Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
♡ ♡ ♡
Di dalam rumah, Nathan sedari tadi sibuk berjalan mondar-mandir hanya untuk menunggu Nada pulang. Chatnya dari satu jam yang lalu ga di bales sama Nada, alhasil Nathan khawatir. Dan memutuskan untuk pulang ke rumah Nada.
"Ck, Nad. Angkat dong, jangan bikin khawatir." Decak Nathan kesal, dan terus menelpon nomor Nada yang tidak aktif.
Mau tanya sama Audrey dan juga Vania, rasanya percuma. Mereka berdua kan udah kaya yang musuhan belakang ini, apalagi terus dihasut sama si nenek lampir.
Ga lama dari itu suara mesin mobil terdengar dari halaman rumah Nada. Nathan bergegas berdiri, habis itu pergi ke luar untuk memastikan bahwa yang pulang itu adalah Nada.
"Nada! Oh ya ampun, aku khawatir banget tau."
Belum juga Nada berbicara apa-apa kepada Nathan, Nathan udah lebih dulu memeluknya dengan erat. Membuat Dirga terdiam, berasa jadi nyamuk.
"Aku ga papa, lepas Nath. Ada Dirga."
Nathan melepas pelukannya lalu menatap laki-laki yang ada di hadapannya dengan tatapan horor.
"Tadi gue ga sengaja liat dia di pinggir jalan lagi nunggu taksi, ya udah gue kasih tumpangan sampai sini. Udah malem, takutnya ada apa-apa." Jelas Dirga paham betul dengan tatapan Nathan tadi.
Nathan menganggukkan kepalanya pelan, "lo dari SMA Patimura kan?" Kali ini Nathan bertanya dengan sorot mata yang tajam.
Tangan Nathan terulur, untuk menarik Nada ke belakang punggungnya saat itu juga. Membuat Dirga terkekeh pelan melihatnya.
"Santai, gue bukan cowok kaya Mahesa yang lo pikirin. Iya gue emang dari SMA sana, lo pasti dari SMA Satu Nusa kan? Keliatan sih."
"Keliatan apanya?"
"Keliatan posesifnya."
"Anjing."
"Bercanda kali, serius amat."
Nada mencubit pelan pinggang Nathan sedangkan oknum yang dicubit malah mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.
"Bay the way Dir, lo ko tau Mahesa punya masalah sama anak SMA Satu Nusa?"
"Gue punya temen yang sekolah di SMA lo pada. Dia cewe, tapi kelakuannya kaya cowo. Jago bela diri lah, jago naik motor lah gue aja kalah. Nah dia pernah bilang, kalo hubungan antara SMA lo sama SMA gue itu agak kurang baik. Makanya kita temenan diem-diem. Itu aja sih."