Chapter 6

45 12 1
                                        

Sudah 2 minggu sejak hari dimana Rena menangis sesenggukan dalam pelukan Galang. Namun, selama dua minggu ini pula Galang tidak melihat sosok Rena.

Ponsel Rena yang tidak aktif dan Rena yang tidak lagi datang ke perpustakaan, taman maupun kantor tempat biasa mereka bertemu.

"Lo gak kenapa-napa kan Ren?" Desis Galang dengan menatap kosong lantai bawah kantor.

Rena memang sudah memberikan kunci serep untuk Galang, mengingat Galang juga orang yang akan sering datang kemari.

'Krek'

Pintu lantai bawah terbuka. Menampilkan sosok Kriss yang datang bersama dkoengan Jaka dan Jay.

"Hoi!" Teriak Kriss dengan maksud menyapa Galang.

Jaka pun menggoyangkan lengan Kriss, memperingatkan Kriss untuk bersikap sopan pada Galang. Bagaimanapun Galang adalah pelatih mereka walau jarak usia Kriss dan Galang hanya terpaut jarak dua tahun.

"Ehh, Pak Pelatih!" Sapa Kriss ketika melihat Galang menuruni tangga menghampiri mereka.

"Kak Rena hari ini gak dateng juga?" Tanya Jaka.

Galang sejenak memperhatikan ketiga lelaki berseragam SMA di depannya, lalu melirik jam.

"Sekarang udah jam tiga. Kalian lemesin otot dulu, hari ini kita coba latihan dance yang gerakannya ringan. Satu jam lagi saya balik setelah kalian selesai peregangan." Ucap Galang menjelaskan, lalu pergi meninggalkan kantor.

"Jadi kangen Kak Rena."

Kriss menoleh ke arah Jaka yang baru saja mengucapkan kalimat tersebut.

"Kenapa ya dia gak pernah ke sini lagi?" Lirih Jay.

Tanpa menanggapi kedua orang itu, Kriss berjalan ke sisi kosong yang cukup luas dengan dilengkapi cermin di salah satu sisi dinding.

Jaka pun turut mengikuti Kriss. Merenggangkan badan mengikuti semua tahap yang Kriss lakukan. Sementara Jay masih berdiri di tempat yang sama, memainkan ponselnya santai.

"Woy Anjay! Sini lo!" Teriak Kriss ke Jay.

Jay pun melangkahkan kaki ke arah bilik ruang latihan dengan rasa kesal.
"Please stop call me Anjay! My name is Jay!"

Kriss hanya tersenyum nyengir mendengar pekikan dari Jay.

Akhirnya mereka bertiga mulai merenggangkan badan, hingga pintu berdecit terbuka membuat mereka bertiga memeriksa apakah Galang sudah datang.

"Gara? Gak basket lo?" Tanya Jay sembari menghampiri Gara yang baru saja datang.

"Udah, baru aja kelar. Langsung dah gue ke sini." Jelas Gara pada Jay.

"Kalo masih letoy duduk aja dulu lo di sana." Ucap Kriss menunjuk tempat rapat dimana pertama kali mereka bertemu.

"Kuat gue." Jawab Gara sembari melepas jaket dan seragamnya, menyisakan kaos hitam yang Gara kenakan. Gara pun ikut bergabung merenggangkan otot bersama para Trainee yang lain.

***

Waktu terus berputar. Tanpa terasa, satu jam sudah terlewati. Tepat di waktu itu pula, Galang kembali.

"Siap kan?" Tanya Galang berusaha tegar di hadapan mereka.

"Pake lagu apa Kak?" Seru Jaka penasaran.

"The Eve." Jawab Galang singkat.

"Wokay! Sexy dance!" Sahut Gara semangat.

Mereka pun berebut peran siapa yang ingin mereka ambil.

BATAS MIMPI [✔] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang