Udeh jam² panas ditambah bacaan yang panas 😬
Terbakar geloraku ini ...xixi
***
Author Pov
Cakra mengacak rambutnya frustasi. Ia berjalan kesana kemari mencari Damar dan Rendi anak Gilang.
Cakra sempat kaget ketika tahu Karin sudah ketemu dengan Gilang dan istrinya. Cakra juga sempat khawatir Gilang kembali jadi saingannya lagi.
Tadi saat ia kerumah Karin, Cakra heran ketika melihat mobil sahabatnya itu ada di halaman rumah Karin. Dan ternyata benar Gilang beserta istri dan anaknya tengah berkunjung. Mereka sedang membahas kue-kue yang mereka pesan untuk ulangan tahun Rendi nanti.
Dan kesialan jatuh pada Cakra, mamah Karin menyuruh Cakra untuk menjaga Damar dan Rendi dirumah sementara mereka pergi shopping.
Demi mendapatkan citra baik dan restu dari kanjeng mamih, Cakra menuruti kemauan yang mulia kanjeng mamih tersebut.
Seperti sekarang, Cakra dibuat pusing oleh tingkah kedua bocil tersebut. Cakra tak menyangka anak Gilang bisa hiperaktif sekali, padahal ayahnya itu seperti Antartika.
Damar jadi ikut-ikutan jahil. Mereka bersembunyi dan mengacak-acak benda-benda diruangan.
"Damar !!! Rendi !!!!"
Cakra membuka pintu satu-persatu.
"Si Rendi lebih cocok jadi anak Dimas" gumam Cakra kesal.
Hanya satu tempat yang belum Cakra periksa. Yaitu kamar Karin. Apa ia berani masuk?.
Cakra menarii nafas, lalu perlahan mendorong pintu kamar Karin.
Tapi sebelum Cakra membuka sepenuhnya, pintu di buka dengan keras.
Brak !!!
"Yeeeyyeyeye!!!"
Rendi dan Damar keluar dengan berlari kencang. Cakra berjengkit kaget, tapi ia lebih kaget ketika melihat apa yang di bawa oleh Rendi di tangannya.
"Rendi.. balikin. Itu punya tante Karin" Cakra mengejar dua bocil tersebut.
"Nggak mau!!! Kaca mata besar..!!!" Rendi mengangkat bra hitam Karin lalu meletakkannya di mata seolah-olah Rendi tengah memakai kacamata.
Damar malah asik tertawa.
"Damar, balikin itu punya bunda loh" bujuk Cakra.
Rendi dan Damar saling tatap, lalu kembali berlari menjauhi Cakra.
"Arrrgghhh Ya Gusti!!!!!" Cakra sudah sangat frustasi.
"Hei hei, kalo kalian mau nurut. Nanti bakal dikasih hadiah"
Oke Cakra menggunakan strategi baru.
"Rendi pengin es krim om"
"Damar juga"
Oke, pilihan sulit. Sebelum pergi, Karin sudah memesana agar tak memberi Damar es krim. Karena akhir-akhir ini Damar mudah flu.
"Damar jangan es krim yah. Ganti yang lain"
Damar menyentuh dagunya berfikir "Mmm oke, Damar mau main game aja deh"
Mata Cakra berbinar. "Oke ! Tapi janji sebelum main game kalian harus mau mandi dulu yah!" . Karena hari sudah sore jadi, Cakra berinisiatif memandikan mereka.
"Siap!" Ucap keduanya.
****
Gilang mengangkat putranya ke gendongannya. Ia melirik Cakra yang tertidur dengan muka yang di tindih kaki Damar.
KAMU SEDANG MEMBACA
CAKRA [21+] End
Teen Fiction21+ [ Be wise with your reading! ] [sequel My X Private Teacher] Hanya kisah romansa Cakra dan gadisnya. Cakra si cowok manja dan Karin si cewek nduts.
![CAKRA [21+] End](https://img.wattpad.com/cover/234551508-64-k884671.jpg)