Setiap harinya, Rena disibukkan dengan prosedur peresmian agensi yang ia bangun. Keuangan yang semakin menipis, membuatnya berkali-kali hampir menyerah.
"Harus gimana ya?" Gumam Rena menggigit bibir bawahnya.
Gadis itu terduduk lemas di atas kasur sembari menatap lembaran kertas prosedur peresmian perusahaan.
"Butuh biaya sepuluh juta buat izin peresmian. Belum lagi harus ngurus keperluan surat-surat lain."
Rena mengecek saldo rekeningnya. Tubuhnya melemas menyaksikan saldo yang tinggal tersisa Rp. 3.000.000,00.
Bagaimanapun ia harus berhemat. Masih banyak keperluan Trainee yang harus ia penuhi. Tidak mungkin juga kan ia membiarkan para Trainee berlatih setiap hari tanpa memberikan konsumsi, bukan?
"Gimana ya?"
Mata Rena mengedar melihat nuansa kamarnya, berusaha mendapat inspirasi. Setelah lebih dari sepuluh menit berdiam diri menatap kosong isi kamarnya, mata Rena membulat sempurna.
Saat mendapatkan sebuah ide bagaimana caranya mendapatkan uang, ia malah merutuki ide bodohnya itu.
"Gak! Berdosa banget gue!" Pekik Rena memukul kepalanya sendiri.
Mata Rena melirik jejeran album K-pop yang sudah ia kumpulkan lebih dari lima tahun, lalu menggelengkan kepalanya sekuat tenaga.
"Gak boleh durhaka sama suami sendiri." Lirih Rena menyadarkan dirinya.
Gadis itu memejamkan matanya rapat-rapat selama beberapa detik, lalu kembali membuka mata menatap jajaran album yang tersusun rapi di rak kamarnya.
"Maaf ya, Jaemin." Lirih Rena sembari berjalan menghampiri raknya.
"DREMIES MAAFKAN NOONA!!" Pekik Rena memeluk album NCT Dream pertama yang dimilikinya.
Tangan Rena pun bergerak meraih satu album NCT Dream lainnya. Dengan gerakan gemetar, ia juga mengambil semua album Big Bang, Shinee, EXO, BTS, bahkan juga semua album NCT 127 yang masih sangat baru ia miliki.
"Janji kok, nanti kita bakal ketemu lagi." Gumam Rena menatap tumpukan album di tangannya.
"Belum lengkap, malah gue jual." Lirihnya menitikkan air mata.
Rena mengusap air matanya dan berusaha tegar. "Gakpapa! Demi impian, gue harus pertaruhin semuanya!"
***
Surat izin untuk menjalankan perusahaan sudah berhasil Rena dapatkan. Kini, di depan kantornya pun sudah terpampang tanda besar bertulis RN Entertainment.
Walaupun memakan waktu hampir dua bulan, sampai saat ini semuanya berjalan lancar. Hambatan akan keuangan pun berhasil Rena atasi dengan menjual album serta beberapa merchandise K-pop miliknya.
"Kok cuman berdiri di sini doang sih? Ayo masuk!" Seru Galang menyadarkan Rena dari lamunan.
"Trainee?" Lirih Rena bertanya.
Galang tersenyum, "Mereka udah di dalem."
Rena tersenyum ceria dan dengan gerakan reflek, dia menarik tangan Galang lalu berjalan memasuki kantor.
Sementara Galang hanya menatap canggung Rena dan tangannya bergantian, lalu mengikuti langkah gadis tersebut.
"Hai!" Sapa Rena pada para Trainee setelah melepaskan tangan Galang dari genggamannya.
"Halo, Kak Rena!" Balas Geppy dengan senyum yang tak kalah manis dan ceria dari senyuman Rena.
Trainee lain juga membalas sapaan Rena walau hanya dengan lambaian tangan saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
BATAS MIMPI [✔]
Fiksi RemajaBerawal dari pemikiran sempit Rena, seorang pecinta musik pop Korea yang berharap di negerinya juga terdapat idola-idola seperti halnya di Korea Selatan yang dicintai banyak orang. Demi mewujudkan impiannya membangun agensi khusus idola tanah air, i...
![BATAS MIMPI [✔]](https://img.wattpad.com/cover/252888861-64-k810167.jpg)