Jangan lupa follow sayang 😌
.
.
.
Vote dan komen juga🤸
.
Yaudah happy reading🐻
Tiga bulan sudah Yerin terbaring di ranjang rumah sakit tanpa bisa melakukan apa apa. Kondisi Yerin masih sama yaitu tidak bisa merespon apa pun, semua organnya seperti mati karena belum ada pergerakan sama sekali dari tubuhnya.
.
Pintu kamar VIP itu terbuka secara perlahan, memperlihatkan seorang Dokter berjas putih yang masuk ke dalam. Kedua suster yang bertugas merawat Yerin pun sigap membungkuk sopan saat pria berjas putih itu sudah berdiri di samping ranjang Yerin.
"Dokter Kim, nona baru saja selesai diberi makan." Ujar salah satu suster itu, setelah selesai menuangkan segelas susu pada selang yang terhubung langsung ke dalam perut Yerin.
Tidak ada respon suara, tidak ada kata terimakasih, tidak ada kata apapun yang Taehyung lontarkan, ia hanya bisa menatap nanar ke arah perut Yerin. Di sana terlihat selang kecil itu menembus masuk ke dalam perut, mengantarkan aliran air susu untuk mengisi lambung sang kekasih.
Taehyung mengalihkan pandangan, menatap kedua suster itu dan memberikan sebuah kode dengan gerakan tangan.
"Jika sudah pergilah." Titah Taehyung lirih.
Kedua suster itu segera mengangguk, membungkuk hormat lalu meninggalkan kamar inap Yerin dengan Taehyung di dalamnya.
Taehyung melepas jas putihnya, lalu meletakkannya di kursi dekat ranjang, menyisakan kemeja hitam bermotif abstrak dari merek Gucci kesayangannya. Taehyung sempat terdiam beberapa detik sebelum meraih tangan kanan Yerin, lalu mencium punggung tangannya dengan lembut.
Secara perlahan ia naik ke atas ranjang, membaringkan tubuhnya tepat di samping Yerin, memeluk tubuh sang kekasih dengan penuh kehati-hatian, lalu memberikan beberapa kali ciuman di pipinya.
"Sayang, ayo bangun, mau sampai kapan seperti ini? Sudah cukup, jangan menyiksaku lagi, aku ingin melihatmu tertawa. Bukannya kau ingin menikah denganku? Sayang, rumah kita sudah jadi, kau juga akan memiliki kebun anggur yang luas di belakang rumah, apa tidak ingin melihatnya? ayo bangun, jangan buat aku khawatir, setidaknya berikan aku respon."
Tidak diragukan lagi, air mata Taehyung kembali menetes, ia sangat khawatir, bagaimana pun juga Yerin hanya memiliki dua pilihan, antara hidup dan juga mati. Tiga bulan lamanya Yerin terbaring tanpa menunjukkan reaksi apa pun dan itu sangat membuat Taehyung terpukul.
Dia takut gadisnya menyerah dan meninggalkannya sendiri.
Taehyung ikut memejamkan kedua matanya, menggesekkan hidungnya pada pipi Yerin sambil berucap lirih.
"Rin, tadi aku melakukan kesalahan, aku tidak sengaja merobek organ dalam pasien, ini adalah kesalahan ku yang pertama...." Taehyung menelan ludahnya, suaranya tercekat saat di dalam pikirannya terputar kembali memori tingkah Yerin yang membuat dirinya merindukan itu semua.
Kali ini, Taehyung tidak bisa menahan diri untuk tidak menangis. Air mata Taehyung menjadi lebih deras, dia tak sanggup lagi menahan sesak ini.
"S-sayang apa kau bisa kembali? Peluk aku, aku sangat merindukanmu, ayo tersenyum padaku dan berikan aku ciuman. Jangan seperti ini, aku sudah lelah, aku sudah sangat banyak mengeluarkan air mata, apa kau tidak kasian padaku? Cepat bangun, aku tidak tahan lagi."
Tanpa Taehyung sadari, di sana tepatnya di pintu kamar Yerin yang terbuka sedikit, Sojung melihat itu semua, bagaimana untuk yang pertama kalinya ia melihat Taehyung menangis dan seperti kehilangan semangat hidup, Yerin benar-benar bisa membuat Taehyung lemah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cardiologist [Taerin]
FanfictionKim Taehyung adalah seorang ahli bedah jantung terbaik di negara ginseng Korea Selatan, meski masih berumur 33 tahun dirinya sudah dinobatkan sebagai Dokter spesialis terbaik yang selalu mengabdi di rumah sakit demi menyembuhkan banyak pasien. Dulu...
![Cardiologist [Taerin]](https://img.wattpad.com/cover/236101859-64-k591374.jpg)