haii again...
mumpung aku lagi free jadi aku update untuk hari ini ya guys!
soalnya kalo besok-besok gak jamin bakal update heumm :((
oke let's read chapter ini
selamat membaca!
btw jan sider ya :((
***
05. Rumah Untuk Pulang
Hujan telah mereda, dan kini Nathan maupun Nada sedang berada diperjalanan pulang menuju rumahnya Nathan. Karena nomor Vania tidak aktif, alhasil mau tidak mau Nada harus ikut bersama Nathan tentunya pulang ke rumah cowok itu.
Daripada pulang sendiri, terus dicegat sama om-om gang sana kan gak lucu? Mana lagi Nada lagi masih pake baju seragam. Udah habis riwayatnya kalo lewat sana mah.
Beberapa menit kemudian, akhirnya mereka berdua telah sampai di rumah Nathan. Tidak terlalu mewah, namun cukup membuat Nada terpukau.
"Turun, lo gak mau turun?"
"Hah? Oh ya, gue turun. Sorry."
"Hem, bentar gue masuk dulu. Ambil handuk buat lo."
"Eh gak usah--"
"Diem di sini, nanti bunda gue ke luar. Awas kalo kabur, gue gak segan-segan ngasih lo ke om-om gang sana."
"Sialan, Nathan!"
Tanpa mengubris kalimat Nada sedikitpun, Nathan berlari masuk ke dalam rumahnya. Meninggalkan Nada yang sudah sangat basah kuyup di depan terasnya itu. Ngomong-ngomong, Nathan tidak main-main dengan ucapannya tadi.
Jika Nada benar-benar kabur, Nathan akan mencari Nada sampai ketemu lalu jual ke om-om tadi. Masa bodoh, yang penting Nada nurut.
"Loh, loh. Katanya anak bunda mau ke rumah Rian? Kenapa pulang lagi? Ini lagi baju kamu kenapa basah?" Tanya Natta bertubi-tubi, mendapati anak semata wayangnya sudah sangat basah oleh air hujan.
"Nanti Nathan jelasin, bunda boleh minta tolong?"
"Kenapa?"
"Temen cewek Nathan di luar kehujanan, makanya Nathan bawa dia ke sini. Bunda bisa bantu dia?"
"Kenapa kamu baru bilang?! Ish, bawa anduk sama minyak kayu putih! Cepetan!"
Nathan mengangguk lalu segera naik ke kamarnya untuk mengambil handuk baru tak lupa dengan minyak kayu putihnya.
Sedangkan Natta, sudah berlari ke arah pintu lalu membuka pintunya selebar mungkin.
Di saat itu juga, Natta mendapati seorang gadis tengah berjongkok sambil memeluk dirinya sendiri kedinginan.
"Ya ampun! Nak, kamu kenapa? Ayo masuk, di luar dingin."
"Tapi tante—"
"Ayo masuk, nanti kamu demam!"
Setelah berbicara seperti itu, Natta membawa Nada masuk ke dalam rumahnya sambil memegangi bahu kiri Nada. Dan Nada hanya bisa tersenyum canggung di balik rambut yang menutupi wajahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Racing 2 ; Na Jaemin
Fanfiction"Gue cuma minta satu hal sama lo, lo harus baik-baik aja oke?" @choxooluv | Racing 2
