Yaah ada yang kena tipu kemaren hehehe. Dah yuk lanjut
*****
Backsound : Promise - Exo
****
Escape From The Past
*
*Tiga bulan bukanlah waktu yang singkat. Itu panjang sangat panjang, Aelyn merasa ada yang kosong, harinya hampa tanpa sosok itu. Walaupun sosok yang biasanya hanya bisa menyakitinya baik dengan perkataan maupun dengan fisik. Tapi wanita beranak lima itu tidak bisa menampik bagaimana sakitnya merindu. Ya ia merindukan lelakinya, Baekhyunnya.
Biasanya saat pagi menjelang dirinya tengah sibuk. Bukan sibuk untuk mempersiapkan keperluan lelakinya, tapi sibuk memandangi wajah tampan itu. Wajah yang membuat dirinya bisa bertahan sejauh ini, walaupun di balik wajah tampan itu tidak pernah tersirat kasih sayang untuknya barang sedikitpun. Tapi bodohnya Aelyn menyukai itu.
Diam diam selama lima belas tahun Aelyn sungguh mengagumi sosok itu, sosok yang sangat rupawan, dan pekerja keras. Siapa sangka di balik sikapnya yang kasar dan keji itu menyimpan secuil kebaikan hanya untuk dirinya seorang?
Pernah kala itu... Saat Aelyn sangat kelelahan menunggu lelakinya pulang bekerja, wanita itu tertidur di sofa dan tidak menggunakan selimut untuk menghalang hawa dingin yang menusuk.
Lalu setelah lelakinya pulang, Aelyn ingat saat itu baru menunjukkan pukul sebelas malam, Baekhyun lelakinya berjongkok di hadapannya menampilkan senyuman tulusnya dan mengusap lembut pipinya. Lalu mencium dahinya lembut.
Lantas menggendong Aelyn menuju kamar mereka. Di setiap langkah lelaki itu tak henti mencium pipi dan dahinya sebagai bentuk rasa sayangnya, Aelyn saat itu sudah terbangun disaat mendengar bunyi mobil Baekhyun, namun tubuh dan pikirannya tidak sejalan, lantas wanita itu memilih memejamkan mata karena terlalu kelelahan.
Sesekali pria itu mengajak Aelyn berbicara meski tahu bahwa Istrinya itu tengah terlelap. Dan terkekeh geli saat melihat wajah lucu Istrinya saat terlelap. Setelah sampai di kamar mereka, Baekhyun membaringkan wanitanya dengan sangat perlahan. Kembali mengecupi lagi setiap inti wajah Istrinya dengan gemas.
Setelah puas mengecupi wajah Aelyn, Baekhyun berujar. "Jangan pernah pergi dari sisiku. Hanya kau yang mengerti bagaimana buruk dan cacatnya diriku.. Bertahanlah sedikit lagi.. Ratuku.." Bisiknya seraya mengecup lama dahi Aelyn, lantas berlalu memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah Baekhyun masuk ke kamar mandi Aelyn tidak bisa menampik rasa bahagianya, ingin berteriak sekeras mungkin untuk mengeluarkan sesakkan di dada, bukan sesak karena sakit hati seperti biasanya, melainkan hatinya tengah di manja beberapa saat yang lalu. Dirinya tidak bisa berhenti tersenyum malu mengingat bagaimana merasakan kecupan lembut yang lelaki itu sematkan. Bahkan Aelyn masih bisa merasakan hangat dan lembutnya bibir lelaki itu saat menyentuh wajahnya. Astaga memikirkannya membuat jantungnya serasa meledak.
Saat mendengar suara pintu terbuka lantas Aelyn kembali menutup matanya dan kembali berpura pura tidur, setelah Baekhyun memasang pakaian ternyamannya untuk berbaring, Aelyn pikir lelaki itu akan langsung tidur, nyatanya tidak. Baekhyun mengecup bibirnya singkat lalu Baekhyun meraih kaki Aelyn dan memijatnya lembut.
"Harimu pasti sangat sulit.. Maafkan karena sikapku kau menderita. Aku akan membayarnya mulai hari ini.." Ujarnya kembali melanjutkan pijatannya, dan itu berlangsung setiap hari, bahkan sehari sebelum pertengkaran hebat itu terjadi.

KAMU SEDANG MEMBACA
Escape From The Past✔
FanfictionEND [BAEKHYUN FANFICTION] Kadang kala seseorang memutuskan untuk menjauh bukan karena membencinya, tapi karena dia sedang melindungi dirinya dari luka Justru dengan pergi, akan membuat orang yang di tinggal akan merasa terluka Tapi terkadang.. Menja...