Chapter 2

99 20 3
                                        

2015

Jam terus berputar. Kini tepat pukul 6 sore. Hari mulai gelap, namun antrian belum juga selesai. Mungkin masih sekitar 30 orang yang belum juga mendapatkan giliran.

Di lain ruang yang tak lain adalah ruang tunggu, seorang lelaki berseragam SMA berlapis jaket hitam sedang duduk menunggu gilirannya menampilkan bakat untuk audisi yang diselenggarakan oleh salah satu agensi besar Korea Selatan.

Sudah dari tadi pagi ia menunggu antrian. Bahkan ia rela membolos sekolah demi mengikuti audisi yang diselenggarakan agensi tersebut. Bolos bukanlah hal biasa bagi murid rajin berprestasi seperti Galang.

"1485."

Galang menoleh gugup ke arah seorang staff yang baru saja menyebut angka antriannya. Galang pun mengangkat tangan singkat guna menanggapi staff tersebut.

Galang mengatur nafas serta degup jantungnya. Dengan langkah mantap, Galang memasuki pintu yang menghubungkannya dengan juri pihak agensi.

Sampai di dalam ruangan, tiga orang juri duduk di hadapannya dan siap untuk menilai. Dapat ia lihat dua dari ketiga juri merupakan orang dengan kebangsaan Korea jika dinilai dari wajah mereka. Segera Galang membungkuk memberi salam serta untuk menghormati para juri.

"Silahkan perkenalkan diri kamu." Ucap salah satu juri.

Gilang pun memperkenalkan dirinya dengan menggunakan bahasa Korea. Cukup ia kuasai, karena sudah lebih dari 3 tahun ia mempelajarinya.

Kedua juri dari Korea Selatan pun kagum dengan kefasihan Galang, lalu mempersilahkannya untuk mulai bernyanyi.

Galang pun mulai menyanyikan lagu berbahasa Korea berjudul First Snow yang dilantunkan oleh salah satu grup idol populer dari Korea Selatan.

Lagu yang sebenarnya cukup sulit jika hanya dinyanyikan oleh satu orang, berhasil Galang bawakan dengan baik. Suara merdunya pun berhasil mengukir senyum canggung bagi ketiga juri.

"Wah, ternyata suara kamu bagus ya." Puji salah satu juri lelaki dengan nama Eugene Choi.

"Terima kasih, Pak." Jawab Galang dengan senyum seraya menundukkan kepala santun.

"Siap untuk dance?" Tanya juri lain.

Setelah jawaban siap dari Galang, musik pun diputar. Dengan gerakan lihai yang mengagumkan, lagi-lagi Galang mampu membuat para juri terkesima sampai lagu berjudul Call Me Baby itu berakhir.

***

'Back' to 2018

Rena tidak berhenti bergelut dengan laptop yang ada di hadapannya. Matanya terus membaca tiap artikel yang muncul dari apa yang ia ketik.

"Kok susah sih jadi manajer? Harus ini, harus itu. Ribet." Gerutunya.

Tidak lama setelah mengucapkan kata-kata tersebut, ia tersenyum lebar.
"Bikin jodoh Taehyung jadi semangat!" Serunya gemas dengan dirinya sendiri.

'tok tok tok'

"Rena? Teman kamu dateng. Itu, temen kamu kan?"

Rena menatap Bundanya yang tengah berdiri di ambang pintu.
"Galang? Udah dateng?"

Bundanya memicingkan mata mengintimidasi, "Temen atau temen? Kok Bunda gak pernah tau?"

"Iya temen, Bun. Temen SMA. Tapi temenannya abis lulusan. Oke?" Jawab Rena meyakinkan Bundanya.

Rena pun menuruni tangga menuju ruang tamu di lantai bawah tepat Galang kini berada.

"Galang!" Sapa Rena riang dengan tangan melambai.

BATAS MIMPI [✔] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang