Aku bisa bergerak lebih cepat karena sudah mulai terbiasa. Tapi tetap saja masih belum membantu karena ini terasa seperti berlari dengan ban berat dibelakangku.
Aku merasa skeptis atas diriku sendiri. Sebenarnya, hidup di Istana Ruby sangat baik sampai aku tetap ingin tinggal disana seumur hidup.
Tapi disini ada bom yang dapat meledak kapan saja bernama Claude. Tidak peduli seindah apapun hidup, aku tidak boleh mengambil resiko, bukan?Jadi, semua kesayanganku ini… mereka adalah asuransiku. Ya, jadi aku dapat meninggalkan Istana kapanpun kuinginkan.
Aku mengikuti taman bunga untuk kelima kalinya. Dan sebentar lagi aku akan masuk kedalam istana kosong yang tidak berbeda dengan hari lain.
Tapi hari ini, aku tidak berjalan lurus menuju taman dan aku ingin menuju ke Istana yang aku lihat terakhir kali.
Aku tidak benar-benar yakin karena aku melihatnya dari kejauhan, tapi disana ada patung malaikat.Mereka terdiri atas beberapa ukuran, dan bentuk. Beberapa bahkan lebih tinggi dariku. Dan mereka semua terdiri dari emas! Astaga! Semuanya di Istanaku hanya terbuat dari marmer, tapi yang ini emas?
Aku begitu senang. Disini ada begitu banyak patung jadi tidak ada yang menyadari kalau salah satunya hilang. Kalau aku bertambah dewasa, aku dapat membawanya satu. Tapi ini benar emas, kan?
Aku memeriksa setiap sudut dan bagian dari patung itu lalu menggigit pada bagian bokong patung itu. Aku melakukannya sejak gigiku mulai kuat.
Tapi mendadak, aku merasakan kehadiran seseorang dibelakangku. Aku membeku dengan gigi yang masih menggigit bokong patung itu.
“Sejak kapan ada serangga seperti ini hidup di Istanaku?”
Sebuah suara dingin memasuki gendang telingaku yang membeku.
***
Sekujur tubuhku bergetar saat mendengar suara itu.
Aku berbalik dan secara naluriah melangkah mundur, hingga terbentur dengan sebuah patung.
Sejak kapan mereka disini? Dua orang yang berdiri tanpa suara. Dan salah satunya berada agak jauh jadi aku tidak bisa melihat wajahnya, tapi dia terlihat seperti kesatria melihat pakaian yang ia kenakan. Dan orang dihadapanku adalah...
Astaga!
Sekali aku mengetahui wajahnya, tubuhku kehilangan kekuatannya.
Dan sebuah kantung dalam genggamanku jatuh kelantai, dan isi yang berada didalamnya tumpah keluar. Modal yang kukumpulkan selama 3 tahun semuanya berhamburan dilantai.Orang yang berada dibelakang menatap kebawah dan melihat dengan tatapan aneh.
Tapi orang yang berada dihadapanku sama sekali tidak memalingkan pandangannya, dan masih menatap padaku.
“Wajah itu.”
Suaranya yang rendah dan dingin kemudian sorot matanya yang tertuju padaku. Mata dengan aura misterius dengan warna yang unik.
Ini seperti sedang berkaca, tapi matanya tidak memiliki ekspresi sama sekali, dan itu terlihat seperti permata.
“Aku merasa pernah melihatnya.”
Aku tida pernah melihat wajahnya sebelumnya, tapi aku bisa mengenalinya.
Rambut kuning keemasan yang terbang diterpa angin. Lalu mata yang hanya dimiliki oleh keluarga kerajaan. Kemudian wajah tanpa ekspresi yang menatap kearahku, lalu aura mengerikan ini.

KAMU SEDANG MEMBACA
Aku Mendadak Menjadi Putri!
Fiksi UmumAku tertidur, dan ketika aku terbangun, dimana aku?! Aku ada ditempat asing, didalam dunia novel yang baru saja kubaca. Dan sialnya, dari semua karakter novel yang ada, aku menjadi putri terbuang, anak dari Raja keji dan tirani. Claude de Alger Obel...