18🥀

16 1 0
                                        

Happy Reading)

"udah selesai main basketnya?" tanya Hellen kepada pria bermata coklat yang kini sedang menenggak air mineral miliknya.

Iya miliknya, yang tadi ia belikan untuknya. "Udah" ucapnya sambil mengelap keringat dengan handuk yang di berikan Vito tadi.

"Yaudah aku pulang duluan ya. "

" Eh eh jangan! Gue anterin!!! "

" Gausah, ngrepotin" ucapnya canggung

"Gue maksa pokoknya. " ucapnya sambil berlari mendekat

Farel pria berambut cabrik dengan kulit coklat eksotisnya itu terus memaksa Hellen untuk pulang bersamanya. Farel juga, pria yang sudah mengubah sifatnya 360 derajat saat di dekat Hellen.

Entah, mantra apa yang di ucapkan Hellen sehingga membuat Farel sang ketua brandal squad itu menjadi luluh.

Akhirnya dengan kekuatan dan jurus milik Farel, Hellen luluh dan men'iya' kan untuk pulang bersamanya.

Beriringan langkah kaki mereka menuju tempat parkiran. Btw tempat parkir milik Farel sengaja di pisahkan dan dibuatkan sendiri oleh ayahnya. Karena apa? Ya mungkin agar di pandang orang banyak.

Karna memang jarang, bukan jarang bahkan tidak ada anak sekolah SMA berangkat menggunakan Verari.

Hellen yang di buat terkejut hanya diam depan cap mobil. "Kenapa?" ucap Farel saat mengetahui Hellen berhenti.

" Ini mobil kamu? "

" Bukan, mobil bokap. " Hellen masih diam

" Ayo masuk, udah bisa aja. " tersadar Hellen segera masuk.

Setelahnya ia menghubungi teman temannya agar tidak menunggu dirinya dan pak supir supaya tidak menjemput nya.

"Lo heran gue pake mobil kek gini kesekolah?" Hellen yang mendapat pernyataan demikian hanya mengangguk

"Gue di paksa, gue engga bener bener mau pake mobil kaya gini. Ini bukan selera gue. "

" Terus kenapa kamu mau? "

" Kan tadi gue bilang, gue di paksa sayang. " Hellen yang mendengar itu sontak memandang Farel aneh

" keceplosan maaf, engga ngulangin. Tapi kalo di suruh mau" tawanya keras

"Apaan si, udah jangan ketawa ketawa fokus nyetir aja. " ucapnya sambil menutup sedikit wajahnya yang bersemu

" Cie malu cieee" sahutnya sambil terus menggoda

"apaan si, engga farelll. " ucapnya sambil terus melihat ke arah jendela dan sedikit menunduk

" Iya juga engga papa kali. Oya, gue mau minta maaf. "

" untuk apa? " tanyanya heran

" Untuk gue dan temen temen gue yang ngehina lo sama temen lo itu. Gue bener bener gatau, gue cuma pengen dapet perhatian lebih aja dari lo. " paparnya panjang yang membuat Hellen terkejut. Untuk mencari perhatian? Maksudnya apaaan' batinya

RUMIT Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang