Hari dimana yang menegangkan bagi Rany akan segera tiba. Besok, yah. Mungkin besok adalah hari terburuk setelah pertunangannya. Kenapa kebahagian selalu tidak berpihak padanya? Bahkan untuk mendapat cinta?
"What!? Besok?" seru keduanya
Rara dan Vivi di paksa Rany menginap di rumahnya untuk membicarakan sesuatu yang akan terjadi besok.
"Ini beneran? Lu lagi gak becanda kan?" tanya Vivi mendapat gelengan kepala dari Rany
Rany menunduk, entah bagaimana hatinya sekarang. Menerima sakit tak menerima juga sulit.
"Emang ya, si Bima itu! Udah liat pake mata juga masih kekeuh lanjutin nih hubungan!" omel Rara
"Maksudnya?" tanya Rany yang memang tidak tau apa yang terjadi.
"Yaa jadi waktu di acara pernikahan gue itu. Lo sama Kai kan ngobrol di tempat yang agak sepi, terus kesempatan itu gue gunain buat nelfon Bima dan nyuruh dia ke situ sekarang dengan alasan lo lagi dalam masalah. Pas dia udah lihat dan dengar semuanya gua sih berharap dia mundur dan ngikhlasin lo buat Kai ehh taunya jadi gini!"
"Hmmm" hembusan napas pasrah terdengar dari Rany
"Maaf yah Ran, ini salah kita. Kalau aja kita gak ngerencanain ini mungkin sekarang lo gak akan menikah secepat ini! Mana sama cowo yang gak lo cintai lagi!" lirih Vivi
"Vi, gak papa kok! Aku gak marah sama kalian. Aku hanya ingin kalian ada di saat saat seperti ini. Aku gak tau gimana keadaan Kai sekarang? Dia kemana juga aku gak tau? Dia apa kabar juga aku gak tau?" lirih Rany
"Lo tenang aja kalau soal itu. Di sana ada suami gue sama pacarnya Vivi lagi tenangin Kai" ujar Rara penuh semangat
"Pacar? Vivi udah punya pacar? Siapa?"
"Itu loh raja makan!"
"Siapa? Andre maksudnya?" tanya Rany
"Ih bukan ... jangan percaya Ran! Lo sih Ra, ngapain ngomong kayak gitu?" ujar Vivi yang pipinya sudah berubah warna
"Lah emang bener! Lo sama Andre lagi deket kan? Gue tau kalian sodara tapi sodara seperti itu bisa kali!" balas Rara
"Ih apaan sih. Udah, Rany masih sedih ya. Kembali ke topik semula!"
"Gua telfon Andre ya?" sambung Vivi lagi
"Iya iya, telfon kakak pacar lo itu!" goda Rara
Vivi sudah tidak menghiraukan Rara lagi. Buru buru Vivi menelfon Kakak tirinya itu.
"Hallo?" sapa Vivi
"...."
"Lo dimana?"
"..."
"Dia gimana sekarang?"
"..."
"Vidio call aja!"
Tut
"Rany mana?" tanya Kai yang ternyata memakai hp Andre untuk vidio call
"Nih!" jawab Vivi menghadapkan Hpnya di depan Rany
Rany mendengar namanya di panggil, langsung menengok ke arah.
Deg
Tolong jika ini mimpi, jangan bangunkan Rany dari tidurnya.
Ini awal dia bertemu lagi setelah 2 hari tidak melihat wajah itu.
"Hai?" sapa Kai dari dalam Hp.
Rany tersenyum
"Aku rindu!"
KAMU SEDANG MEMBACA
LIBERTY ✅
Ficção Adolescente"Aku telah mengorbankan semua masa masa pertumbuhan ku di rumah Mama. Aku ingin kebebasan, aku ingin bebas dari semua kekangan Mama!" Rany, gadis yang menghabiskan hidup terkurung di dalam penjara besar milik Ibu kandungnya sendiri. Gadis itu pern...
