Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
. _o0o_ .
"Mereka siapa?" tanya keduanya serempak.
"Mereka? Mereka adalah anak-anak yang aku tolong dipasar waktu itu."
Lu Si menganggukkan kepalanya paham, kakak iparnya memang pernah bercerita jika ia pernah menolong dua orang anak di pasar. "Ohhh, jadi mereka yang kakak ipar ceritakan waktu itu. Nama kalian siapa?" tanyanya.
Lin Meng dan Lin Jiang yang ditanyai hanya diam, mereka takut dengan orang yang belum mereka kenal karna masih takut dengan insiden pasar waktu itu.
"Kemari." Li Yue mengisyaratkan keduanya untuk mendekat. "Kalian tidak perlu takut, mereka adalah adik iparku, Pangeran dan Putri kekaisaran ini."
"Ya, Permaisuri," ucap Lin Meng mengerti, ia mengalihkan pandangannya ke arah dua orang yang menatap ia dan adiknya penasaran. "Salam Pangeran, salam Putri. Nama saya Lin Meng dan ini adik saya, namanya Lin Jiang."
Lin Jiang membungkukkan badannya sedikit. "Salam, Pangeran. Salam, Putri," ucapnya kemudian menegakkan badan dan memasang senyum kecil diakhir.
"Ouuuh!!! Kau tampan sekali, apalagi pipimu." Lu Si menjerit senang tatkala melihat manisnya senyuman dan gemas pada pipi bulat Lin Jiang.
"Terima kasih, Putri. Anda juga cantik sekali."
Mendengar balasan Lin Jiang, Lu Si semakin gemas dibuatnya. "Kau pintar memuji, ya? Kata-katamu manis sekali. Pasti kau sering memuji kakakmu kan?"
Lin Meng yang mendengar pertanyaan dari sang putri tersenyum malu. Memang benar jika adiknya itu pintar memuji orang, dan yang paling sering Lin Jiang puji adalah ia dan juga pamannya, tapi kini bertambah satu orang, yaitu Permaisuri yang menyelamatkan mereka.
"Benar! Itu karena kakakku sangat cantik dan menyayangiku."
Lu Si memberengut, ditatapnya Lin Jiang dan Huang Ji berkali-kali guna membandingkan keduanya. Huang Ji yang ditatap sedemikian rupa bergidik ngeri dengan tingkah saudarinya.
"Apa? Jangan menatapku seperti itu," sungutnya.
"Huang Ji."
"Apa?"
"Kapan terakhir kau memujiku cantik?"
Pertanyaan sang adik membuat Huang Ji berpikir keras, ia lupa kapan itu terjadi. "Entahlah, aku lupa. Atau karena aku tidak pernah memujimu, kau kan biasa-biasa saja." ucap Huang Ji enteng tanpa ada beban.
Li Yue dibuat tertawa karenanya. Bagaimana bisa Huang Ji mengucapkannya dengan tenang, dia pasti tidak tahu jika sang adik ingin diperhatikan sama seperti Lin Jiang dengan Lin Meng.
"Jadi seperti itu?" Lu Si bertanya sekali-lagi.
"Benar."
Lu Si memasang senyum kecilnya seraya menganggukkan kepalanya paham. Ia bangun dari duduknya dan mendekati Huang Ji. Ini saatnya untuk Lu Si memberikan pelajaran bagaimana cara menyenangkan saudara perempuan.