Rena baru saja selesai mengerjakan pekerjaannya di restoran. Kini, ia pun sudah berada di depan kantornya.
Gadis itu berjalan masuk. Namun, tidak seperti biasanya. Galang yang biasanya menyambut kehadirannya, kini tidak menampakkan diri.
"Cheotnun oneun ireon ohue"
Kening Rena mengernyit, "First Snow?" Gumam Rena yang langsung mengenali penggalan pertama lagu tersebut. "Itu kan suara Galang! Galang... Nyanyi lagu itu?"
Langkah Rena yang tadinya ingin menghampiri Galang, terhenti.
Dapat Rena dengar suara samar hisakan tangis dari temannya itu. "Galang... Nangis?"
"Neoege jeonhwareul geol suman itdamyeon gippeultende"
Rena terdiam mematung tidak jauh dari pintu. Kakinya seakan beku mendengar suara penuh kepedihan Galang saat menyanyikan lagu tersebut.
Apakah lagu itu menyakiti Galang? Rena bahkan membatin tak tentu. Sementara di sana, Galang masih terus berusaha menyelesaikan lagu tersebut dengan isakan yang ada di tiap celah lirik.
"Malhaejwo Merry Merry Christmas"
"Annyeong jal jinaeneungeoji"
"Nuni naerimyeon"
"Meongdeun gaseumi-"
Suara nyanyian Galang tidak lagi terdengar. Tersisa suara tangis tertahan dari lelaki itu. Sampai hati Rena pun seakan paham dan ikut sakit mendengar isak tangis Galang.
Perlahan, Rena melangkahkan kembali kakinya. Bukan untuk menghampiri Galang, tapi melangkahkan kaki untuk keluar dari kantor.
Rena pikir, Galang tidak akan suka jika seseorang melihat sisi rapuhnya. Bahkan lelaki menyebalkan seperti Galang juga memiliki sisi rapuhnya sendiri.
"Kira-kira, Galang kenapa ya?" Gumam Rena sembari melangkahkan kakinya dengan tujuan entah ke mana.
"Queen?"
Rena terkejut saat seseorang tiba-tiba berdiri di sampingnya. "Kriss? Kok kamu ada di sini?"
"Saya kira tadi salah orang. Ternyata enggak. Ternyata memang Queen." Jawab Kriss yang tidak nyambung dengan pertanyaan Rena.
Gadis itu mengernyitkan kening, "Kok kamu ada di sini?"
"Tadi sih mau ke kantor. Tapi, saya gak sengaja liat Queen jalan kaki ke arah sini. Saya ikutin deh!"
Rena mengangguk paham, "Gitu." Singkatnya.
Kriss memutar tubuhnya, berjalan mundur sembari memperhatikan Rena.
"Mau ke mana?"
"Huh?"
Masih dengan posisi yang sama, Kriss tersenyum, "Queen mau ke mana?"
Rena baru sadar ia tidak punya tempat yang ingin dituju. Akhirnya, Rena menghentikan langkah kakinya.
Melihat Rena berhenti berjalan, Kriss pun juga akhirnya ikut menghentikan langkah kakinya. Posisinya pun masih sama, berhadapan dengan gadis itu.
"Queen?" Tanya Kriss menyadarkan Rena dari lamunannya.
"Kenapa Lang? Ehh... Kriss." Rena menggigit bibir bawahnya saat menyadari ia salah mengucapkan nama Kriss, tapi malah nama Galang yang terlontar dari bibirnya.
Senyum ceria Kriss memudar saat mendengar Rena salah menyebutkan namanya. Namun, ia berusaha untuk tidak membesar-besarkan hal tersebut.
Kriss kembali mengukir senyum di bibirnya. Meski nampak kaku dan canggung, Kriss tetap tersenyum pada Rena. "Mikirin Pak Pelatih ya?" Lirih Kriss.
KAMU SEDANG MEMBACA
BATAS MIMPI [✔]
Teen FictionBerawal dari pemikiran sempit Rena, seorang pecinta musik pop Korea yang berharap di negerinya juga terdapat idola-idola seperti halnya di Korea Selatan yang dicintai banyak orang. Demi mewujudkan impiannya membangun agensi khusus idola tanah air, i...
![BATAS MIMPI [✔]](https://img.wattpad.com/cover/252888861-64-k810167.jpg)