Cinta adalah satu-satunya bunga yang dapat tumbuh dan berbunga tanpa bantuan musim. [*], semua orang juga setuju, hanya beberapa saja yang mencoba mengingkari.
Jaehyun Anugerah, laki-laki berbadan tegap dan dulu bengal itu menjadi salah satu yang menyadari bawah perasaan meletup-letup dihatinya saat bertemu Doyoung bahkan tak ingat terjadi pada musim apa, yang jelas ia tak pernah lagu, meski air dan sinar matahari tak selalu secara langsung menghidupinya.
Ia bersyukur, dan semoga Doyoung juga demikian. Saling mengenal, saling menemukan, dan berkahir saling jatuh cinta adalah bentuk 'memori' indah yang meski badai sebesar apapun sudah sepakat mereka arungi.
..
Pagi menjelang, mentari bersinar cukup tenang dan hangat hari ini. Lalu yang pertama bangun di ruang perawatan ini adalah Doyoung, ia bangun lalu merasa pipinya menghangat merah namun malu, ketika ia menyadari ia tidur didalam pelukan Jaehyun, yang kini tidur sambil mendengkur.
Ia lalu mengedarkan pandangannya, dilihatnya papa juga tengah tidur dengan si mama disampingnya, gurat lelah terpancar dari wajah-wajah orang ini.
Cup
Doyoung mencium pipi Jaehyun, membuat si empu terkesiap bangun karena kaget, "E-ehehe" Lelaki tersebut menyentuh pipinya.
Malu dia bangun tidur tiba-tiba di cium pujaan hati.
"Sudah bangun ya? hehe" Ia terkekeh , dan membuat Jaehyun dengan cepat beranjak dari ranjang dan segera membasuh wajah di kamar mandi.
Malu dia bangun tidur tiba-tiba di cium pujaan hati.
Bersamaan dengan itu Doyoung juga turun dari ranjang dengan senangnya, bahkan tak nampak lemah atau apapun, ia beranjak ke arah sofa, mencium dengan semangat pipi papa dan mamanya.
"Selamat pagi papa, mama. Bangun dong jangan tidur berduaa terus" Ucapnya riang, membuat dua orang dewasa yang tadi ia cium dengan segera bangun.
"Pagi sayang" Siwon mengusap puncak kepala si anak yang amat aktif pagi itu, juga dengan rona pada warna kulit yang sudah beberapa waktu nampak pucat.
Lalu, Tiffany beranjak dari duduknya, ia ikut mengusap puncak kepala Doyoung "Mau makan apa? Kata dokter boleh loh kamu nggak makan, makanan rumah sakit. Tapi buat agak siangan" Jelas Tiffany.
Doyoung meletakan jari telunjuknya di dagu, berfikir makanan apa yang harus ia makan saat mendapat kesempatan emas begini "Kalau sushi boleh?" Ujar, tanganya bergelayut manja pada si papa, merayu sepertinya.
Namun siapa sangka, kedua orang disana mengangguk dengan semangat "Boleh dong, mama yang beliin ya? Biar papa pulang dulu buat mandi, ganti baju" Jelas Tiffany, ia membangunkan suaminya merapikan baju dan barang bawaannya.
"Kami pulang sebentar nggak apa kan?" Tanyanya kemudian.
"Siap" Jawab Doyoung riang sambil meloncat-loncat kecil. Kaki kecilnya ia bawa kembali menaiki ranjang.
Dan sosok Jaehyun keluar dari kamar mandi saat dua orang dewasa disana sudah keluar kamar.
"Mandi?" Tanya Doyoung.
Jaehyun menggeleng "Cuci muka sama sikat gigi aja" Jawabnya, ia lalu berjalan mendekati Doyoung yang duduk di ranjang.
"Mama beli makan ya?" Tanya Jaehyun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Panglima Tempur []✅
Fiksi Penggemar[Completed] MASIH BANYAK TYPO NAMA, KARENA DIBUAT DALAM 2 VERSI!!! BELUM DI REVISI. MAAF ATAS KETIDAKNYAMANANNYA 🙏 Ini hanya kisah Jaehyun Anugrah si penggemar berat Muhammad Ali dan club Barcelona, jajaran berandal nomor satu di SMA Nasional ya...
![Panglima Tempur []✅](https://img.wattpad.com/cover/201617779-64-k226025.jpg)