34. vierunddreißig

497 77 12
                                        

Ayo ayo VOTE dulu sebelum baca

...

Bel pulang udah bunyi tapi keempat orang ini masih di dalam kelas. Siyeon menepuk bahu Nara, "Ra, gue gak ada temen di rumah. Boleh mampir dulu ke rumah lo gak?"

"Ihh boleh bangeddd!! Ntar sekalian belajar bareng deh! Oh ya, lo berdua mau ikut kagak?" tawar Nara kepada Somi dan Ryujin.

"Belajar? Wacana doang njir! Paling juga ntar main," cibir Ryujin. Biasanya gitu kan? Niatnya mau belajar tapi ujung ujungnya malah main. Tugas pun gak kelar.

Nara mah ngakak aja sambil nepuk bahu Ryujin, "Tau aja lu!"

"Ada cemilan kan di rumah? Kalo ada, gue ikut deh!" kata Somi. Seketika ekspresi Nara berubah, dia memutar bola matanya malas. Udah gak aneh Somi mah, sama kayak Haechan, kalo ke rumah Nara berasa rumah sendiri. Gak ada kata jaim di kamus mereka.

Junjun❤ is calling..

"Aduduhhh Mas pacar ya?" goda Siyeon. Muka Nara keliatan gak suka pas digodain Siyeon tapi pada akhirnya dia mengulum senyuman.

"Nara mau pulang bareng gak? Gue udah nunggu di parkiran nih."

"Lo duluan aja. Gue mau pulang bareng squad naik bus sekalian main di rumah gue."

"Yaudah tiati Ra."

"Iyeee. Lo juga ya!" telepon terputus. Untung aja bukan hubungan terputus. eh. g. Nara menaruh kembali ponselnya di saku rok sekolah.

"Kuy!" ajak Ryujin sambil berusaha merangkul mereka bertiga walau dia tau tangannya gak sepanjang kang maling.

...

@Rumah Nara

"Yaelahh nonton film mulu! Gak bosen apa?! Cari kerjaan lain kek yang lebih berguna sana!" sindir Mamanya, "Belajar Nara!" suruhnya sambil menjewer telinga Nara membuat sang empu mengaduh kesakitan.

Siyeon yang baru pertama kali ketemu, dia tertegun melihat Mamanya Nara yang galak banget.

"Belajar mulu ih! Nara butuh refreshing otak Ma!" seru Nara. Ketiga temennya cuma bisa melongo menatap Nara yang berani banget jawab omongan emak.

Sang Mama menyentil dahi Nara, "Awas aja keseringan refreshing otak jadi lemot!" lalu dia pergi ke ruang kerjanya untuk bekerja, ya apa lagi?

"Serem amat emak lu Ra.." bisik Siyeon, Nara memasang wajah meringis

Hari udah senja, mereka bertiga akan pulang, di rumah Siyeon juga udah ada orang jadi dia gak sendirian lagi. Somi sama Ryujin pulang naik bus, sedangkan Siyeon lebih memilih naik ojek online. Soalnya dari jalan raya ke rumahnya lumayan jauh.

Selagi nungguin bang ojolnya datang, Nara sama Siyeon duduk di kursi teras rumah. Tak lama kemudian, datanglah bang ojol, Siyeon terkejut bukan main. Ya gimana gak kaget kalo bang ojolnya ini!

 Ya gimana gak kaget kalo bang ojolnya ini!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Jeno? Ngapain lo jadi kang grab?"

"Ya pengen aja. Gabut gak ada kegiatan. Kenapa emang?"

"Gabut atau lo emang ada niatan mau modusin cewek?"

"Tanya doang atau cemburu?"

"EKHEM! Kalo gitu gue masuk ke dalem ya. Males jadi nyamuk," pamit Nara.

"Cuma mantan, gak ada hak buat cemburu," gumam Siyeon. Sayang sekali telinga Jeno peka, dia denger yang apa kata Siyeon barusan.

"Kalo gitu, ayo balikan," ajak Jeno. Ngomongnya gampang banget anjir. Siyeon cuma bisa cengo aja, gak bisa respon apa apa. Pengen balikan tapi gengsi gaes, karena dia yang duluan mutusin.

Siyeon mulai tertarik sama Jeno setelah Jeno berubah. Sekarang dia bukan cowok kaku lagi. Ini berkat ajarannya Jaemin, kan dia punya 1001 cara menggoda cewek. Azek.

"Jen-"

"Maksud gue tadi, ayo balik. Lo mau pulang ke rumah kan? Buruan, ini udah mau maghrib, ntar bokao nyokap lo khawatir."

Abaikan. Kali aja dia salah ngomong. Gak mungkin kan dia mau balikan sama gue yang udah pernah nyakitin hatinya? Sadar Yeon!!

 Gak mungkin kan dia mau balikan sama gue yang udah pernah nyakitin hatinya? Sadar Yeon!!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Entah apa yang merasuki Renjun, dia tiba tiba pergi ke mall untuk melihat kalung. Awalnya liat liat doang, tapi dia memutuskan untuk membeli kalung itu. Nantinya dikasihin ke Nara. Aw cocwit!

Ketika di kasir, rupanya black card Renjun di blokir. Ini adalah perbuatan Chanyeol. Mampus gak tuh. Untung aja Renjun ada uang di dompetnya, jadi dia bayar kalung itu pakai cash. Coba kalo gak ada duit pasti malu tuh.

Sayangnya itu adalah sisa uang yang dia punya buat jajan, karena kan black cardnya di blokir. Meskipun begitu, dia gak nyesel kabur dari rumah.

Selesai beli kalung, dia diam di mobilnya sambil melamunkan masalah biaya hidupnya. Terlintas di pikirannya untuk menjual mobil ferrari ini tapi sedetik kemudian dia menggelengkan kepala, "Gak! Ini mobil kesayangan gue! Cuma Bang Winwin satu satunya yang bisa bantu."

Renjun menelpon Winwin.

"Bang minta duit. Black card gue diblokir Papa."

Gak tau malu sih tapi.. daripada harus ngemis sama orang lain di jalanan, mending ngemis sama Abang sendiri.

"Siapa suruh kabur dari rumah."

"Gue gak mau bokap nyokap terus terusan ngatur hidup gue. Gue juga punya impian!"

"Balik ke rumah kalo lo gak mau sengsara."

Renjun smirk, "Kasih gue duit atau gue jual ferrari?"

"Lo- huft.. yaudah, mau ketemu dimana?"

Renjun pun meluapkan kesenangannya sambil bersenandung.



To be continued..|

Chapter ini gak ada yg spesial. Karena yg spesial itu cuma kamu -Rj

Ralat, karena yang spesial itu cuma martabak -Rj

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ralat, karena yang spesial itu cuma martabak -Rj

ephemeral +renjunCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang