Udah berbuih aku ngomong. Tolong VOTE! BAGI YANG SADAR DIRI TERIMAKASIH ATAS VOTENYA. YANG GAK VOTE! TERIMAKASIH BANYAK. SEMOGA HIDUPNYA TENANG.
****
Backsound : Ben - Bad
****
Escape From The Past
*
*Hari setelah dimana wanita cantik berwajah pucat itu melawan masa kritisnya selama satu bulan lebih. Kini mereka tengah menunggu wajah cantik itu terbangun dari tidur panjangnya.
Dengan senantiasa gadis kecil itu terus menggengam erat tangan sang Ibu dengan senyuman yang tak pernah luntur untuk menyambut Aelyn untuk sadar dari tidur panjangnya.
Sungguh Aily sangat merindukan sosok Ibunya.
Perlahan jemari lentik itu bergerak digenggaman tangan Aily, dan membuat mata Aily membola karena terkejut, "I-ibu?" Ucapnya terbata saat melihat kelopak mata itu terbuka secara perlahan.
Doanya seakan terkabul dan Tuhan mendengar disetiap doanya sepanjang malam, Aily sungguh sangat berterimakasih kepada Tuhan karena Tuhan mendengar setiap doanya.
Keira dan Hara pun mendekati ranjang Aelyn saat gadis kecil itu menyerukan nama sang Ibunya.
Perlahan kelopak mata cantik itu terbuka dengan sempurnanya, namun satu yang dapat Keira tangkap dari kernyitan dahi Aelyn, "A-Aily-ah." Panggil sosok itu dengan suara paraunya.
Aily mengangguk cepat dengan buliran air mata kebahagiaan, "Y-ya Ibu.. Aku disini."
Aelyn tersenyum saat mendengar suara itu, suara yang sudah lama tak pernah ia dengar, namun sesuatu yang membuat alisnya bertaut, pandangannya terlihat gelap dan ia tidak dapat melihat dimana putrinya berada, "A-Aily.. Kau dimana nak?" Tanyanya yang masih memandang lurus kedepan.
Keira dan Hara merasakan ada hal yang aneh. Begitu juga dengan Aily yang menautkan alisnya, "A-aku disini Ibu." Ucapnya dengan suara bergetar sambil menggenggam tangan Aelyn.
"Hidupkan lampunya nak.. Ibu tidak bisa melihatmu." Seru Aelyn sembari meraba sekitarnya membuat Aily mematung hebat dengan air mata yang bercucuran deras membasahi kedua pipinya.
Keira pun membekap mulutnya tak percaya, ia mengingat jika sebelum Aelyn menjalani operasi waktu itu temannya sempat berkata jika suatu saat salah satu saraf yang ada dibagian tubuh Aelyn akan mengalami sedikit kerusakan. Dan ternyata benar, Aelyn mengalami kebutaan saat ini.
Aily bangkit untuk berdiri dan kemudian berlari keluar ruangan membuat Hara dengan cepat mengejar keponakannya itu.
"Aily.." Seru Hara mengejar gadis kecil itu.
"Nak.." Ucap Hara yang kemudian dapat meraih tubuh Aily dan membawa tubuh kecil itu kedalam pelukannya.
Aily menangis tersedu sedu. Membuat Hara memeluknya dengan sangat erat.
"I-ibuku.. Kenapa Ibuku tidak bisa melihat? Kenapa?"
"Cobaan apalagi yang harus ditanggung Ibuku? Ibu.." Isaknya didalam pelukan Hara.
*****
"Aelyn-ah?" Seru Keira dengan suara bergetar, sembari menggenggam erat tangan Aelyn.
"Keira? Bisakah kau menghidupkan lampunya? Disini sangat gelap sekali." Ujarnya meraba sekitar.
Keira menggigit bibirnya dengan kuat, menahan isakkannya . "M-maafkan aku Aelyn, karena kecelakaan itu kau.. Kehilangan fungsi matamu.." Ucapnya menggigit bibir bawahnya saat melihat raut perubahan wajah Aelyn.

KAMU SEDANG MEMBACA
Escape From The Past✔
Fiksi PenggemarEND [BAEKHYUN FANFICTION] Kadang kala seseorang memutuskan untuk menjauh bukan karena membencinya, tapi karena dia sedang melindungi dirinya dari luka Justru dengan pergi, akan membuat orang yang di tinggal akan merasa terluka Tapi terkadang.. Menja...