Kondisi Rany nampaknya sudah lebih baik. Keberadaan Kaisar sangat berpengaruh dalam penyembuhannya.
Yang selalu menjaga Rany di rumah sakit itu Kaisar. Romantis ya? Hehe:)
"Dok, Rany kenapa masih belum sadar juga? Dia di sini sudah empat hari tapi belum sadarkan juga"tanya Kaisar pada Dokter yang memeriksa Rany.
Rany sekarang sudah di pindahkan di ruang rawat, tapi masih menggunakan beberapa alat medis yang tidak biasanya.
"Sabar Kai. Setelah melewati 'titik', Rany berada di fase koma. Ya, bisa di bilang seperti itu. Tapi kondisinya itu sudah lebih baik. Mungkin besok dia sudah sadarkan diri"jelas Dokter
"Syukurlah. Merepotkan sekali saat dia sakit"Kaisar menjadi cerewet? Ya ampun! Apa ini gara gara Rany!
"Hahaha. Saat dia sakit kau bilang merepotkan tapi saat nyawanya sudah tidak ada air matamu keluar membanjiri wajah Rany. Dasar anak muda"Dokter berkata dan berlalu pergi
Kaisar hanya menggaruk garuk tengkuknya, yang di katakan Dokter benar. Saat Rany hampir kehilangan nyawa, airmatanya tak berhenti tapi saat Rany sudah sedikit sembuh, Kaisar malah menyebutnya merepotkan.
"Ran, cepat bangun! Lo pikir enak apa di sini terus. Bau obat sangat menyengat, lo gak bosen apa tidur selama empat hari berturut turut? Haduh"jelas Kaisar pada Rany yang tergeletak di ranjang rumah sakit.
"Lo tau, nyokap bokap lo itu gak punya hati! Kalau aja gue bawa pistol waktu itu, udah gue bunuh mereka. Pake bilang lo bukan anaknya lagi? Lah terus lo anaknya siapa? Orang utan? Setelah lo sembuh gue akan bawa lo keluar dari rumah jahanam itu. Mereka pikir siapa mereka? Melahirkan anak tapi tidak merawatnya"Kaisar ini seperti orang gila, bicara dengan orang yang tidak sadarkan diri.
"Dasar anak bodoh. Mau maunya di buat sesuka hati sama orang orang itu"tambah Kaisar
"Kamu bilang aku apa?"siapa lagi yang menimpali pertanyaan seperti itu sedangkan di ruangan itu hanya ada Rany dan Kaisar. Lalu?
"Anak bodoh! ... ha? Siapa yang bicara? ... Ra--Ra--Rany? Bukannya? Lo?"Kaisar melihat Rany yang sudah membuka matanya.
"Kenapa? Mas bilang aku bodoh? Mas bilang aku anak dari orang utan? Kamu bilang aku merepotkan? ... ssshhh awww"Rany mencoba bangun dan duduk di ranjang tapi ternyata kepalanya terlalu pusing jadi dia memilih tiduran saja.
"Ehh lo gak apa apa? Makannya kalau lagi sakit di ilangin dulu galaknya. Gak biasanya"
"Kenapa? Itu kan yang Mas bilang tadi? Orang utan? Anak bodoh? Merepotkan?"
"Ya sudah pergi saja dari sini jika membuat mu merepotkan"tambah Rany.
"He? Gue di sini dari lo masuk sampai sekarang? Saat sadar bukannya terimakasih malah ngomel ngomel gak jelas!"balas Kaisar tak mau kalah
"Yang nyuruh Mas di sini dari awal siapa? Gak ada kan?"Rany menimpali lagi
"Ya udah, gue pergi! Tapi jika lo butuh bantuan. Jangan coba coba menghubungi. Dasar cewek, udah salah gak mau minta maaf? Apa para kaum perempuan itu maunya bertengkar, dan jika dalam masalah tidak mau minta maaf! Apa sulitnya minta maaf ha?"ucap Kaisar berjalan keluar
KAMU SEDANG MEMBACA
LIBERTY ✅
Teen Fiction"Aku telah mengorbankan semua masa masa pertumbuhan ku di rumah Mama. Aku ingin kebebasan, aku ingin bebas dari semua kekangan Mama!" Rany, gadis yang menghabiskan hidup terkurung di dalam penjara besar milik Ibu kandungnya sendiri. Gadis itu pern...
