DOUBLE UP ya karena gereget bgt neh Sebelum baca pastikan VOTE dulu hei! 😭🙏
Setelah berita mengenai Renjun, muncul juga berita mengenai Nakyung. Nakyung ditemukan di rumahnya dengan keadaan sudah meninggal akibat gantung diri.
Polisi menangkap ayahnya juga sebagai tersangka pelaku kekerasan terhadap anak. Seperti yang kalian tau kan? Ayah Nakyung sering menyiksa Nakyung hingga meninggalkan bekas luka. Hal itu diketahui saat dilakukannya autopsi oleh tim forensik.
Mengenai surat itu, Jaemin menunjukkannya pada wali kelasnya. Entah ulah siapa, isi surat itu bocor dan akhirnya digosipin lagi. Semua warga sekolah ini gak nyangka kalo Nakyung lah yang membuat Renjun meninggal.
"Gue kira Nakyung tuh anaknya baik, polos gitu tapi ternyata.. Wah gue tercengang!"
Banyak gosip beredar tentang keluarganya Nakyung, ayahnya pemabuk dan suka berjudi sedangkan ibunya meninggal karena kanker.
"Pantes Nakyung kayak gitu, keluarganya aja gak bener"
"Heh gak boleh ngomongin orang yang baru aja meninggal!"
"Meninggalnya aja gara gara bunuh diri, dia gak mikir apa dosanya 2x lipat?"
Nara yang tiba tiba dateng pun langsung menatap tajam ke arah siswi yang lagi ghibah. "Lo juga gak mikir apa ghibahin orang itu dosa?" semuanya langsung diam mematung.
"F*ck friend lo semua," abis itu Nara langsung pergi.
Iya, mereka tadi yang gosipin Nakyung tuh temen sekelasnya. Emang gak ada akhlak ghibahin orang yang baru aja meninggal.
"B*tch tuh cewek!" umpat salah satunya.
"Ish! Nyebelin banget si Nara! Songong gitu kok ada aja yang jadi temennya!"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kaki tangan pelaku udah ditangkap polisi juga. Namanya Lucas. Dulu dia anak sekolah, seangkatan sama Mark. Namun, ada suatu kasus yang membuatnya harus dikeluarkan dari sekolah ini.
Lucas sering melakukan tindak kejahatan, bukan membunuh orang sih, lebih ke merampok. Tapi kasus kali ini lain lagi, Renjun yang dia tabrak udah meninggal. Itu namanya pembunuhan!
Setelah mengetahui pelakunya, Wendy merasa bersalah kepada Nara. Wendy memutuskan untuk pergi ke rumah Nara dan meminta maaf. Dia pergi bersama Chanyeol.
Ternyata eh ternyata ayahnya Nara adalah pemilik perusahaan Gold Medalist. Selama ini Wendy berusaha bekerja sama dengan perusahaan itu. Bahkan sempet ngerencanain perjodohan tapi kenyataannya Renjun sudah meninggal.
Awalnya minta maaf sih tapi pada akhirnya ngomongin perusahaan. Yaudah mulai dari saat itu perusahaan mereka bekerja sama.
"Terimakasih sudah mau bekerja sama dengan kami," ucap Chanyeol sambil berjabat tangan dengan Soohyun.
"Nara? Apa kamu mau berkunjung ke tempat pemakaman anak saya?" tawar Wendy, Nara mengangguk.
Tentu aja Nara mau. Selama ini dia ingin mengunjungi tempat itu tapi karena terjadi kesalahpahaman, dia dilarang untuk datang. Belom jadi mertua tapi Wendy udah galak banget sama Nara.
Selama di perjalanan menuju pemakaman, Nara menceritakan kisahnya bersama Renjun. "Renjun itu usil banget yah tapi dia juga sweet sampe Nara tuh luluh," ungkap Nara, Wendy hanya terkekeh.
"Tadinya tante mau jodohin Renjun sama anak pemilik Gold Medalist. Tante gak nyangka orangnya itu kamu dan kebetulan juga kalian saling kenal."
Senyuman Nara pudar, dia menundukkan kepalanya, "Maaf tante, gara gara Nara-"
Wendy merangkul Nara dan menepuk nepuk pelan bahu Nara. "Ini bukan salah kamu. Ini takdir. Sekarang tante mau nyoba merelakan kepergian Renjun. Kamu juga, jangan sampe kamu terus menerus merasa bersalah. Kamu punya kehidupan yang harus kamu jalani dan perjalanan kamu masih panjang. Jangan menyerah ya?"
Nara mengangguk paham, "Iya tante.."
Tiba di pemakaman, tangan Nara mengusap batu nisan milik Renjun. Matanya mulai berkaca kaca, "Renjun.. gue suka sama lo. Gue sayang sama lo. Maaf kalo gue baru bilang sekarang." Tak lama kemudian dia menangis.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
@apartemen Renjun
"Renjun, gue pengen denger lo nyanyi dong. Kata orang, suara lo itu bagus."
Renjun terkekeh, "Mau dinyanyiin lagu apa?"
"Apa aja terserah," Renjun pun mengangguk paham.
Renjun beranjak dari sofa, "Tunggu bentar," kemudian pergi ke kamarnya dan mengambil gitar.
Jemari Renjun memetik senar gitar dan mulai menyanyikan sebait lagu. Saking merdunya suara Renjun membuat Nara hampir tertidur. Renjun pun tertawa. "Kok tidur sih?" tanyanya sambil nguyel nguyel pipi Nara.
Nara pun menguap, "Abisnya suara lo merdu banget, cocok buat pengantar tidur," ungkapnya sambil nyengir.
Ketika lagi rebahan, Nara memutar rekaman suara Renjun. Niatnya mau tidur tapi dia malah nangis. "Harusnya gue minta rekaman suara lo lebih banyak, Njun."
(anggep aja ini rekamannya)
Bonchap selesai
Maaf banget kalo selama ini ceritanya agak tijel dan kurang ngefeel di kalian😭🙏