Sedih dan bahagia akan bertemu di hari ini. Kedua orang yang saling mencintai akan bersatu di hari ini.
Siapa?
Belum ada jawaban! Yang pasti Rara dan Rehan sedang berbahagia walaupun ada drama kecil di antara mereka.
"HAH? Kok bisa sih? gue gak mau tau pokoknya temen temen gue harus dateng semuanya. Semua! SEMUANYA"teriak Rara di akhir kalimat.
"Terus gimana dong Sayang. Andi mana mungkin mau, ini baru 2 minggu lepas kematian Slify. Kasihan dia masih berduka!"jawab Rehan penuh kelembutan
"Ya' ... yaa masa sampe segitunya sih. Lagian kan bukan cuman dia yang sedih, gue sebagai sahabatnya aja masih merasa berduka. Tapi mau sampe kapan merenungi toh kita juga bakal sama kayak Slify! Udah. Pokoknya lo harus bujuk dia buat dateng ke acara ini. Bukan cuman dia tapi juga yang lain. Andre, Vivi, Kai sama Rany harus dateng!"omel Rara lagi
"Iya iya. Aku usahain"balas Rehan
♡♡♡
Di tempat Rany, gadis itu sedang mengumpulkan keberanian meminta izin keluar rumah untuk acara pernikahan Rara. Tapi sepertinya mustahil untuk melewati ibu tiri dan juga Kakak tirinya.
"Rany?"panggil seseorang.
Ini bukan ayahnya, ibunya, ataupun Bella. Itu Bima!
"Bima? Kamu di sini?"tanya Rany keheranan.
"Kenapa? Apa aku gak berhak ada di sini?"tanya Bima seperti sedang menggoda
"Gak, bukan itu!"
"Kenapa? Kamu ada masalah?"
Rany memilih diam. Tidak mungkin dia mengatakan kalau dia ingin keluar untuk pergi ke acara temannya.
"Rany...? Aku ini tunangan kamu loh! Masa belum nikah aja udah main sembunyi sembunyi"ucap Bima
"Aku ... aku mau ke pernikahan temanku!"ucap Rany ragu ragu
"Sendiri?"tanya Bima
Rany mengangguk
"Tidak, aku harus ikut!"seru Bima
Mau apa laki laki ini ke sana? Mengganggu saja!
"Eh Bima, kamu sejak kapan ada di sini?"tiba tiba Anto, datang dengan membawa segelas kopi.
"Baru Om!"jawab Bima penuh kesopanan.
"Kalian lagi bicarain apa?"tanya Anto
Bima sekilas melirik Rany. Rany juga melirik, lebih tepatnya memberi kode untuk tidak bicara apa apa pada ayahnya.
"Mmm ini. Rany katanya mau ke nikahan temannya, tapi sepertinya dia takut mau minta izin sama Om. Makanya saya menawarkan diri untuk ikut dengan dia supaya ada yang menemani Rany!"jelas Bima tanpa memperdulikan kode dari Rany
"Ohh jadi gitu. Yaudah pergi aja Nak! Lagian kan juga sama Bima"
Rany tampak berpikir keras. Tidak ada salahnya membawa Bima ke acara Rara, mungkin saja dia akan bisa berguna disana. Bantu bantu mungkin?
"Iya Pah!"sahut Rany
"Ya sudah. Papa ke sana dulu"pamit Anto
KAMU SEDANG MEMBACA
LIBERTY ✅
Teen Fiction"Aku telah mengorbankan semua masa masa pertumbuhan ku di rumah Mama. Aku ingin kebebasan, aku ingin bebas dari semua kekangan Mama!" Rany, gadis yang menghabiskan hidup terkurung di dalam penjara besar milik Ibu kandungnya sendiri. Gadis itu pern...
