Keberhasilan Grace mendapatkan seorang Jeffrey Herrick yang mengajarkan bagaimana ketulusan cinta.
Tetapi kegagalannya adalah, dia juga ikut andil dalam kehidupan Jeffrey yang di mana mereka terpaut sangat jauh hingga perbedaan era zaman.
"Dia seseo...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tidak ada yang bisa menolak jernihnya udara yang dihasilkan oleh pedesaan yang masih memiliki banyak pohon dan rumput hijau. Embun yang menempel di rerumputan membasahkan alas kaki setiap yang melewatinya.
Para penduduk yang melewati rumah menyapa ramah kepada sesama. Mungkin itu yang sudah turun temurun mereka lakukan untuk tetap menjaga kerukunan.
Grace yang baru saja keluar dari rumah itu sudah dihadirkan wanita muda dengan anaknya yang memainkan keranjang buah asik bermain sendiri, sedangkan sang ibu fokus dengan menggemburkan tanah dan mengambil buah yang sudah siap panen.
Wanita yang sedang fokus pada kegiatannya merasakan kehadiran seseorang di belakangnya membuatnya menoleh dan mengehentikan aktivitasnya sementara. Wanita itu berdiri ketika mengetahui grace akan pergi melaksanakan tugasnya.
"Kau akan berangkat?" Wanita itu menggeletakkan alat menanamnya di tanah begitu saja dan berjalan menghampiri grace sambil membersih kan dengan cara menepuk nepukan nya.
"Iya, ini hari pertamaku"
"Aku sudah membuatkan mu bekal. Tunggu" wanita itu melewati grace menuju kedalam rumah
Grace hendak berbalik arah dengan gesture tangan ingin menolak dan bibirnya yang sudah terbuka untuk mengatakan 'tidak usah repot-repot'. Tetapi wanita itu sudah lebih dulu masuk dan mengambil tempat bekal yang tadi dia katakan.
"Ini. Jangan meninggalkan waktu makan mu. Aku tidak mau kau kelaparan"
Grace yang sudah menerima tempat makan di tangannya sudah tidak bisa menolak lagi. Grace tidak ingin kehadirannya disini hanya untuk menumpang dan dilayani hanya karena dia seorang tamu.
"Seharusnya kamu tidak usah repot-repot, aku akan baik-baik saja"
"Tapi aku tidak yakin kamu akan pulang dalam waktu cepat, dan pasti kamu melupakan makan siangmu"
"Percaya denganku. Aku akan baik baik saja"
"Jangan menolak. Aku melakukannya atas keinginanku. Bukan atas suruhanmu. Jadi jangan sungkan" wanita itu terkekeh di akhir perkataannya
"Besok-besok jangan lakukan ini lagi. Nanti persediaan makan kalian habis dibagi denganku"
Wanita itu langsung menuntun grace keluar dari per karangan rumahnya tanda ia tidak menjawab pernyataan grace. Toh sejak awal dia sama sekali tidak keberatan menerima grace menginap di rumahnya.
"Terima kasih.." grace menggantung ucapannya karena ia baru ingat, pendekatan mereka belum sampai mengenal siapa nama wanita dihadapannya ini
"Kamu belum mengenalkan namamu. Padahal semalam kita banyak bercerita"
"Oh haha, bodoh sekali aku. Namaku Amy"
"Nama yang bagus. Terima kasih Amy, sampai ketemu nanti. Aku akan balik"