"Inget ya, Ren. Jangan cuma terpikat sama visualnya doang!" Ujar Galang memperingatkan.
"Iya, Lang. Udah hampir sepuluh kali lo ngomongin itu mulu dari tadi. Lo kira gue cewek apaan sih?!" Tanya Rena sengit namun dengan nada yang terdengar menggemaskan.
"Ya karna lo cewek. Makanya gue ingetin mulu." Ketus Galang.
Perdebatan kecil serta dukungan semangat satu sama lain terus terlontar dari mereka berdua. Kini mereka berada di ruangan berukuran sedang lantai dua dimana nantinya akan menjadi tempat penilaian.
Tanpa mereka sangka, ternyata cukup banyak yang datang untuk mendaftarkan diri.
Terdapat 53 peserta yang sudah mengumpulkan berkas dan menunggu giliran untuk tampil di depan Rena dan Galang. Ini sungguh di luar ekspetasi mereka, terutama Galang yang setengah hati menjalankan kerja rodi super dadakan demi Rena.
"Pagi, Kak."
Pintu baru saja terbuka dan muncul sosok lelaki dengan paras manis khas Indonesia. Dimana kedatangannya membuat Rena dan Galang sedikit terkejut serta menyadarkan mereka bahwa kini audisi benar-benar sudah dimulai.
"Silahkan, perkenalkan diri kamu." Ucap Rena ramah.
Setelah memperkenal diri, lelaki berumur 17 tahun itu langsung menyanyikan salah satu lagu yang dipopulerkan oleh penyanyi tampan berbakat tanah air, Afgan.
Namun, tidak sesuai dengan ekspetasi.
Rena dan Galang saling bertatapan lesu, namun menahannya demi kehormatan peserta. Suara super sumbang memekik gendang telinga. Nada tinggi yang seharusnya indah memukau, tersendat di tengah dengan suara serak parau.
Waktu berjalan hampir dua jam. Selama itu pula mereka belum menemukan satu pun kontestan yang pas. Entah dari segi suara maupun dance.
"Galang! Gue harus ottokeee masa-"
"Ngomong yang bener." Sahut Galang yang juga ikut lesu.
"Gue harus apa?! Sumpah! Bukan ini Lang, bukan! Bukan ini yang gue mau." Ucap Rena frustasi.
Setelah 12 peserta berhasil masuk dan mereka nilai, Rena dan Galang meminta waktu untuk istirahat. Beruntung ia bisa menemukan seseorang yang mau bekerja layaknya seorang staff dengan bayaran yang Rena mampu untuk mengarahkan para peserta lainnya.
"Gagal?" Tanya Rena lemas.
"Sabar. Masih ada empat puluh satu kontestan lagi." Jawab Galang membangun rasa optimis Rena.
"Udah hampir dua jam dan kita belum nemuin satu pun yang pas. Gak ada yang suaranya se-wah Chen, gak ada yang dancenya sekeren Kai, gak ada yang seganteng Sehun. Bahkan yang sekiyowo Baekhyun juga gak ada." Keluh Rena lesu.
Sementara Galang hanya menghela nafas mendengar keluhan Rena yang kembali membahas Idol asal Korea.
Bagaimana tidak frustasi? Beberapa peserta bersuara sumbang.
Ada yang belum bernyanyi sudah keluar air mata dan berakhir dengan tangisan sesenggukkan yang Rena dan Galang pun tidak tahu apa penyebabnya. Akhirnya bukan menampilkan suara dan dance, malah digantikan dengan Rena dan Galang yang berusaha menenangkan sang kontestan. Alhasil kontestan pulang tanpa menampilkan apapun, selain air mata.
Ditambah dengan 'Kontestan Salah Server'. Itulah julukan yang tiba-tiba mereka berdua berikan pada kontestan yang malah menyanyikan lagu dangdut walau dengan jelas tertera lagu yang dibawakan adalah lagu jenis pop.
Belum lagi peserta yang datang hanya dengan memamerkan goyang bor khas dangdut lalu pergi dari ruangan setelah memberi kedipan manja untuk Galang. Perlu diingat lagi, ini adalah audisi yang hanya diikuti oleh laki-laki.
KAMU SEDANG MEMBACA
BATAS MIMPI [✔]
Fiksi RemajaBerawal dari pemikiran sempit Rena, seorang pecinta musik pop Korea yang berharap di negerinya juga terdapat idola-idola seperti halnya di Korea Selatan yang dicintai banyak orang. Demi mewujudkan impiannya membangun agensi khusus idola tanah air, i...
![BATAS MIMPI [✔]](https://img.wattpad.com/cover/252888861-64-k810167.jpg)