Aku kembali. Happy Reading Mina-san
Spam next dong:(
***
"Atharaizi Azawa!"
Nathan mengangkat tangannya saat Bu Audi memanggil nama Aizi. Bu Audi menoleh ke arah Nathan.
"Aizi sakit, Bu" ucap Nathan. Bu Audi mengerutkan dahinya menatap Nathan.
"Tau dari mana kamu?" tanya Bu Audi.
"Kata Mama saya Bu. Bundanya Aizi nitip ke Mama suruh bilangin ke saya, Aizi juga udah bilang ke kepala sekolah juga, Bu" jelas Nathan lagi. Bu Audi ngangguk-ngangguk kemudian mulai melanjutkan absen.
Setelah absen selesai, Bu Audi segera menulis di papan materi yang akan mereka bahas.
Gavin menyenggol lengan Nathan. Nathan menoleh ke arah Gavin dengan raut wajah bertanya-tanya.
"Lo dekat sama Aizi?" tanya Gavin spontan. Nathan menggeleng sebagai jawaban.
"Masa, Sih? Kemarin kenapa juga bisa barengan Aizi?" tanya Gavin. Ia sudah menanyakan hal ini semalam pada Natham namun sepertinya Gavin masih sulit percaya.
"Kan gue udah bilang. Aizi barengan gue karena kebetulan ketemu, lagian anak cewek kayak dia nggak baik jalan sendirian" Nathan mengulang jawaban yang sama.
"Tumben. Bukannya Aizi sering lo jahatin, kenapa sekarang jadi baikin Aizi? Kesannya lo kayak khawatir sama dia" ledek Efram. Nathan melirik Efram yang ikut-ikutan percakapannya dan Gavin.
"Diem, Lo! Siapa juga yang khawatir? Kalau ngomong tuh jangan ngasal" cibir Nathan.
"Woy brisik!" pekik Kenzo yang sedang serius mencatat. Suara Kenzo membuat Bu Audi menoleh ke arah Kenzo dan secara tak langsung pada meja mereka berempat, murid yang lain juga nampaknya menatap mereka berempat.
"Kenapa, Kenzo?" tanya Bu Audi.
"Nggak, Kok, Bu. Kenzo tadi denger suara nyamuk banyak jadi merasa terganggu" Efram menginjak kaki Kenzo membuat sang empu membekap mulutnya sendiri.
Efram, Nathan dan Gavin melupakan hal ini. Jika sedang mencatat, Kenzo akan menjadi serius dan tidak bisa di ganggu oleh suara bising. Bisa-bisa dirinya malah menjadi tak fokus.
Meskipun berperilaku bar-bar, Kenzo tetaplah murid dengan otak pintar. Buktinya, dirinya masuk ke kelas Exelent-Kimia ini.
"Jangan buat keributan!" tegur Bu Audi. Kenzo mengangguk sebagai jawabannya.
Setelah Bu Audi kembali menulis di papan, Kenzo menatap kesal pada Efram.
"Sakit banget bego!" umpat Kenzo.
"Lagian, lo pakek acara teriak segala. Niat banget bikin rusuh orang" kesal Efram.
Nathan dan Gavin hanya geleng-geleng kepala melihat mereka berdua. Gavin dan Nathan kemudian segera beralih menatap papan tulis dan mulai mencatat materi yang sudah di tulis oleh Bu Audi.
***
Sehari tidak sekolah membuat Aizi bosan. Hari ini Ia memutuskan untuk ke sekolah saja karena merasa tubuhnya sudah baik-baik saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
NATHARAIZI
Novela Juvenil"Arghh!" ringis Nathan. Aizi menutup mulutnya. Bolanya terlalu kencang dan terlewat ring kemudian mengenai kepala Nathan. Bayangkan saja, bola basket mengenai kepala? Sakit, Kan. Nathan masih meringis kemudian menatap Aizi yang nampak masih menutup...
