Ria Ulandari Glofanyssa

560 131 2
                                        

    Happy reading

Rain perlahan membuka pintu kamar apartemenya dan mempersilahkan Ria untuk masuk dengan baik.

"Silahkan masuk Ri," ucap Rain lembut,ditutur Ria yang berjalan memasuki kamar apartemen Rain.

"Lo suka warna pink Rain? semua isi dekornya warna pink, bagus. " takjub Ria setelah melihat seluruh isi dekoran kamar apartemen Rain penuh dengan warna pink. 

"Nggak gue gak suka, ini kerjaan satu cowok yang spesial dihati gue," jawab Rain sambil menyimpan tas nya di kursi depan TV.

"Kata lo spesial, terus kenapa dia perhatiin lo lo nggak suka? " tanya heran Ria.

"Ria, karena gue nggak suka sama warnanya jelas lah gue nggak suka," ucap lagi Rain menjawab Ria sembari duduk di kursi dekat TV dan menyalakan TV.

"Oh," Ria hanya menganggukan kepalanya sembari menghampiri Rain yang sedang menonton sinetron drama yang ternampak di layar TV nya.

"Tapi, kenapa cowok yang lo maksud, lo bisa bilang dia spesial?" tanya lagi Ria seperti menginterogasi.

"Karena dia udah berhasil ngubah gue Ri, dia ngubah hidup kosong gue dulu karena suatu insiden fatal yang udah gue perbuat, walau insiden fatal itu dia nggak tau,tapi dia berusaha ngeyakinin gue supaya gue berhenti dan mulai melangkah ke jalan yang seharusnya gue raih, walau kadang sifatnya itu maksa." jelas Rain pada Ria,

"Emangnya lo pernah lakuin apa? "tanya Ria semakin penasaran.

"Pokonya hal yang fatal banget, udahlah Ri, gue nggak mau ngungkit itu,"

"Ya itu terserah lo sih Ra, kalo lo pengen curhat gue selalu ada, lo tinggal ngomong aja okey sama gue? jangan sungkan,"

"Oghey," semangat Rain 45,sembari mengacungkan jempolnya.

"Sekarang bagian gue nanya sama lo, nama panjang lo apa Ri?" Rain berbalik tanya pada Ria yang sedari tadi menanyai dirinya.

"Ria Ulandari Glofanyssa." jawab Ria singkat.

"Oghey, terus kenapa lo kabur dari rumah? "

"Gue, nggak nyaman aja dirumah Rain, gue tertekan disana, karena ayah gue mau jodohin gue, makanya gue kabur dari rumah,"

"Masih aja musim yah perjodohan, padahal kita bisa cari pendamping kita sendiri, tapi kalo menurut gue nggak salah juga sih dalam perjodohan, kan pasti orang tua mau yang terbaik buat anaknya kan?"

"Iya gue tau Rain, cuman gue nggak mau, gue pengen gue bisa menemukan orang spesial gue sendiri. Orang yang gue sayang sendiri, nggak dengan cara perjodohan."

"Iya iya, itu terserah lo, em Ri, maaf yah kalo apartemenya sedikit berantakan juga maaf  kalo nggak bikin lo nyaman, soalnya gue sedikit males buat beresin apartemen sendirian, hehe. "

"Eh gakpapa Rain, gue malah harus berterimakasih banyak sama lo, karena lo udah mau nampung gue disini, sebagai balasanya gue bakalan cari kerjaan buat kebutuhan sehari-hari gue sendiri, biar nggak nyusahin lo, "

"Eh Ria jangan, gue takut lo kenapa napa,  diluar sana banyak bahaya Ri, "  cegah Rain pada Ria yang berfikiran untuk bekerja, dengan kondisi mereka berdua cewek, Rain takut jika kejadian yang tak diinginkan terjadi pada Ria.

"Rain? kalo gue nggak kerja gimana gue bisa makan masa lo harus nanggung lagi, "

"Gakpapa Ria, gue selalu dikasih uang bulanan, dan mungkin itu cukup buat kita berdua, jadi lo nggak perlu repot repot kerja okey? "

"Tapi Ra, --"

"Gakpapa Ria,gue ikhlas kok bantu lo," ucap Rain memotong ucapan Ria dengan cepat.

"Makasih yah Rain, lo baik banget beruntung deh cowok yang bisa dapetin lo,"

Ria dan Rain kemudian saling berpelukan, tanda persahabatan mereka dimulai pada hari ini, dan berharap tak ada hal menyedihkan yang bisa membuat mereka terbubar dari persahabatan ini.

°°°°

"Jas? lo di mana sih? gue nyari nyari lo tau! kagak dapet dapet, " suara dari sebrang itu terdengar dari ponsel Jason.

     "Gue dirumah Yan, " balas nya santai .


"Ah payah lo, iya maksud gue lo tinggal dimana Syamsudin, bukan nanyain lo lagi dimana, " jawab Bryan kesal pada sikap Jason yang selalu tak paham pada ucapanya.

        "Eh salah siapa juga, lo kalo tanya itu yang jelas Udin, biar gue paham, ini udah nanya salah, marah marah lagi, manusia aneh lo,"


"Ah udah udah, nggak bakalan kelar kalo ngomong sama lo, sekarang shareloc lokasi lo, biar gue nggak muter muter nyariin lo, cepet ah,"

       "Yaudahlah biar deal sama sama cape, gue bakalan nyamperin lo, lo share oke lokasi lo, gue otw sekarang juga, ditunggu Yan!" Ucap Jason mematikan telfon dari Bryan dan menunggu shareloc-kan dari Bryan.


"Kasian juga tu anak," gumam Jason sekejap.

Pintu Jason tiba tiba terbuka lebar, menampakan seorang gadis tengah memasuki kamarnya. Dan sudah menjadi kebiasaan gadis ini masuk tanpa mengetuk pintu Jason.

"Ah Ci, kalo masuk gue ingetin sekali lagi ketuk pintu dulu aelah, maen masuk aja lo pikir kamar ini kamar lo apa." protes Jason merasa kesal pada kakaknya ini, yang sudah menjadi kebiasaan memasuki kamarnya tanpa mengetuk pintu.

"Iya maafin sih, gue lupa. " jawab Cici yang santai walau diomeli adiknya itu.

"Ah elo mah lupa mulu, padahal gue udah ingetin beratus ratus kali, bahkan ribuan kali kalo diitung." keluhnya.

"Ah kayaknya lo mulai pinter matematika Jas, haha. " ejek kakanya itu.

"Ah too the point Ci, cepet gue mau nemuin Bryan sama Evan ini,"

"Hah? Evan sama Bryan ada disini? " tanya Cici seketika kaget dengan ucapan Jason mengenai Evan dan Bryan yang datang ke Jakarta tapi tak memberitahu dirinya ataupun mamah dan papahnya.

"Iya, katanya dari dua hari kebelakang."

"Loh dua hari kebelakang kan, pas lo baru pindah kesini? nguntilin kita mereka berdua? "

"Bukan gitu, emang gue yang ajak mereka,tapi bukan berarti mereka pindah juga kesini. Mereka cuman beberapa hari di Jakarta. " jelasnya detail.

"Udah ah, ada yang mau diomongin lagi gak? gue mau mandi nih," lanjutnya lagi,

"Nggak jadi deh Jas, lain waktu aja gue ngomongnya bye! selamat mandi adikku yang tercinta, " puji Cici walau nadanya seperti mengejek, kemudian keluar dari kamar Jason.

"Dih aneh," denggung Jason sekejap.

Beberapa menit kemudian Jason sudah sampai di lokasi yang Bryan shareloc pada dirinya, Jason terhenti didepan apartemen yang tempatnya Jason sangat kenali.

"Inikan? apartemen Rain? jadi Bryan se-apartement sama Rain? wah gak bisa dibiarin nih, yang ada Bryan embat Rain, bisa berabe kan nanti, apalagi gue udah mulai suka sama gadis itu, nggak akan gue biarin lo Yan! " seru Jason yang ternyata diam diam sudah menyukai Rain, tepat saat Jason  selalu membantu Rain, dimana sikap Rain lah yang jarang sekali Jason temui pada cewek umumnya. Cinta ini semoga saja bisa mempersatukan mereka.

Jason segera masuk kedalam apartemen dan menanyakan pada resepsionis disana, soal letak dimana kamar Bryan yang ia tempati, setelah resepsionis sudah memberi jawaban nya, Jason bergegas cepat ke apartemen Bryan.

°°°°°

TBC lovyuuuu ❤️

LUKA I [End]✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang