2020
Perilisan lagu baru untuk kembalinya One Dream setelah hiatus akibat kecelakaan Kriss, diterima hangat oleh masyarakat, terutama penggemar mereka—My Dream.
Ini sudah berjalan 2 bulan sejak perilisan, namun lagu mereka masih merajai tangga nada Nasional.
"Gimana debut lo?"
Kay melirik Kriss, "Aman. Jadwal udah dirapiin sama Kak Rena ples Manajer baru gue."
"Lo ada panggung ya malem ini?" Tanya Gara yang kini ikut ke dalam obrolan.
Kay mengangguk menanggapi.
"One Dream pada kosongin jadwal minggu ini. Bahkan pemotretan ada yang ditunda."
Kay melirik Kriss, menatap sahabatnya itu bingung. "Loh? Kenapa? Kalian gak bikin skandal kan?"
"Ya enggak lah! Gila lo!"
"Terus?"
"Jadwal lo kosong gak?" Kriss balik bertanya.
Kay berpikir sejenak, "Kayaknya kosong deh."
Gara mendengus, "Ya jelas kosong lah, Kriss. Kan emang Kak Rena minta semua jadwal kosong di hari minggu."
"Oh ya? Ada acara?" Tanya Kay sekali lagi.
Kriss mengangguk, "Bukan acara formal. Tapi semua yang ada di RN Entertainment bakal makan malem bareng. Termasuk Manajer, staff dan karyawan baru lain."
"Wahh, gue jadi berasa bagian dari kalian." Gumam Kay.
Kini giliran Kriss yang menoyor kepala Kay, "Jelas lah! Lo tuh artis RN! Jelas lo bagian dari kita, bagian dari RN Entertainment!"
***
"RN ENTERTAINMENT?"
"MIMPI NYATA—TANPA BATAS!!"
Semua bersorak riang mengangkat gelas berisi soda. Saling mendentingkan gelasnya dan menikmati malam dimana semua orang dari bagian RN Entertainment berkumpul.
"Sorry banget ya, Kak. Jadi berisik gini gara-gara gue." Ucap Rena diakhiri dengan senyum riangnya.
Sarah yang mendengar ucapan Rena hanya tertawa, "Ngapain lo minta maaf? Resto gue malem ini penuh pelanggan berkat lo!"
"Thanks banget ya Kak." Ujar Rena sembari memeluk ringan Sarah.
Sarah mengusap pelan punggung Rena. Bangga sekali ia pada Rena yang sudah mencapai kesuksesan.
"Udah, sana kumpul bareng anak didik lo! Kasian masa CEO-nya cosplay jadi waiters?"
Rena tertawa mendengar ungkapan Sarah. Jadi teringat saat ia bekerja di restoran ini memakai celemek dan melayani pelanggan.
"Udah... Sana gih!" Bujuk Sarah.
Rena mengangguk, lalu meninggalkan Sarah dan menghampiri Galang serta para artis RN Entertainment.
"Saya jadi inget, dulu pernah nyamperin Queen yang masih kerja di sini."
Rena tersenyum manis, "Bau daging kan?"
Kriss mengangguk dihias tawa ringannya, "Daging banget."
"Selamat ya buat debut kamu, Kay!" Ucap Rena sembari meletakkan daging yang sudah matang ke wadah Kay.
"Makasih, Kak Rena!" Balas Kay yang langsung melahap daging panas itu.
Kriss meletakkan gelas berisi air mineral di depan Kay, "Pelan! Mau mati lo?!"
Rena hanya tersenyum bahagia melihat semua orang berkumpul di sini dengan tawa dan candaan.
Galang yang sedari tadi membolak-balikkan potongan daging, kini meletakkan satu potongan daging matang di wadah milik Rena.
"Makasihh Bapak Pelatih!"
Galang tersenyum, "Sama-sama, Ibu CEO!"
Bertepatan setelah Galang menggoda Rena, ponselnya menyala. Satu notifikasi pesan masuk ke nomornya.
"Galang?"
Rena berusaha menyadarkan Galang yang tengah terpaku pada ponsel di genggaman lelaki itu.
"Hah? Kenapa Ren?" Jawab Galang gugup.
Rena memicingkan mata, "Lo yang kenapa?"
Lelaki itu menunjuk dirinya, "Gue? Emang gue kenapa?"
Rena menghela nafas, "Ada notif dari siapa kok langsung tegang gitu lo?"
Galang tersenyum kikuk, "Enggak, gak ada."
Rena mengangguk, tersenyum lalu ikut bergabung dengan obrolan One Dream setelah memastikan Galang baik-baik saja.
Baru saja Galang ingin ikut bergabung dalam obrolan, ponsel Galang berdering.
Rena yang menyadari itu, semakin bingung dengan gelagat Galang yang tak biasa.
"Lang? Sebenernya ada apa?" Tanya Rena cemas.
Galang menggeleng, "Enggak, Ren. Gue angkat telfon dulu ya?"
Tanpa mendengar persetujuan Rena, Galang berlari kecil keluar dari restoran. Saat Rena ingin menyusul, sebuah tangan mencekalnya.
"Mau kemana, Queen?"
Rena terkesiap, "Hah?"
Kriss tersenyum lembut, "Queen mau kemana?"
Kay dan para member One Dream lain kini juga ikut menatapnya. Membuat Rena tidak enak hati jika harus pergi hanya untuk memastikan keadaan Galang.
Rena menggeleng, "Ituu... Saya mau ambil soda lagi." Jawab Rena asal.
Kriss melirik gelas Rena yang masih penuh. Lelaki itu tersenyum tipis, "Biar saya aja yang ambil."
Rena yang kini kikuk, hanya tersenyum kecil seraya menganggukkan kepalanya. Membiarkan Kriss mengambil segelas botol soda baru dengan mata yang terus celingukan mencari sosok Galang dari kaca transparan restoran.
'Sebenernya lo ada masalah apa sih, Lang?'
- BERSAMBUNG -
***
Tenang, double-up kok! Yuk, langsung cek ke chapter 32❣️
Jangan lupa tinggalkan jejak, oke?
KAMU SEDANG MEMBACA
BATAS MIMPI [✔]
Novela JuvenilBerawal dari pemikiran sempit Rena, seorang pecinta musik pop Korea yang berharap di negerinya juga terdapat idola-idola seperti halnya di Korea Selatan yang dicintai banyak orang. Demi mewujudkan impiannya membangun agensi khusus idola tanah air, i...
![BATAS MIMPI [✔]](https://img.wattpad.com/cover/252888861-64-k810167.jpg)