Naranja presents
Happy Reading
Siapa bilang Jimin bisa bersikap biasa saja setelah kejadian malam itu di rumahnya, ia semakin gugup saat bertemu Jungkook sehingga teman-temannya semakin curiga bahwa mereka berdua telah putus. Apalagi dengan kebiasaan terbaru Jungkook yaitu kemana-mana berdua dengan anak magang yang bernama Narin. Alasannya sih karena ia harus membimbing Narin yang baru sebulanan berada di timnya.
"Bro!" Panggil seseorang berbadan atletis dari pintu ruangan Jungkook yang trebuka.
Jungkook mendongak mendengar suara yang sangat ia kenal, siapa lagi kalau bukan Namjoon. "Yo! what's up bro!" sahutnya.
"Ayo makan diluar!" Ajak Namjoon yang bukan terdengar seperti ajakan melainkan perintah.
"Ayoklah, gue ikut aja." Jawabnya sambil merapikan berkas yang sedang dikerjakannya lalu beranjak dari singgasananya. Dua orang sahabat itu segera beranjak keluar area kantor menggunakan mobil Namjoon.
"Gimana kabar lo sama Jimin?" tanya Namjoon saat mereka menunggu pesanan.
Jungkook mengendikkan bahunya. Memangnya ia harus menjawab apa, bukankah seharusnya Namjoon tidak perlu bertanya seperti itu ketika ia telah menjadi tempat curhat Jimin. Ya, Jungkook tau dengan benar bahwa Jimin suka sekali bercerita apapun kepada Namjoon.
"Menurut lo?" tanya Jungkook balik.
"Gue tanya karena gue nggak tau."
Jungkook tersenyum tipis. "Lo mau jawaban yang gimana?"
"Jawab aja apa adanya, kalo suka beneran nggak papa kok. Kalo lo mau bantuan gue, gue bantu sebisanya. Kalo lo mau gue diem ya gue nggak akan ngapa-ngapain." Jawan Namjoon to the point. Memang sulit menjadi lawan bicara orang dengan otak se-encer Namjoon.
Jungkook mengangkat alisnya. Sedetail itukah pria di depannya ini mengamati ia dan Jimin? Sepertinya sebentar lagi Namjoon bukan lagi menjadi tempat curhat Jimin saja, melainkan pria yang ada di depannya ini juga.
"Gue nggak tau, yang jelas gue suka deket-deket sama dia. Tapi akhir-akhir ini dia lari terus kalo ada gue. Gue salah apa kira-kira?" akhirnya Jungkook mengatakan yang sebenarnya ia rasakan.
"Mana gue tau, gue kan ikan." Sahut Namjoon sebelum seorang pegawai restoran mengantarkan pesanan dua lelaki tampan itu.
***
Jimin melangkah keluar dari lift bersama teman-temannya sore ini. Hari ini pekerjaannya tidak terlalu banyak sehingga bisa terselesaikan jauh sebelum jam pulang kantor. Bebannya beberapa hari ini seakan terangkat sehingga ia merasa sangat lega. Akhrinya ia bisa pulang tepat waktu setelah berhari-hari lembur hingga larut.
Saat Jimin berjalan keluar gedung, tiba-tiba Namjoon yang entah datang darimana menyusul langkahnya. Jimin seketika menoleh setelah mengetahui ada seseorang yang berjalan di sampingnya.
"Kok nggak ke parkiran bang? Nggak bawa mobil?" tanya Jimin karena memang pintu menuju tempat parkir berlawanan arah dengan pintu utama gedung kantornya.
Namjoon hanya memamerkan senyum termanisnya, lalu mengusak surai hitam Jimin dengan tangan besarnya. Jimin yang terheran hanya memandangi pria yang jauh lebih tinggi darinya itu dengan tatapan polosnya yang boleh dikatakan semakin membuatnya terlihat imut.
"Kenapa jadi sering naik kereta? Nggak sama Jungkook lagi?" tanya Namjoon setelah mereka berada di luar gedung.
"Dia nggak nawarin." Jawab Jimin seadanya.
Namjoon beralih berdiri tepat di depan pria itu sambil menyilangkan kedua tangannya di dada. "Ya kamu dong gantian ajakin dia. Jangan dia mulu."
Jimin mendongak menatap tajam pada Namjoon yang semakin membuatnya lebih imut lagi menurut Namjoon. "Ya emangnya kenapa sih? Aku nggak keberatan juga pulang sendiri." Jawabnya ketus. Memang harus apa-apa sama Jungkook? Dia kan tau kalau dirinya dan Jungkook hanya sebuah 'kebohongan'. Jangan serius-seriuslah, emang mau tanggung jawab kalo Jimin beneran baper?
"Kamu nggak peka sama perasaan kamu sendiri." Sahut Namjoon.
"Gimana?" tanya Jimin tidak mengerti dengan apa yang diucapkan Namjoon barusan.
"Pikir sendiri!" seru Namjoon tak lupa mengusak kembali rambut lembut Jimin lalu meninggalkannya yang masih terbengong-bengong sambil melihat kepergian Namjoon.
"Nggakpeka apa sih?" tanyanya pada diri sendiri.
-tbc-
NRH
aku tunggu komen dan vote untuk part ini temen-temen readers tersayangkuh
KAMU SEDANG MEMBACA
Dijodohin? [END]
FanfictionDijodohin? Karena udah umur 24 tahun masih jomblo? Jimin jelas nggak mau lah! ⚠️bxb ⚠️kookmin #1 Jikook (20 November 2020)
![Dijodohin? [END]](https://img.wattpad.com/cover/233532982-64-k30415.jpg)