Rena, Galang dan juga para member One Dream tengah duduk di ruang tunggu di belakang panggung acara musik terkenal di salah satu stasiun televisi swasta Indonesia.
Seorang staff mendatangi mereka, "Permisi, bisa saya berbicara dengan manajernya?"
Sejenak mereka saling pandang, lalu Rena mengangkat tangannya tinggi, "Saya manajernya."
Staff itu tersenyum hormat, "Mari Mbak ikut saya sebentar."
Rena mengangguk, lalu mengikuti langkah kaki staff wanita itu dari belakang.
Sementara Galang masih menemani para member One Dream yang sebentar lagi akan mendapat giliran tampil.
"Jangan gugup, oke?" Galang menatap mereka satu per satu.
Kriss mengangguk, "Kita gak boleh gugup. Kita tunjukin ke masyarakat kalo kita pantas."
"Kalian gak akan lipsing, jadi saya harap kalian akan nampil sama seperti saat latihan." Ujar Galang sedikit khawatir.
Rena kembali dengan seorang staff yang tadi. Staff itu menyapa Galang dan member One Dream ramah, "One Dream bisa langsung ke atas panggung sekarang."
Semua member membuang nafas sesak mereka, lalu mengangguk mantap mengiyakan. Mereka pun bangkit dari duduknya, bersiap untuk tampil di depan kamera.
Sejenak Kriss menatap Rena, menyiratkan kekhawatiran yang ada di dalam dirinya.
Rena yang peka akan kekhawatiran Kriss, memeluk ringan Leader One Dream itu.
"Kamu pasti bisa." Ucap Rena lembut seraya menepuk pelan punggung Kriss.
Kilau kebahagiaan terpancar dari wajah Kriss, lelaki itu merasa lebih lega setelah mendapatkan pelukan Rena.
"Semangat!" Seru Rena menatap Kriss, lalu ke member lainnya.
Mereka semua tersenyum sebelum akhirnya naik ke atas panggung.
Sebagai seorang leader, Kriss lebih dulu berjalan naik. Diikuti oleh keempat member lainnya.
Mata para member One Dream berbinar melihat sorakan histeris tanpa adanya hujatan yang dapat mereka saksikan dari para penonton yang hadir.
Mereka pun bersiap sampai musik diputar dan mulai bernyanyi serta menggerakkan badan seirama dengan musik yang mengiringi.
Tidak disangka, penonton bersorak dan menikmati penampilan mereka. Membuat member One Dream semakin percaya diri.
"Galang... Kita berhasil!" Pekik Rena meremas lengan Galang yang tengah berdiri di sampingnya.
Sementara mata Galang tidak dapat berpaling dari penampilan di atas panggung pertama One Dream.
"Selamat Ren."
Rena tersenyum, "Selamat juga Lang."
Layaknya dipahat permanen, senyuman para member One Dream enggan luntur dari bibir mereka.
Bahkan setelah turun dari panggung dan kembali menemui Rena dan pelatih mereka, Galang.
"Berhasil! Mereka gak benci kita!" Ujar Jaka bersemangat.
Rena mengangguk, membawa Jaka ke dalam rengkuhannya, "Jaka jangan sedih lagi ya? Kita harus kuat! Kamu lihat kan? Gak semua orang benci kita."
Galang tersenyum, lalu ikut merangkul ringan Rena dan Jaka.
Melihat hal itu, Kriss membelakkan matanya tak terima. Tanpa memberi isyarat apapun, leader One Dream itu ikut ke dalam pelukan mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
BATAS MIMPI [✔]
Teen FictionBerawal dari pemikiran sempit Rena, seorang pecinta musik pop Korea yang berharap di negerinya juga terdapat idola-idola seperti halnya di Korea Selatan yang dicintai banyak orang. Demi mewujudkan impiannya membangun agensi khusus idola tanah air, i...
![BATAS MIMPI [✔]](https://img.wattpad.com/cover/252888861-64-k810167.jpg)