Chapter 32

28 4 0
                                        

Malam itu, Galang tidak kembali ke restoran setelah mengangkat telepon. Pelatih One Dream itu mengambil cuti selama 3 hari dan baru datang lagi ke perusahaan hari ini.

Dari kejauhan, Rena mengamati Galang dan para member One Dream yang berjalan seraya bercanda gurau di lobi perusahaan.

Segera gadis itu berlari kecil menghampiri mereka.

"Halo!" Sapa Rena yang tiba-tiba sudah ada di dekat Galang dan member One Dream.

Tentu saja mereka terkejut dengan munculnya Rena. Namun akhirnya mereka melambaikan tangan menyambut kedatangan Rena.

"Gak ada rapat? Gak ada keperluan di luar? Tumben banget jam segini lo ada di kantor?" Tanya Galang seraya melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul 4 sore.

Gadis itu menggeleng, "Semua rapat udah gue urus, kok! Aman!" Ucapnya sembari mengacungkan jempol.

"Kalian mau kemana?" Tanya Rena penasaran.

"Mau ke kafe, Queen! Mau ikut?" Ajak Kriss.

Semua menunggu jawaban Rena, termasuk Galang. Semenjak RN Entertainment semakin besar, Rena memang lebih memiliki sedikit waktu berjumpa dengan mereka.

Rena mengangguk, "Oke!"

Senyum lebar langsung jelas memancar dari wajah Galang dan One Dream.

"Ayo berangkat!" Sahut Geppy sembari menggandeng manja lengan Rena.

Sambil berjalan beriringan yang lain, Rena tertawa dan menoleh ke Geppy. Lebih tepatnya—mendongakkan kepala.

"Sejak kapan kamu jadi setinggi ini?" Tanya Rena yang kagum melihat pertumbuhan Geppy.

Member termuda One Dream itu hanya tersenyum malu sembari mengeratkan tangannya di lengan Rena. Sungguh, Rena benar-benar dibuat gemas dengan si bungsu ini.

Pintu utama di lobi tidak jauh lagi. Namun, kini langkah mereka terpaksa berhenti. Seseorang pria berpakaian berkelas dan rapi, telah memasuki lobi RN Entertainment.

Pria itu berhasil membuat mereka terpaku. Jelas, Rena tahu sekali siapa sosok itu. Tapi, bagaimana bisa seorang terhormat seperti Eugene Choi ada di lobi ini?

"Eugene Choi?" Gumam Gara, berusaha memastikan apa yang kini ia lihat.

Pria bernama Eugene Choi itu membungkuk memberi hormat atas kedatangannya. Mereka yang melihatnya langsung membalas hormat dengan perasaan tak tentu. Untuk apa Eugene Choi datang ke sini. Lebih tepatnya—untuk apa beliau datang ke Indonesia? Bukankah tahun ini tidak ada audisi?

Pria Korea bermarga Choi itu menegakkan tubuhnya, lalu tersenyum penuh kharisma. "Galang?"

Rena dan para member One Dream membulatkan mata saat mendengar seorang Eugene Choi menyebut nama Galang.

Rena sadar akan sesuatu. Gadis itu melirik Galang yang berada selangkah di depannya, 'Apa ada kaitannya sama audisi Galang lima tahun yang lalu?'

"Kenapa Anda ada di sini?"

Semua terdiam mendengar Galang berbicara dalam Bahasa Korea. Lelaki itu terlihat bimbang, cemas dan kurang nyaman dengan kedatangan Mr. Choi.

"Aku hanya ingin berbincang lagi denganmu. Bagaimana? Apa kau sudah mempersiapkan diri untuk debutmu di Korea?" Jawab Mr. Choi ramah.

Rena terdiam. Walaupun Galang dan Eugene Choi berbincang dalam Bahasa Korea, Rena paham apa yang mereka bicarakan.

Galang melirik ke belakang. Melihat Rena yang kini menatapnya dengan mata penuh tanda tanya. Belum lagi para member One Dream yang hanya diam tak berkutik karena tidak paham bahasa yang Galang gunakan.

"Mari kita bicara di tempat lain." Ajak Galang sopan dengan masih menggunakan bahasa negeri ginseng itu.

Galang membalik tubuhnya, menatap Rena sejenak, lalu fokus pada One Dream terutama Kriss sang Leader dalam grup.

"Saya gak bisa ke kafe bareng kalian hari ini. Kriss, tolong dijaga ya member yang lain." Ucap Galang, lalu melirik Rena sekilas, lalu kembali fokus pada Kriss.

"Tolong jaga Rena juga." Lanjut Galang, lalu berpamitan dan pergi bersama Mr. Choi.

Baik Rena maupun para member One Dream masih mematung di tempat sembari menyaksikan Galang dan Eugene Choi keluar dari kantor.

Jay terkesima, "Wahh, gak nyangka Kak Galang sehebat itu! Bahkan dia dikenal sama orang pentingnya agensi Korea?! Wahh, it's really unbeliveable!"

Rena tersenyum pahit. Kini kepalanya dipenuhi pertanyaan-pertanyaan tentang Galang. Debut? Apa Rena salah mengartikan? Atau dia salah dengar?

"Emm, kayaknya saya gak jadi ikut ke kafe deh." Ucap Rena.

Member One Dream menatapnya kecewa. Terutama Geppy yang kini langsung melepaskan tangannya dari lengan Rena.

"Yahh, kenapa Kak?"

Rena tersenyum, lalu mengusap lembut kepala Geppy. "Saya baru inget, ada yang harus diurus."

"Ya udah, saya balik ke ruangan saya lagi ya? Kalian hati-hati, oke? Kriss, dijaga bener-bener loh member lain!"

Kriss hanya mampu diam membisu. Dilihatnya kini Rena berjalan dengan langkah kaki tak teratur menuju lift, menuju ruang kerjanya di lantai teratas gedung.

"Wahh, kayaknya Kak Rena beneran ada yang kelupaan. Tumben banget Kak Rena lupa sama kerjaannya?" Gumam Gara.

Jay mengangguk, "Udah ah, gue haus! Buruan, Ayo!"

Jay berjalan santai melewati pintu, lalu disusul oleh member One Dream lainnya, termasuk Kriss.

***

"Wahh, udah kebiasaan atau memang kopi di sini tuh kopi paling enak ya?" Cerocos Gara setelah meneguk kopi dingin miliknya.

Jay mendengus, "Ya karna ini paling deket sama perusahaan, makanya enak. Karna gak perlu lagi ribet naik kendaraan. Tinggal nyebrang, langsung sampe."

Jaka dan Geppy duduk sembari meneguk coklat dingin mereka. Sesekali keduanya menyapa penggemar yang memang kerap menunggu kehadiran One Dream di kafe. Untung saja mereka penggemar yang pengertian, tidak main terobos privasi dan waktu luang One Dream.

"Aku masih gak nyangka Kak Galang bisa didatangin agensi Korea." Ucap si bungsu Geppy.

Gara mengerutkan keningnya, "Gue lebih gak nyangka sih pelatih kita fasih bahasa Korea."

Kriss yang sedari tadi diam, kini menatap bingung member One Dream lainnya.

"Kalian gak ada yang tau bahasa Korea?" Tanya Kriss heran. Membuat semua member saling bertatapan, lalu kompak menggeleng.

Jay tersenyum sumringah, "Cuman bisa bahasa Inggris!" Pamernya seraya memainkan kedua alis.

Kriss mendengus, "Kalian gak tau apa yang Pak Pelatih bicarain sama Eugene Choi tadi?"

"Emang lo tau?" Gara balik bertanya.

Leader One Dream itu mengusap wajahnya kasar. Sejenak ia terdiam, membuat member lain makin penasaran.

Kriss menatap serius semua member, "Galang. Pelatih kita—bakal debut jadi Idol di Korea. Itu yang buat Eugene Choi datang ke sini. Datang ke Indonesia—demi dia."






- BERSAMBUNG -

*

*

Yang kepo Eugene Choi itu sosok yang gimana—bisa imajinasiin Siwon ya hehee...

Soalnya vibesnya Choi Siwon ini bener-bener vibes yang cocok banget untuk karakter Eugene Choi. Author baru nyadar juga kalo marganya juga sama-sama 'Choi' 😂

Okeee!!! Sampai ketemu lagi di next chapter!!!! Jangan lupa vote dan komennya yaaaaa❤️❤️❤️

BATAS MIMPI [✔] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang