Pengingat: <Awal dari bagian ini adalah semacam alasan mengapa Hyejin dan Wheein tiba-tiba membawa kotak saat datang ke festival. (Selengkapnya ada di Click!). Bila belum membeca Click! dan tidak mengerti, itu wajar dan tidak masalah. Toh, tidak berpengaruh terlalu banyak pada plot TFT(The Fortune Tellers). Enjoy!>
ツ
Malam kemarin Woozi dan Hoshi pulang setelah berjanji akan ikut melaksanakan misi dengan Wheein dan Hyejin. Dalam peraturan Saviour, tidak ada yang melarang mereka untuk membawa partner atau kelompok. Asalkan Saviour tersebut bisa bertanggung jawab atas manusia biasa yang ia bawa. Hyejin paham itu, dan dia juga sudah terbiasa membawa orang lain dalam misi. Wheein contohnya.
Seperti yang kita ketahui, Wheein itu hanya bertugas sebagai peramal. Ia diketahui tidak memiliki bakat bawaan seperti Hyejin. Ah, lebih tepatnya tidak setingkat bakat Hyejin. Sehingga ia berdiri bersama Hyejin selama misi adalah sebagai partner biasa.
Bukan partner Saviour seperti Jeonghan dan DK dulu. Meskipun setiap kali misi berhasil diselesaikan, mereka akan sama-sama naik pangkat.
Wheein juga masih agak bingung mengapa ia dibedakan seperti itu. Padahal tugasnya hanya menjaga jiwa Hyejin atau menolong sedikit-sedikit saat ada misi. Mungkin para penatua menyayangi Wheein, itu pikir gadis dengan lesung pipi itu.
"Lo udah hapal belum mantranya?" tanya Wheein kepada Hyejin. Pagi ini mereka datang lebih dulu ke sekolah. Berniat melakukan beberapa hal di sana sebelum berangkat ke sekolah sebelah yang sedang mengadakan festival. Sebenarnya mereka tidak perlu ke sekolah, karena hari ini libur. Namun kedua manusia penuh keunikan ini tetap saja masuk lebih dulu.
Wheein dan Hyejin diundang oleh Yuna untuk ikut menonton kakak kelas mereka, Kim Yongsun tampil untuk pertama kalinya di sekolah lain.
"Udah. Kemaren Mami udah berulangkali ngecek rapalan gue, Mami bilang udah bener kok."
Wheein mengangguk sambil tetap melangkah sampai kelas mereka berdua. Begitu masuk kelas, Wheein tiba-tiba berujar, "kita mesti banget ngelakuin ini? Entah kenapa perasaan gue terus-terusan nggak enak semenjak diceritain kisahnya DK. Gue pikir, orang setingkat itu seharusnya ngelawan Mami. Level kita masih terlalu rendah untuk ngelawan dia."
"Wheein-ah. Lo tau sendiri kita yang dikasih misi sama Mami. Ini tuh pasti biar kita naik tingkat. Semacam ujian gitu, dan kalau berhasil ya kita bakal dapet penghargaan. Secara, yang kita lawan setara sama Mami," balas Hyejin.
"Kata-kata lo bisa ngebikin orang mikir kalo lo gila pangkat," ujar Wheein dengan nada berat. Benar-benar tidak nyaman akan perasaan aneh yang merayapi hatinya.
Disatu sisi, ia yakin Hyejin benar karena ingin menolong banyak jiwa malang yang dicuri. Di sisi lain, ia merasa kasihan pada DK yang kehilangan pujaan hati akibat ketidak sengajaan partner Saviournya. Wheein tidak bisa membiarkan DK berhasil, pun tidak tega saat memikirkan kalau semisal Hyejin berhasil, maka DK akan selamanya kehilangan Joshua.
Kehilangan orang yang kau cinta dan mencintaimu itu menyakitkan, batin Wheein.
"Para penatua punya keputusan mereka sendiri Jung Wheein. Mereka nggak sembarangan ngasih Saviour buat nyelesaiin misi. Lo juga tahu alasan gue nerima misi ini. Jadi, kata-kata lo barusan nggak mempan," ucap Hyejin. Sekarang mereka tampak seperti sedang bertengkar. Namun itu tidak benar. Mereka berbicara dengan nada seperti tadi, hanya karena memiliki banyak pikiran di kepala.
Buktinya segera setelah itu, Wheein kembali menjadi Wheein yang ceria. Ia merangkul Hyejin dan mereka pergi ke SMA Galaxys untuk menolong Yuna setelah menyelesaikan urusan di sekolah.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Fortune Tellers [WheeSa] √
ParanormalneWheein kecil berlarian di taman yang baru saja akan memekarkan bunga berwarna warni, musim semi. Kaki kecilnya mendadak berhenti dan melihat sekuntum kelopak bunga dengan warna unik, jarang dilihat. Kemudian mendadak, ada seorang gadis kecil lain be...