Maaf banget kalo gak ngefeel😭🙏 Tolong ya VOTE dulu sebelum baca🙏
Selama ini Jaemin selalu mengawasi gerak gerik Nakyung. Lagi lagi Nakyung berniat jahat kepada Nara. Kali ini dia berniat menyuruh seseorang untuk melakukan hal yang tidak senonoh kepada Nara saat pulang sekolah nanti.
Kalau Nara bukan gadis perawan lagi, Renjun pasti akan meninggalkannya. Begitu lah yang dipikirkan oleh Nakyung saat ini.
"Mau sampe kapan lo gangguin Nara?" Jaemin yang tiba tiba muncul mendorong tubuh Nakyung dengan kasar hingga punggung gadis itu mengenai tembok.
Nakyung menyunggingkan sudut bibirnya, "Selama dia masih pacaran sama Renjun, gue gak akan biarin dia hidup tenang."
"Dan lo ngirim cowok bejad tadi buat perkosa Nara? Lo udah gila? Itu bakal ngehancurin masa depannya!"
"Bodo amat. Itu resiko nya. Siapa suruh dia berurusan sama gue." ucap Nakyung sambil memutar bola matanya membuat rahang Jaemin mengeras.
Hampir saja Jaemin mendaratkan pukulannya di wajah Nakyung. "I-iya gue gak akan nyuruh orang itu," diliat dari cara bicara dan raut wajahnya Nakyung terlihat takut dengan sosok Jaemin.
"Gue gak segan segan mukul cewek iblis macam lo. Jadi jaga sikap lo!" ancam Jaemin, setelah itu dia pergi.
"Ya ampun Nara.. Hebat banget lo, punya banyak jagoan yang ngelindungin lo. Cih, liat aja nanti," monolog Nakyung
Entah apa yang akan direncanakan Nakyung nantinya. Mungkin bisa lebih buruk dari yang tadi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sepulang sekolah, Nara dan Renjun pulang bersama. Bagimana dengan pertengkaran kecil kemarin? Tentu aja itu bukan apa apa. Nara gak beneran marah kok cuma agak kesel dikit.
Tiba tiba aja Nara ingin membeli roti bakar yang ada di pinggir taman kota. Renjun pun menuruti keinginan Nara, biar ceweknya gak merajuk, ntar ribet kan.
Sepanjang jalan menuju taman kota, tangan Nara melingkar di perut milik Renjun. Yang dipeluk cuma bisa senyum malu malu dibalik helm full face nya. Hal kecil aja bisa membuat mereka bahagia.
Gak lama, mereka sampe juga di taman kota. Perlahan, Renjun meraih jemari Nara, menautkan jemari mereka berdua dan akhirnya bergandengan tangan. "Malu tau Njun gandengan gini.. apalagi kita masih pake seragam sekolah," bisik Nara yang berusaha melepas tautan jemarinya.
"Biar lo gak ilang," canda Renjun sambil mengacak acak rambut Nara membuat sang empu mempoutkan bibirnya. "Tuh roti bakar!" seru Renjun membuat ekspresi Nara berubah, senyumannya lebar banget.
Nara pun menarik tangan Renjun. "Sabar dong Ra," Renjun menghela napas, "Untung sayang," gumamnya. Sampailah mereka di depan roti bakar kali lima, tapi mereka harus antre dulu gaes.
Padahal lagi beli roti bakar tapi Nara kepengen beli ice cream yang ada di semberang jalan, emang banyak banget maunya si Nara mah. "Njun, gue pengen beli ice cream dulu ya."
"Cih.. Kayak anak kecil aja! Yaudah sana, gue tunggu disini." Diam diam Renjun melihat gerak gerik Nara membuat kedua sudut bibirnya naik.
Ketika Nara menyeberang jalan, ada sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi ke arahnya. Renjun melihat itu, dia pun mengejar Nara dan mendorong tubuh Nara hingga tubuh mungil itu terjatuh di trotoar.
Sangat disayangkan, Renjun lah yang tertabrak mobil tadi karena dia gak sempat mehindarinya. Kecepatan mobilnya membuat tubuh Renjun mengenai kaca depan mobil lalu berguling sampai ke belakang mobil dan berakhir jatuh di aspal jalanan.
Terdengar teriakan orang dari mana mana.
"RENJUUUN!!" pekik Nara. Meskipun tubuhnya lemas, dia menghampiri Renjun yang kepalanya dilumuri darah.
Mobil yang menabrak Renjun tadi sempat berhenti, akan tetapi mobil tersebut tetap pergi. Bisa dikatakan ini adalah tabrak lari.
Kepala Renjun dibaringkan di pangkuan Nara, "Renjun bodoh.. Hiks, kenapa lo nyelamatin gue? Hiks.. Renjunn!!"
"Nara.. g-gue.. sayang banget hhh sama lo. Tapi.. maaf.. kalo gue.. gak bisa.. bahagiain lo "
"LO NGOMONG APASIH? JANGAN NGELANTUR!!" teriak Nara sambil menepuk pelan pipi Renjun tapi Renjun sudah tak sadarkan diri. "RENJUN BANGUUNN!!" Nara menangis sampe sesenggukan. Dadanya sesak melihat Renjun gak berdaya.
"Wahh anak sekolah ya?"
"Kasian masih muda"
"Padahal anaknya ganteng banget"
"Parah sih pelakunya melarikan diri"
"Kecelakaannya buat bulu kuduk merinding"
"Iya serem banget"
Kejadian ini memang disaksikan oleh banyak orang. "TOLONG TELEPON AMBULANS!!" pinta Nara. Salah satu orang ada yang menelpon ambulans dan satunya lagi menelpon polisi.
Tak lama kemudian ambulans datang, petugasnya membawa Renjun dengan tandu lalu dimasukkan ke dalam ambulans. Nara juga ikut untuk menemani Renjun.
Selagi Renjun diberikan oksigen oleh salah satu petugas dengan menggunakan ambu bag, Nara terus memegangi jemari Renjun. "Maaf.. Renjun.." Setelah itu dia gak sanggup bicara lagi karena sibuk menangis.
Renjun.. Kalo lo kenapa napa, gue gak akan maafin diri gue sendiri.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.