Beberapa saat kemudian, aku mengatakan sesuatu yang sulit terkatakan saat sesi sarapan kami yang sangat terlambat hari itu di kamar Claude.
“Aku akan keluar kesuatu tempat malam ini.”
Ting…
Tangan Claude yang tengah menggenggam peralatan makan yang terbuat dari perak terhenti.
“Aku tidak bisa mengijinkanmu.”
Aku menatapnya sedikit kesal dan dia mulai mengeluarkan aura dingin.
Bruh. Apa yang salah dengan remaja––yang sudah dewasa untuk pergi keluar? Maksudku, aku tahu kau tidak akan membiarkanku, tapi tetap.
Aku melihatnya dn mengatakan pada Claude sambil menusuk sayuran dengan garpuku.
“Jangan salah paham, aku suka Ayah dan juga tempat ini.”
Kedua alisnya berkedut mendengar apa yang kukatakan.
“Dan Felix, Lili, dan semua pelayan dan wanita di Istana ini, taman Bunga Mawar, juga perpustakaan yang Ayah habiskan waktu tidak terkira untuk membangunnya, dan sedikit aneh tapi begitu juga dengan Istana Gannett dimana kita berada saat ini.”
Claude tidak terlihat mengerti kenapa aku berbicara seperti ini.
“Segalanya yang aku cintai ada di Istana ini, sejujurnya begitu. Aku lahir dan tinggal disini setiap saat.”
“Iya, aku akan memberikanmu segala yang kau inginkan. Jadi, tetaplah disini…”
“Segala yang aku inginkan?”
“Iya.”
“Jadi ini maksudnya aku hanya perlu duduk disini tanpa perlu melakukan apapun dan meminta segalanya pada Ayah, benar?”
“Uh-huh.”
“Tapi itu bukan yang aku mau.”
Aku menatap wajah kaku Claude dan terus berbicara. Aku ingin Claude tahu apa yang kupikirkan tentang menghabiskan hidupku diluar Istana sejak aku kembali pulang.
“Aku ingin mengatakan pada orang bahwa apapun yang aku pilih adalah pemberian bagiku karena Istana ini adalah dunia yang aku miliki.”
Dengan kata lain, aku tidak ingin mengatakan kalau aku berakhir hidup di Istana ini karena aku mendadak menjadi Athanasia dan secara tidak sengaja bertemu dengan Claude.
Realistis saja, pilihan hidup yang diberikan padaku benar-benar terbatas. Aku bahkan harus memilih diantara ‘Hidup’ atau ‘Mati’ dan awal dari semua ini bermula ketika aku terlahir sebagai anggota keluarga kerajaan yang luar biasa makmur, aku bahkan digambarkan akan dibunuh oleh Claude dan bahkan hidupku hanya ditentukan oleh nasib baik atau nasib burukku.
“Aku juga tidak ingin membohongi diriku sendiri.”
Bagiku, hubungan kami bedua selalu terasa seperti nyala api diatas lilin sebelum angin kencang. Mungkin itu karena aku sudah mengetahui jalan cerita dari novel Lovely Princess yang bisa kubilang sangat berat.
Itulah kenapa aku ingin untuk mengubah hubungan yang rusak dengan orang dihadapanku ini. Aku ingin membangun kepercayaan, sama seperti hubungan Ayah––Anak pada umumnya.
“Ditambah, aku bisa meninggalkan tempat ini kapanpun aku mau.”
Claudemengernyit dengan omongan setengah bercandaku, itu karena hanya aku yang merasa ini tidaklah mudah. Tapi untuk beberapa saat, aku bukanlah boneka kaca rapuh yang dikendalikan oleh Claude dan harus ditahan olehnya agar tidah pecah.
“Aku tidak ingin dibatasi lagi, Ayah. Aku ingin melakukan keinginanku sendiri.”
Jika aku hidup bagai burung yang terperangkap dalam sangkar, hubungan kami tidak akan berubah sedikitpun.

KAMU SEDANG MEMBACA
Aku Mendadak Menjadi Putri!
General FictionAku tertidur, dan ketika aku terbangun, dimana aku?! Aku ada ditempat asing, didalam dunia novel yang baru saja kubaca. Dan sialnya, dari semua karakter novel yang ada, aku menjadi putri terbuang, anak dari Raja keji dan tirani. Claude de Alger Obel...