi hwang itu sangat pintar dalam merayu. Ia harus bertindak egois mengenai heeyul. Wanita itu ingin hwang hyunjin mendapatkan karma yang sepadan dengan dirinya.

[1] Amore ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang