Kai Yang Amburadul

105 10 0
                                        

Posisi Kaisar sekarang memang tidak karuan. Dia juga tidak sadar apa yang dia lakukan. Ya, Kaisar nekat menyentuh bahkan mencoba barang yang tidak pernah dia sentuh. Entah jin apa yang merasukinya sampai bisa minum, minuman keras. Jika Rany tau maka Rany akan menampar nya saat ini juga.

Beberapa botol sudah berserakan di tempat itu. Posisi Kaisar yang duduk sambil memegang botol haram itu. Matanya merah, tatapan nya sendu, dipipi nya ada airmata. Sesedih itu kah seorang Kaisar?

Kaisar memang tidak pernah tertarik dengan cewek cewek yang selalu mengejarnya berbeda dengan Rany, Cewek yang ditemuinya di halte bis layaknya cewek udik membuat Kaisar menaruh harap dan cinta tapi dalam pikirannya sekarang Rany tega menghancurkan semua itu.

"Haaaaaaaaaaa!"teriak Kai melempar botol haram itu, lalu menjambak rambut nya sendiri.

"Kenapa lo lakuin ini ke gua Ran! Kenapa? Kenapa disaat gua udah sayang banget sama lo, lo malah ngalakuin ini sama gueeee! Lo pernah janji, lo pernah bilang kalau lo akan tetap jadi milik gue tapi kenapa ... kenapa lo terima perjodohan itu! Huaaaaaaaa gua benci yang namanya cinta! Gua benciii! Seharusnya  gua gak harus ngenal lo! Haaaaaaaaaa"berontak Kaisar menjambak jambak rambutnya.

Kaisar mengambil botol berikutnya, membukanya, lalu meneguk nya.
Ini bukan Kaisar yang dulu, bukan Kaisar yang bisa menyelesaikan masalahnya tanpa harus bergulat dengan minuman keras, bukan juga Kaisar yang amburadul seperti ini.

"Kai dimana ya? Dia pasti marah! Semoga gak terjadi apa apa sama kamu kai!"ucapnya di dalam kamar menatap pantulan dirinya dari cermin sambil menghapus riasannya.

Tak membutuhkan waktu lama, Rany selesai menghapus riasannya.

Dia beranjak, beralih duduk di pinggiran kasur menatap ke jendela kamar nya. Pikiran menuju ke kenangannya yang mana, Kaisar selalu muncul dari sana hanya untuk bertemu dengannya. Dengan izin ataupun tanpa izin.

Rany berjalan menuju jendela, jendela dimana Kaisar selalu tersenyum dan melambaikan tangan dari luar. Rany Menapakkan tangan di kaca jendela. Menutup mata, berusaha menghadirkan Kaisar. Keinginannya sekarang adalah adanya Kaisar diharapkannya lalu menceritakan semua ke salah pahaman ini. Tidak, itu tidak harus terjadi.

Sekilas, Rany menitikan air mata. Laly secepat mungkin ia hapus dan tersadar dengan yang dia lakukan.

"Percuma, aku harus bisa move on. Ini yang terbaik! Memang dari awal aku gak pantes buat Kai. Kai terlalu sempurna untuk aku. Ini udah bener! Kamu kuat Ran"Rany berucap dengan memaksa senyum.

"Memang! Memang lo itu gak pantes buat Kai. Lo itu terlalu rendahan untuk Kai. Bagus deh lo udah sadar sama posisi lo! Huuhf, kenapa gak dari dulu sih! Baru aja kemarin bilang, gua gak akan ninggalin Kai selama Kai masih bilang sayang sama gua! Hah, miris!"ucap Bella yang entah dari kapan datangnya sambil mengikuti ucapan Rany kemarin dan terkekeh pelan.

Rany hanya melirik sekilas pada Bella. Tanpa di gubris, Rany berjalan keluar. Melewatkan Bella yang awalnya menatap sombong berubah tatapan tidak suka.

Bagus Rany, itu adalah pembalasan halus tapi sadis untuk seorang Bella. Biar tau rasa!

Sepeninggalan Rany,  Bella kembali tersenyum. Dia sudah terlalu puas dengan apa yang dia lakukan dengan ibunya.

"Sekarang, tinggal tunggu hari pernikahannya. Kai, im coming" ucap Bella

Kaisar masih dengan posisi yang sama! Amburadul, acak acakan! Tapi sekarang dia sudah tidak minum. Pilihan hatinya sekarang adalah memilih memecahkan barang yang ada. Dia tidak sedang di rumah, karna tidak mungkin mengamuk dengan kondisi seperti ini di rumah. Bisa jantungan ibunya nanti. Kaisar berada di rumah yang dulu pernah di kasih ke Rany. Di mengamuk tepat di kamar yang pernah Rany tempati.

LIBERTY ✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang