Malam sudah larut, sudah banyak tamu undangan yang pulang. Hanya tersisakan Rany, Kai, Andre, dan Vivi!
"Ciee udah sah!"goda Vivi pada Rehan dan Rara.
"Udah bisa malam pertama! Siap siap Ra, malam pertama itu malam yang menegangkan khususnya para wanita!"bisik Andre pada Rara
"Apaan sih lu! Jangan ngadi ngadi deh! Udah sana pulang. Vi, bawa kakak lo pulang!"omel Rehan
"Iss iya iya!"jawab Vivi.
Sebelum pulang, Vivi memeluk Rara terlebih dahulu lalu menyeret Andre pulang.
"Kalian udah baikkan kan?"tanya Rara pada Kai dan Rany.
Kai dan Rany tersenyum lalu saling melempar tatapan.
"Bagus deh. Semoga udah gak ada hambatan buat kalian lagi!"timpal Rehan
Mimik wajah Rany berubah. Ini salah, dia sudah jadi tunangan Bima. Bagaimana menjalin hubungan dengan Kai lagi jika dia masih menjadi tunangan Bima?
"Kamu gak apa apa?"itu Kai.
Semudah itu kata 'gue-elo' berganti 'aku-kamu'
"Gak Kai! Yuk pulang!"ajak Rany
Kai mengangguk
"Sekali lagi selamat ya Ra, Han, semoga jadi keluarga samawa! Aamiin"ujar Rany
"Aamiin, makasih ya Ran! Yaudah lo pulang gih! Hati hati"balas Rara
"Anterin Kai. Jangan sampai khilaf!"timpal Rehan
"Iya!"sahut Kai
***
Di tempat Bima, di pesisir pantai! Bima merutuki semua yang terjadi padanya. Kadang di saat harapan telah ada malah objek dari harapan itulah yang hilang dan menjauh. Ini sama yang di alami Bima.
"Kenapa? Kenapa di saat hati ini udah sayang dan cinta sama lo, hati lo jadi milik orang lain selain gue!"teriak Bima
"Gua gak mungkin bisa lepas lo dengan mudah. Tapi gua juga gak mau ada keterpaksaan diantara kita!"
"Kenapa ini selalu terjadi sama gua? Kenapa dunia percintaan gua gak selalu berjalan mulus?"teriaknya lagi
"Kenapa kenyataan seperti ini harus terbongkar di saat yang tidak tepat?"
"Gua harus apa tuhaaaan?"teriaknya
Ini fakta yang buruk untuk Bima. Sulit untuk ada di titik ini, dia sudah mencoba membuka hati untuk Rany saat hubungannya putus dengan kekasih sebelumnya dan saat rasa itu tumbuh di hati Bima, Rany malah ingin keluar.
***
Rany dan Kai sedang di perjalanan, dengan Kai yang terus menggenggam tangan Rany lebih erat.
"Kai! Ini salah!"ujar Rany mencoba untuk tau posisinya sekarang
"Salah gimana? Ohh, aku megangnya terlalu kenceng ya? Maaf ya!"balas Kai mengelus tangan Rany
"Bukan itu, aku ini masih jadi tunangan Bima! Kamu tau itu kan?"
Seketika itu, mobilnya Kai di rem secara mendadak dan memberi celah dalam pegangan tangannya juga tangan Rany.
"Gak, aku gak tau! Yang aku tau, kamu adalah milik aku. SE. LA. MA. NYA!"tekan Kai pada ucapannya
"Kamu lihat ini? ... ini cincin tanda aku sama Bima itu akan segera menikah! Jika aku gak nikah dengan dia maka dampaknya akan berpengaruh besar sama perusahan Papa! Aku minta maaf, tapi itu adalah kenyataan"ujar Rany memperlihatkan cincin di jari manisnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
LIBERTY ✅
Novela Juvenil"Aku telah mengorbankan semua masa masa pertumbuhan ku di rumah Mama. Aku ingin kebebasan, aku ingin bebas dari semua kekangan Mama!" Rany, gadis yang menghabiskan hidup terkurung di dalam penjara besar milik Ibu kandungnya sendiri. Gadis itu pern...
